Logo Chandra Asri
Segmentasi industri minyak dan gas

26-02-2026

3 Segmentasi Industri Minyak dan Gas serta Tantangannya

Dalam industri petrokimia, minyak, dan gas, terdapat tiga segmen usaha utama, yaitu hulu, midstream, dan hilir. Ketiga segmentasi ini memiliki prosedur dan tujuan operasional yang berbeda. 

Artikel ini membahas segmentasi industri minyak dan gas serta perbedaan ketiganya. Untuk itu, simak artikel ini hingga akhir!

Apa Itu Hulu?

Rantai Nilai Minyak & Gas

Segmen hulu atau upstream mengacu pada proses eksplorasi dan produksi gas alam serta minyak bumi. Tahapan ini mengidentifikasi cadangan sumber daya potensial, melakukan survei geologis, dan mengekstraksi hidrokarbon dengan teknologi khusus. 

Proses ini juga tidak terbatas pada mengeluarkan cadangan minyak dari dalam bumi, tetapi juga memulihkan bahan mentah serta memisahkan hidrokarbon dari air dan polutan. Beberapa pihak yang terlibat pada segmen hulu adalah ahli geologi, ahli geofisika, ilmuwan, kontraktor pengeboran, dan operator alat bor. 

Segmen hulu dapat dilaksanakan di lepas pantai atau di daratan. Keduanya tentu memiliki kesulitannya tersendiri. Pengeboran lepas pantai lebih rumit karena tekanan bawah laut yang besar, potensi struktur berkarat karena paparan air asin dalam waktu lama, dan kondisi lautan yang cukup menantang. 

Tidak hanya itu, untuk bisa membangun dan menjalankan struktur lepas pantai, dibutuhkan logistik yang kompleks dan alat khusus yang tahan terhadap cuaca ekstrem serta tekanan bawah laut. 

Baca juga: 9 Hasil Olahan Minyak Bumi, dari Bensin hingga Nafta

Apa Itu Midstream?

Apa Itu Midstream

Segmentasi industri minyak dan gas selanjutnya adalah midstream yang merupakan tahapan yang berfokus pada pengangkutan dan penyimpanan hasil ekstraksi. Pada tahap ini, minyak bumi dan gas yang sudah didapatkan dari segmen hulu akan dikirimkan ke kilang minyak untuk diproses lebih lanjut. 

Sebelum dikirimkan, gas alam akan dikompresi oleh fasilitas kompresor gas, lalu barulah bisa dikirimkan melalui kapal khusus atau jaringan pipa. 

Tahapan ini melibatkan perusahaan layanan jaringan pipa, truk tangki, kapal tanker, dan lain-lain. Agar proses pengiriman berjalan optimal, dibutuhkan jaringan pipa yang efisien sehingga lebih hemat biaya dalam memindahkan hidrokarbon dalam jumlah besar dan jarak yang jauh. 

Apa Itu Hilir?

Apa Itu Hilir

Segmentasi hilir atau downstream adalah tahapan terakhir dari proses pengolahan minyak bumi dan gas. Di sini, sejumlah metode dan proses dilakukan untuk mengubah hidrokarbon menjadi produk konsumen. 

Pada tahapan ini, beberapa pihak yang terlibat adalah pabrik petrokimia, distributor minyak bumi dan gas, refinery, serta toko-toko yang menjual produk akhir. 

Beberapa contoh produk akhir dari segmentasi hilir adalah bensin, diesel, plastik, obat-obatan, pestisida, pelumas, pelarut, wadah makanan, karet sintetis, dan masih banyak lagi. 

Tantangan pada Setiap Segmentasi Industri Minyak dan Gas

Tantangan pada Setiap Segmentasi Industri Minyak dan Gas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap segmentasi industri minyak dan gas memiliki tujuannya masing-masing. Hal ini pula yang menyebabkan tantangan yang dirasakan mungkin berbeda di setiap tingkatannya. 

Untuk segmentasi hulu, tantangan paling besar yang mungkin dialami adalah lingkungan lepas pantai yang berbahaya, khususnya ketika cuaca sedang badai atau ombak sedang kencang. 

Kondisi ekstrem ini juga bisa merusak fasilitas, sedangkan untuk sampai ke tengah pantai, logistik darat perlu melalui jalur yang panjang dengan cuaca yang tak menentu. Oleh karena itu, tim yang terlibat pada proses hulu harus memiliki perencanaan dan eksekusi yang matang. 

