
27-03-2026
Industri kimia kerap berkutat dengan dangerous goods sehingga memerlukan peralatan yang aman. Hal ini dikarenakan bahan kimia dapat meledak, menjadi korosif, atau terbakar jika tidak disimpan dengan baik.
Salah satu peralatan yang sering digunakan di pabrik adalah tangki penyimpanan bahan kimia. Tangki ini didesain untuk mencegah kebocoran dan dampak lainnya dari bahan kimia. Untuk mempelajari fungsinya, baca artikel ini hingga akhir!

Tangki penyimpanan bahan kimia adalah wadah yang dirancang untuk menyimpan dan mendistribusikan bahan kimia. Tangki ini dibangun secara khusus sehingga bahan kimia yang tersimpan di dalamnya tetap aman dari faktor eksternal yang bisa memengaruhi kualitasnya.
Tidak hanya itu, tangki ini juga mencegah dampak yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan, seperti ledakan, percikan, reaksi kimia, kebocoran, dan lain sebagainya.
Tempat penyimpanan bahan kimia sering digunakan pada kilang minyak untuk menyimpan LPG, produk minyak bumi, dan bahan kimia lainnya. Selain itu, tangki ini juga digunakan untuk menyimpan polimer lateks, asam, pelumas, pelapis, air panas, dan pengawet makanan.
Untuk keperluan industri, tangki penyimpanan ini dapat dibangun di atas atau di bawah tanah tergantung pada bahan kimia yang diproses. Beberapa jenis tangki juga memiliki area insulasi untuk menjaga suhu bahan kimia selama disimpan.
Baca juga: Klasifikasi Produk Petrokimia dan Kegunaannya di Industri

Tangki penyimpanan bahan kimia dikategorikan berdasarkan materialnya. Adapun jenis-jenisnya adalah sebagai berikut:
Tangki fiberglass (fiberglass-reinforced plastic/FRP) terbuat dari komposit yang diperkuat dengan serat kaca sehingga tahan terhadap korosi. Keuntungan tangki ini adalah ringan dan kuat.
Jenis tangki ini biasanya digunakan untuk menyimpan bahan kimia agresif serta memerlukan ketahanan terhadap lingkungan korosif dan suhu ekstrem.
Meski kuat, ringan, dan tahan korosi, tangki ini memerlukan perawatan yang intens karena tetap rentan terhadap korosi seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa tangki FRP umumnya memiliki biaya operasional yang lebih mahal daripada tangki lain.
Tangki baja paduan nikel (nickel-alloy steel) menjadi salah satu primadona tangki penyimpanan bahan kimia karena kuat dan tahan korosi. Tangki ini memiliki performa yang tinggi, mudah dipindahkan, tahan lama, dan bisa menyimpan berbagai macam bahan kimia.
Tangki stainless steel terkenal dengan ketahanannya terhadap karat dan korosi serta kemampuannya dalam menahan suhu tinggi. Tangki ini dilengkapi dengan perpaduan besi, kromium, dan komponen lainnya yang membentuk lapisan tipis di permukaan tangki. Lapisan ini melindungi tangki dari korosi.
Tangki stainless steel juga menjadi salah satu pilihan tempat penyimpanan bahan kimia yang paling populer karena tahan terhadap tekanan dan volume tinggi. Tangki ini cocok untuk menyimpan asam, basa, dan pelarut.
Polietilena (PE) adalah salah satu material yang paling sering digunakan untuk membuat tangki penyimpanan bahan kimia berkat daya tahannya, kekuatannya, dan ketahanannya terhadap bahan kimia.
PE juga tahan terhadap korosi sehingga bisa menyimpan bahan kimia agresif, asam, pelarut, dan basa. Tangki PE yang berada di pasaran biasanya adalah tangki HDPE, cross-linked polyethylene, dan LLDPE. Tangki LLDPE biasanya lebih terjangkau, tetapi tidak sekuat tangki PE lainnya.
Selain PE, polipropilena (PP) juga menjadi material umum untuk tangki penyimpanan bahan kimia. Polimer termoplastik ini juga tahan terhadap sejumlah bahan kimia.
Tangki PP cocok untuk menyimpan bahan kimia yang memerlukan suhu tinggi, seperti uap dan air panas, karena bisa menahan suhu hingga 160 derajat Celsius.
Tangki baja karbon terbuat dari perpaduan besi dan karbon sehingga kuat dan dapat menahan suhu tinggi. Tangki baja karbon dinilai lebih terjangkau dibandingkan dengan stainless steel.
Walau begitu, tangki ini juga memiliki sejumlah kekurangan, seperti lebih rentan terhadap korosi, sehingga memerlukan perawatan yang intensif. Meski tidak ideal untuk penyimpanan bahan kimia yang korosif, tangki ini ideal untuk membawa bahan kimia yang mudah terbakar, seperti bahan bakar dan minyak.
Selain terbagi berdasarkan materialnya, tangki penyimpanan bahan kimia juga memiliki orientasi yang beragam, seperti vertikal, horizontal, dan persegi.
Tangki vertikal cocok untuk menyimpan bahan kimia curah di area yang tidak terlalu luas. Sementara itu, jika Anda mencari tangki untuk area yang tidak terlalu tinggi dan bisa ditransportasikan dengan mudah, Anda bisa memilih tangki horizontal.
Kemudian, untuk tampilan yang lebih compact dan memanfaatkan area dengan maksimal, Anda bisa memilih tangki berbentuk persegi.
Baca juga: 9 Hasil Olahan Minyak Bumi dan Manfaatnya!

