Logo Chandra Asri
potensi energi terbarukan

26-02-2026

Potensi Energi Terbarukan di Indonesia dan Tantangannya

Sebagai negara kepulauan dengan banyak sumber daya, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar. Sejumlah energi alternatif yang bisa dikembangkan adalah energi surya, air, angin, dan bioenergi. 

Sebenarnya, seberapa besar potensi energi terbarukan di Indonesia? Artikel ini mengupas tuntas peta potensi energi terbarukan di Indonesia dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam pengembangannya. Untuk itu, simak informasinya berikut ini. 

Potensi Energi Terbarukan di Indonesia

Potensi Energi Terbarukan di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang ekonominya bertumbuh pesat. Hal ini selaras dengan kebutuhan energi di Nusantara yang semakin meningkat pula. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan target berkelanjutan untuk memenuhi net-zero emission pada tahun 2060. 

Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, sebagaimana yang dikutip pada siaran pers yang dirilis pada 4 Februari 2023, menjelaskan bahwa potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia sangatlah banyak. 

Potensi ini didukung oleh adanya energi surya, angin, bioenergi, panas bumi, dan air yang tersedia secara berkelanjutan. Lautan Indonesia pun bisa membuka peluang pengembangan energi terbarukan

Rida Mulyana menambahkan bahwa kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia mencapai 81,2 GW pada tahun 2022, sedangkan potensi energi terbarukan yang bisa dikembangkan mencapai sekitar 3.700 GW. 

Lebih lanjut, International Energy Agency (IEA) mengungkapkan bahwa 60% energi listrik yang digunakan di Indonesia saat ini berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan 20%-nya berasal dari gas alam. 

Lalu, Ember menambahkan bahwa 80% sumber energi listrik di Indonesia didapatkan dari bahan bakar fosil dan 20%-nya berasal dari energi bersih pada tahun 2022. 

Faktanya, sumber daya energi terbarukan di negara ini sangatlah melimpah. Itulah mengapa pemerintah mulai melakukan sejumlah upaya untuk mengembangkannya, salah satunya dengan menargetkan 23% pangsa energi terbarukan dalam bauran listrik pada tahun 2025. 

Baca juga: Mengenal Energi Bersih, Manfaatnya, dan Jenis-Jenisnya

Potensi Energi Terbarukan Berdasarkan Porsi Setiap Energi

Potensi Energi Terbarukan Berdasarkan Porsi Setiap Energi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya energi terbarukan yang bisa dikembangkan. Menurut Institute for Essential Service Reform (IESR), PLTS memiliki potensi yang paling besar menurut teknologi, yaitu sekitar 48,2%

Potensi kapasitas energi terbarukan di Indonesia

Hal ini dikarenakan Indonesia terletak di garis khatulistiwa dengan paparan sinar matahari yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara subtropis. Pemasangannya pun cukup mudah serta hadir dalam berbagai jenis, seperti panel surya terapung dan panel surya atap. 

Terkait panel surya, Chandra Asri Group sebagai #YourGrowthPartner melalui Krakatau Chandra Energi menawarkan solusi energi berupa panel surya off-gridon-grid, dan hybrid

Panel surya off-grid menggunakan baterai untuk menyimpan energi; on-grid terhubung langsung ke jaringan listrik tanpa baterai; sedangkan hybrid merupakan gabungan keduanya.

Chandra Asri Group juga membangun PLTS atap dengan kapasitas 102 kWp pada Juli 2020 di atas main station Krakatau Chandra Energi. 

Selain PLTS, Indonesia juga memiliki potensi yang melimpah pada sumber daya air sehingga PLTA juga bisa menjadi opsi energi terbarukan lainnya.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum menerangkan bahwa total potensi sumber daya air di Indonesia mencapai 3,9 triliun m³. Meski begitu, hanya sekitar 15 miliar m³ yang sudah dikelola. Padahal, potensi PLTA di Indonesia mencapai 75 GW. 

Terkait porsi PLTA dalam produksi listrik, IEA menjelaskan bahwa produksinya di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 24.590 GWh, lebih besar daripada panel surya yang hanya 713 GWh dan energi angin sekitar 481 GWh. 

Sumber energi terbarukan di Indonesia

Dari grafik di atas, terlihat pula bahwa energi panas bumi memiliki potensi yang cukup besar. Menurut data evolusi produksi listrik di atas, energi panas bumi memproduksi listrik sebesar 16.936 GWh atau sekitar 39,6% dari total produksi listrik terbarukan.

Dari data-data di atas, dapat disimpulkan bahwa energi terbarukan di Indonesia bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai energi alternatif sehingga Indonesia bisa mencapai target net-zero emission dan tidak sepenuhnya bergantung pada energi fosil.

Baca juga: 6 Kelebihan Energi Terbarukan dan Potensinya di Dunia

Tantangan Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Tantangan Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memanfaatkan energi terbarukan. Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menyebutkan bahwa Indonesia berencana untuk memasang 42,6 GW energi terbarukan pada tahun 2034 yang didominasi oleh panel surya.

Oleh karena itu, pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat harus mempercepat investasi pada teknologi energi terbarukan. Untuk bisa mencapai target kapasitas pemasangan energi terbarukan sebesar 75 GW pada tahun 2040, Indonesia perlu memasang setidaknya 5 GW energi terbarukan setiap tahunnya selama 15 tahun. 

Walau begitu, pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kesadaran akan potensi energi bersih di Indonesia, terbatasnya lahan, serta tingginya biaya operasional. 

International Energy Agency (IEA) menerangkan bahwa untuk mendukung ekonomi berkelanjutan, Indonesia harus meningkatkan kerangka investasi energi terbarukan dan reformasi yang menarik tingkat modal pribadi yang lebih tinggi. 

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan stakeholder dan pemerintah untuk mendukung potensi energi terbarukan? Mereka dapat mulai berinvestasi pada proyek panel surya serta mempersiapkan pengecekan tender yang transparan dan penawaran kontrak berorientasi komersial untuk proyek energi terbarukan. 

Mereka juga bisa memusatkan kontrak proyek pada otoritas publik yang kredibel secara finansial sehingga bisa memberikan nilai dan hasil dalam jangka panjang. 

Demikian informasi terkait potensi energi terbarukan di Indonesia yang bisa disimak. Dapat disimpulkan bahwa energi bersih, seperti energi surya dan air, bisa menjadi alternatif energi fosil yang terus menyumbang emisi karbon ke atmosfer. 

Jika perusahaan Anda berencana untuk memasang panel surya, serahkan pada Chandra Asri Group dan Krakatau Chandra Energi! Kami menyediakan berbagai pilihan panel surya sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. 

Jadi, pastikan untuk memercayakan kebutuhan energi perusahaan Anda pada Chandra Asri Group dan Krakatau Chandra Energi!

Baca juga: 7 Contoh Energi Listrik dan Cara Menghasilkan Energinya