Logo Chandra Asri
polimer sintetis

14-03-2026

Polimer Sintetis: Keunggulan dan Bedanya dengan Polimer Alami

Polimer sintetis adalah bahan yang digunakan secara luas di berbagai sektor, seperti industri elektronik dan plastik. Polimer ini dibentuk melalui proses polimerisasi monomer. 

Lantas, apa saja kegunaannya dan perbedaannya dengan polimer alami? Artikel ini membahas seluk-beluk polimer sintetis. Jadi, pelajari informasi selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Polimer Sintetis?

Apa Itu Polimer Sintetis

Polimer sintetis adalah jenis polimer yang dibuat oleh manusia melalui serangkaian proses di laboratorium. Sebagai informasi, polimer adalah bahan yang terdiri dari unit struktural berulang bernama monomer. Polimer sintetis paling sederhana yang digunakan di industri adalah polietilena

Polimer sintetis sering disebut sebagai plastik serta terbagi menjadi dua kategori, yaitu termoplastik dan termoset. Termoplastik dapat dipanaskan dan didinginkan untuk dimodel kembali, sedangkan termoset tidak bisa dibentuk ulang. Sebagian besar polimer sintetis terbuat dari minyak bumi.

Polimer ini terdiri dari rantai monomer yang dihubungkan oleh ikatan kovalen serta bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, Anda bisa memodifikasinya agar fleksibel, elastis, tahan bahan kimia, transparan, dan mudah diolah dengan melakukan proses tertentu. 

Baca juga: Plastik Terbuat Dari Apa? Ini Bahan Dasar & Proses Buatnya

Karakteristik Polimer Sintetis

Karakteristik Polimer Sintetis

Karakteristik polimer sintetis ditentukan oleh struktur rantai yang membentuknya. Berikut adalah sejumlah karakteristik yang lazim ditemukan pada polimer sintetis:

  • Tahan bahan kimia: Sejumlah polimer sintetis, misalnya polipropilena (PP), tahan terhadap bahan kimia. Hal ini disebabkan oleh ikatan yang kuat dan rantai yang stabil. Itulah mengapa PP biasanya digunakan untuk membuat pipa dan pelapis. 
  • Memiliki ketahanan mekanis: Polimer sintetis dapat didesain agar bisa tahan terhadap benturan, tegangan tarik, dan tekanan. Polimer yang memiliki sifat ini biasanya memiliki ikatan kovalen dan struktur amorf atau kristalin. Contoh polimer sintetis yang memiliki sifat ini adalah plastik HDPE
  • Cocok untuk insulasi panas dan listrik: Polimer sintetis juga bisa dirancang untuk kebutuhan insulasi panas dan listrik. Polimer yang memiliki sifat ini adalah polietilena (PE) dan polipropilena (PP). Keduanya memiliki struktur molekul nonpolar (dua atom memiliki elektron yang seimbang) sehingga bisa mendukung insulasi kabel. 
  • Fleksibel dan elastis: Beberapa polimer memiliki sifat yang elastis sehingga bisa kembali ke bentuk semula setelah mendapat tekanan. Contoh polimer dengan sifat ini adalah polibutadiena (BR). 
  • Mengilap dan transparan: Polimer seperti polikarbonat (PC) memiliki transparansi dan kilap yang tinggi berkat strukturnya yang dapat ditembus cahaya. Itulah mengapa PC lebih sering digunakan untuk membuat lensa kacamata dan jendela.  

Jenis-Jenis Polimer Sintetis

Jenis-Jenis Polimer Sintetis

Terdapat beragam contoh polimer sintetis yang digunakan di sektor manufaktur, khususnya untuk membuat produk-produk yang bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari, di antaranya:

1. Polivinil Klorida (PVC)

Polivinil klorida adalah salah satu plastik yang diproduksi secara massal untuk berbagai kebutuhan. Bahan ini terbentuk dari natrium klorida, minyak bumi atau gas alam, karbon, dan hidrogen. Statista mencatat bahwa nilai pasar PVC secara global mencapai 68,3 miliar dolar, dengan sektor konstruksi sebagai industri yang paling banyak memanfaatkan PVC.

PVC dinilai cocok sebagai alternatif tembaga dan besi karena kuat dan lebih terjangkau. Contoh pemanfaatan PVC adalah pipa air dan insulasi kabel listrik. 

