Logo Chandra Asri
Keselamatan kerja di kilang minyak

26-02-2026

Keselamatan Kerja di Kilang Minyak, Tantangan, dan Prosedur

Untuk memastikan keselamatan pekerja dan proses operasional yang optimal, setiap perusahaan harus menerapkan kebijakan K3, tak terkecuali di industri pengolahan minyak dan gas. Bekerja di industri ini memiliki tantangannya tersendiri, baik di segmen hulu, midstream, dan hilir. 

Artikel ini membahas panduan keselamatan kerja di kilang minyak serta prosedurnya. Jadi, baca artikel ini hingga akhir untuk mempelajari informasinya!

Tantangan Bekerja di Kilang Minyak

Tantangan Bekerja di Kilang Minyak

Setiap pekerjaan memiliki tantangan dan risikonya masing-masing sehingga perusahaan dan karyawan harus patuh terhadap peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

Tidak hanya K3, perusahaan dan tim internalnya harus mematuhi UU Keselamatan Kerja serta regulasi yang mendukung, seperti Permenaker Nomor 11 Tahun 2023. Peraturan ini menjelaskan tentang keselamatan dan kesehatan kerja di ruang terbatas (tangki, cerobong, terowongan, jaringan pipa, sumur, dan lain-lain), termasuk prosedur kerja yang aman.

Sebenarnya, tantangan seperti apa yang dihadapi karyawan pada sektor minyak, gas, dan petrokimia? Berikut adalah rinciannya:

  • Terpapar bahan kimia dari proses pengolahan minyak bumi atau gas alam. Bahan kimia adalah zat berbahaya utama pada kilang minyak yang harus diatur dalam sistem manajemen kesehatan kerja. 
  • Risiko kebakaran dan ledakan. Hampir semua jenis bahan kimia di pabrik dan kilang minyak mudah terbakar. Alhasil, semua refinery harus merancang sistem perlindungan terhadap kebakaran dan ledakan yang efektif. 
  • Lingkungan kerja yang ekstrem. Kilang minyak adalah salah satu lingkungan kerja yang cukup berisiko di segmen industri minyak dan gas. Suhu operasionalnya bisa cukup tinggi dan medannya cukup menantang, terlebih jika Anda harus bekerja di lepas pantai
  • Risiko alat dan tekanan tinggi. Alat-alat yang digunakan di kilang minyak umumnya berat dan bertekanan tinggi sehingga pekerja harus ahli dalam mengoperasikannya, alat harus dalam kondisi prima, dan perusahaan harus mengeluarkan prosedur keselamatan yang rinci. 
  • Perawatan alat secara khusus. Banyak kecelakaan kerja di kilang minyak terjadi karena alat yang gagal berfungsi. Oleh karena itu, perawatan alat harus termasuk perencanaan, prosedur, dan penjadwalan yang hati-hati untuk memastikan keamanan alat. 

Selain tantangan-tantangan tersebut, pekerja di kilang minyak juga rentan terhadap risiko pekerjaan yang disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  • Lemahnya sistem manajemen keamanan dan keselamatan kerja, seperti prosedur yang tidak sesuai standar. 
  • Kondisi yang tidak aman akibat mesin yang tidak berfungsi secara normal. 
  • Lingkungan kerja yang kurang memadai, seperti ruangan gelap, bising, licin, atau kotor. 
  • Tindakan tidak aman, seperti tidak menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD), tidak mengikuti prosedur pekerjaan dan keselamatan yang diterapkan, ceroboh dalam bekerja, serta tidak bertanggung jawab atas tugasnya. 

Baca juga: Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ini Tujuan dan Strateginya

Prosedur Keselamatan Kerja di Kilang Minyak

Prosedur Keselamatan Kerja di Kilang Minyak

Untuk mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja, terdapat sejumlah tindakan dan prosedur yang bisa dijalani, di antaranya:

1. Mempelajari Bahan Kimia yang Digunakan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu tantangan pekerjaan di industri minyak dan gas adalah terpapar bahan kimia. Untuk mengurangi dampak dan risiko paparan, karyawan perlu memahami bahan-bahan kimia di sekitar mereka. 

Pastikan karyawan mengetahui jenis, manfaat, bahaya, karakteristik, dan wujud bahan. Mereka juga perlu mengetahui nilai ambang batas pencemaran dan dosis aman paparan bahan kimia tersebut.  

Kemudian, karyawan harus mengerti jenis-jenis bahan kimia yang mudah terbakar, titik nyalanya, titik bakarnya, dan hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran akibat bahan kimia. 

2. Regulasi Keamanan di Kilang Minyak

Perusahaan harus mematuhi regulasi nasional dan internasional dalam mengoperasikan kilang minyak, seperti ISO 45001 yang merupakan sistem manajemen K3 dunia, Permenaker Nomor 11 Tahun 2023, SNI 13-6910-2002 tentang Operasi Pengeboran Darat dan Lepas Pantai, serta PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). 

3. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Lengkap

APD adalah peralatan penting untuk bekerja, khususnya di kilang minyak dan kawasan pabrik. APD yang digunakan juga harus sesuai standar, misalnya NFPA 70E (perlindungan dari sengatan listrik). Berikut adalah beberapa APD yang wajib dikenakan:

  • Helm untuk melindungi kepala dari benturan dan percikan api. 
  • Sepatu safety untuk melindungi diri dari aliran listrik, minyak, dan benturan. 
  • Sarung tangan agar tidak berkontak langsung dengan bahan kimia berbahaya. 
  • Coverall untuk melindungi tubuh dari percikan api dan cipratan bahan kimia. 
  • Masker khusus untuk menahan gas beracun, uap, dan asap. 
  • Kacamata khusus untuk melindungi mata dari paparan bahan kimia atau serpihan berbahaya. 

4. Mengadakan Pelatihan

Setiap karyawan yang bekerja di situs tambang atau kilang minyak harus menerima pelatihan khusus di awal masa kerjanya, seperti pelatihan safety induction, dan harus dipastikan lolos pelatihan dengan sertifikat yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Lalu, perusahaan harus mengadakan simulasi dan pelatihan kegentingan beberapa kali dalam setahun untuk memastikan semua karyawan memahami cara menghadapi kondisi gawat darurat dan setiap alat keselamatan masih berfungsi secara normal. 

Baca juga: Mengenal Green Building, Fungsi, Manfaat, dan Contohnya

Praktik Keselamatan Kerja di Industri Petrokimia

Praktik Keselamatan Kerja di Industri Petrokimia

Keselamatan kerja di kilang minyak adalah salah satu prioritas penting yang harus dipahami oleh perusahaan dan karyawan. Tujuan keselamatan kerja adalah untuk meningkatkan efektivitas perlindungan karyawan, menciptakan tempat kerja yang aman, serta mencegah kecelakaan kerja. 

Contoh penerapan keselamatan kerja di industri petrokimia adalah Chandra Asri Group yang mengimplementasikan sejumlah program, di antaranya:

1. Alat Perlindungan Diri (APD) Dasar dan Khusus

Setiap karyawan harus menggunakan APD dasar dan khusus ketika bekerja. APD dasar yang diwajibkan di kawasan kerja Chandra Asri Group adalah baju lengan panjang, safety goggles, safety helmet, dan safety shoes

Lalu, APD khusus yang dikenakan pada kondisi-kondisi tertentu adalah masker, body harness, sarung tangan, coverall, dan earmuff

2. PAUSE

Chandra Asri Group sebagai #YourGrowthPartner tidak hanya mengedepankan kualitas produk, tetapi juga keselamatan kerja di kawasan bisnis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk framework PAUSE. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Pause (P): Berhenti sejenak ketika merasa ragu dalam bekerja untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. 
  • Assess (A): Mengamati area kerja dan mengidentifikasi risiko bahaya sebelum memulai pekerjaan. 
  • Understand (U): Memahami prosedur kerja yang aman setelah melakukan asesmen area kerja. 
  • Share (S): Membagikan informasi cara mengerjakan tugas dengan aman. 
  • Execute (E): Menjalankan tugas dengan aman. 

3.  Program K3 dan Perawatan Lainnya

Selain dua prosedur wajib di atas, Chandra Asri Group juga melakukan beberapa program penunjang keselamatan kerja, seperti:

  • Work Observation untuk memastikan keselamatan kerja sesuai dengan prosedur K3L.
  • Annual Refreshment Training untuk menekan angka kecelakaan kerja setiap tahunnya.
  • Pelatihan Safety Induction untuk pengenalan safe work permit, risiko kerja ketinggian, dan lain-lain. 
  • Mengadaptasi sistem pelaksanaan Safety Best Practice dan Turn-Around Maintenance (TAM).
  • Program Behavior-Based Safety (BBS) Plus untuk melaporkan kondisi kerja di pabrik dan menyebarkan semangat kerja dengan selamat untuk para pekerja di lingkup pabrik maupun kantor. 
  • Program BBS Office untuk mengembangkan rencana transformasi perilaku karyawan dari kondisi tidak aman menjadi aman. 

Itulah informasi tentang keselamatan kerja di kilang minyak dan sejumlah program yang dijalankan oleh Chandra Asri Group untuk memastikan keamanan di lingkungan kerja. 

Chandra Asri Group menerapkan beberapa program keselamatan kerja untuk memastikan setiap karyawan terpenuhi haknya, dapat melakukan kewajibannya dengan aman, melakukan proses operasional dengan optimal, dan menghasilkan produk-produk sesuai dengan standar industri. 

Jadi, jangan ragu untuk memercayakan kebutuhan bahan kimia, energi, dan infrastruktur perusahaan Anda pada Chandra Asri Group!

Baca juga: Mengenal Operation and Maintenance (O&M) dalam Perusahaan