Lalu, untuk midstream, tantangan yang mungkin terjadi adalah perawatan struktur jaringan pipa. Struktur ini menentukan seberapa optimal distribusi hidrokarbon bisa dilakukan. 

Seiring berjalannya waktu, jaringan pipa mungkin rentan terhadap kebocoran, pelapukan, dan karat karena terus terpapar cuaca ekstrem serta bahan kimia dalam jangka waktu yang panjang. Untuk memitigasi risiko tersebut, perusahaan harus melakukan pemantauan secara berkala dan perawatan jaringan pipa. 

Terakhir, tahapan hilir mungkin memiliki tantangan pada paparan bahan kimia dan suhu tinggi dalam jangka panjang sehingga alat mudah rusak. Sama seperti midstream, perawatan dan pemantauan rutin harus dilakukan untuk memastikan alat-alat di pabrik bekerja secara optimal dan tahan lama. 

Baca juga: Fraksi Minyak Bumi & Urutannya dari Paling Ringan ke Berat

Bagaimana Chandra Asri Group Memproduksi Bahan Kimia?

Semakin majunya perkembangan industri minyak dan gas di Indonesia, teknologi pengolahan pada tahap hilir kini semakin progresif. Salah satu perusahaan solusi kimia yang turut memasok bahan kimia bagi berbagai industri di Indonesia dan Asia Tenggara adalah Chandra Asri Group. 

Sebagai #YourGrowthPartner, Chandra Asri Group menyediakan beragam jenis bahan kimia hasil olahan minyak bumi dan gas alam, seperti etilena, polietilena, polipropilena, stirena monomer, butadiena, soda api, dan masih banyak lagi. 

Untuk bisa memproduksi bahan-bahan kimia tersebut, kami mengandalkan alur produksi yang presisi dan teliti sebagai berikut:

Alur produksi Chandra Asri

Minyak bumi yang sudah diekstraksi akan masuk ke kilang minyak untuk diolah menjadi diesel, kerosin, gasolinenafta, LPG, dan kondensat. 

Kemudian, nafta, LPG, dan kondensat diolah pada unit pemrosesan bernama naphtha cracker. Unit ini memecah hidrokarbon menjadi olefin sederhana yang bernilai.

Dari sanalah kami bisa membuat etilena untuk produksi polietilena dan stirena monomer; propilena untuk produksi polipropilena; pyrolysis gasoline; serta mixed C4 untuk produksi butadiena, raffinate-1, butene-1, dan methyl tert-butyl ether (MTBE). 

Chandra Asri Group memiliki pabrik-pabrik untuk menunjang pengolahan minyak bumi dan gas alam menjadi produk turunan atau akhir, di antaranya:

  • Pabrik olefin untuk mengolah nafta menjadi etilena, propilena, pyrolysis gasoline, dan mixed C4 dengan kapasitas tahunan 900 KTA, 490 KTA, 418 KTA, dan 330 KTA secara beraturan. 
  • Pabrik polietilena untuk memproduksi LLDPE dan HDPE. 
  • Pabrik polipropilena untuk memproduksi homopolymer, random copolymer, dan impact copolymer
  • Pabrik stirena monomer yang terletak secara strategis untuk memenuhi permintaan industri hilir.
  • Pabrik butadiena berkapasitas 137 KTA untuk memproduksi raffinate-1 dan butadiena.
  • Pabrik MTBE dan Butene-1 berkapasitas 128 KTA dan 43 KTA.

Tidak hanya di Indonesia, Chandra Asri Group juga memiliki kilang minyak di Jurong, Singapura, di bawah Aster yang merupakan anak perusahaan Chandra Asri Group yang diakuisisi pada tahun 2025 bersama Glencore. 

Aster memiliki kilang dengan kapasitas 237.000 barel minyak per hari, ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun, dan aset kimia hilir lainnya. 

Demikian informasi terkait segmentasi industri minyak dan gas yang bisa Anda pelajari. Setiap segmentasi memiliki proses operasionalnya masing-masing dan penting untuk pengolahan hidrokarbon menjadi produk konsumen. 

Untuk kebutuhan bahan kimia hilir, Anda bisa memercayakannya pada Chandra Asri Group dan Aster! Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan bahan kimia berkualitas!

Baca juga: Mengenal Reservoir Minyak Bumi dalam Industri Migas