Memilih tangki penyimpanan tidak bisa sembarangan karena salah penanganan dapat menyebabkan dampak yang membahayakan, seperti pencemaran lingkungan dan keracunan. Berikut ini adalah tips yang bisa diikuti:
Tips yang perlu Anda pelajari adalah memahami standar dan regulasi yang berlaku. Hal ini termasuk lokasi tangki, struktur tangki, dan penanganan apabila terjadi kebocoran atau kecelakaan.
Tidak hanya itu, tangki harus diletakkan di atas alas berupa beton atau tanggul baja agar lebih aman, memiliki ventilasi yang baik, serta memiliki area yang pas untuk melakukan perawatan.
Setiap bahan kimia memiliki karakteristiknya masing-masing, seperti bersifat sangat asam, mudah terbakar, atau korosif. Sejumlah bahan kimia juga perlu disimpan dengan suhu tertentu. Dari karakteristik tersebut, Anda bisa memilih tangki yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Setelah menentukan tangki yang cocok untuk bahan kimia yang akan disimpan, Anda perlu menentukan kapasitasnya untuk mencegah kebocoran atau meluber akibat overload. Pastikan juga kapasitas dan material tangki sesuai dengan SOP penyimpanan bahan kimia.
Tangki yang akan digunakan harus memenuhi standar keselamatan dan sertifikasi sesuai dengan bahan kimia yang akan diangkut. Misalnya, jika bahan kimia mudah terbakar, Anda bisa memilih tangki dengan standar American Petroleum Institute (API).
Tangki penyimpanan bahan kimia adalah salah satu peralatan yang perlu dipilih dengan cermat sesuai dengan zat yang akan disimpan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan. Tangki juga perlu dirawat secara rutin untuk mengecek fungsinya.
Namun, Anda tidak perlu khawatir jika memercayakan penyimpanan bahan kimia pada Chandra Asri Group! Sebagai #YourGrowthPartner, Chandra Asri Group, melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN) dan PT Redeco Petrolin Utama, menawarkan solusi kepelabuhan dan penyimpanan bahan baku petrokimia yang andal!
CPN mengelola 53 tangki berkapasitas hingga 518.000 m3 yang terdiri dari tangki atmosferik untuk bahan kimia cair dan tangki bertekanan untuk bahan kimia gas cair. Lebih lanjut, PT Redeco Petrolin Utama mengoperasikan 72 tangki berkapasitas 130.000 kiloliter.
Selain tangki, Chandra Asri Group sebagai perusahaan solusi kimia, energi dan infrastruktur terdepan di Asia Tenggara juga mengoperasikan dermaga, stasiun pengisian bahan bakar terpusat, stasiun customer order service, oil boom untuk menangani tumpahan minyak, serta dermaga khusus untuk sejumlah bahan kimia.
Jadi, perusahaan Anda tidak perlu khawatir tentang penyimpanan bahan kimia industri. Serahkan pada Chandra Asri Group!
Baca juga: 17 Produk Kimia Rumah Tangga dan Cara Menyimpannya