2. Nilon

Nilon atau poliamida memiliki sifat hidrofilik (mudah menyerap air). Bahan ini sering digunakan pada industri tekstil sebagai bahan baku kain serta industri konstruksi untuk membuat tali dan senar. 

3. Polietilena (PE)

Polietilena adalah polimer sintetis paling sederhana secara kimia karena terbentuk dari unit hidrogen berulang yang linear. Sama seperti PVC, polietilena diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan manufaktur. 

Berdasarkan data dari Statista, volume pasar PE termoplastik mencapai 110,13 juta ton metrik secara global. Pada tahun 2030, volumenya diperkirakan menyentuh angka 135,05 juta ton metrik. 

Polietilena sering digunakan untuk membuat botol plastik, kantong plastik, wadah makanan, dan lain sebagainya. Polimer PE diolah kembali menjadi berbagai macam plastik, seperti LDPE, HDPE, dan LLDPE. 

Terkait HDPE dan LLDPE, Chandra Asri Group sebagai #YourGrowthPartner dan perusahaan solusi kimia terkemuka di Asia Tenggara menyediakan resin PE “Asrene®”. Resin ini telah mendapatkan sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Selain itu, kami juga menawarkan HDPE dan etilena melalui anak usaha yang berbasis di Singapura, yaitu Aster. Aster memiliki ethylene cracking complex yang siap untuk memasok bahan baku kimia untuk keperluan industri perusahaan Anda. 

4. Polipropilena (PP)

PP adalah polimer sintetis yang paling ringan dan kristalin. PP juga merupakan plastik yang banyak digunakan secara global seperti PVC dan PE. Polimer termoplastik ini dimanfaatkan untuk memproduksi wadah plastik, kemasan, dan komponen kendaraan. 

Chandra Asri Group juga menyediakan PP berkualitas tinggi di bawah merek dagang Trilene® yang dipantau dan diuji secara ketat untuk memastikan kualitasnya. Lini produk ini di antaranya adalah random kopolimer, homopolimer, dan impact copolymer

Baca juga: Apa Itu LLDPE, Kegunaan, Sifat, dan Bedanya dengan LDPE

5. Polyethylene Terephthalate (PET)

Plastik PET berasal dari reaksi polikondensasi etilena glikol dan asam tereftalat. PET termasuk kelompok poliester yang lazim digunakan untuk membuat botol plastik air minum dalam kemasan (AMDK). 

6. Polistirena (PS)

PS adalah termoplastik amorf yang umumnya transparan dan linear. Polistirena sering digunakan untuk insulasi, kemasan makanan, dan mainan. 

Perbedaan Polimer Alam dan Polimer Sintetis

Perbedaan Polimer Alam dan Polimer Sintetis

Tahukah Anda? Ternyata, polimer juga bisa berasal dari proses alami. Umumnya, polimer sintetis berasal dari minyak bumi dan diolah dengan proses di laboratorium. Sementara itu, polimer alami dapat berasal dari tumbuhan dan hewan, misalnya serat sutra, pati, protein, selulosa, dan serat wol. 

Contoh umum dari polimer alami dan polimer sintetis adalah karet. Anda mungkin sudah tahu bahwa karet bisa diproduksi secara alami dan sintetis. Karet alami berasal dari getah pohon karet, sedangkan karet sintetis berasal dari proses polimerisasi monomer. 

Untuk pemakaian industri saat ini, karet sintetis lebih banyak dipilih karena sejumlah monomer bisa dicampurkan dan diolah untuk menciptakan berbagai macam produk dengan beragam karakteristik. 

Artinya, Anda bisa “meramu” bahan baku karet sintetis untuk mencapai sifat yang diinginkan, misalnya elastis atau kuat. Di sisi lain, karet alami kurang tahan lama karena berasal dari getah pohon organik, yang berarti ia lebih mudah busuk. 

Contoh lain dari polimer alami adalah pati. Pati dapat menjadi cadangan makanan untuk tumbuhan. Polimer pati tersusun atas ratusan monomer – D – glukosa yang bergabung melalui ikatan glikosidik (ikatan kovalen yang menggabungkan gula dengan gugus lain).

Itulah informasi tentang polimer sintetis yang bisa dipelajari. Polimer sintetis adalah salah satu bahan penting dalam sektor manufaktur karena merupakan bahan dasar beragam produk, seperti pipa air, wadah makanan, dan komponen otomotif. 

Jika Anda membutuhkan polimer sintetis untuk keperluan industri, jangan ragu untuk memercayakannya pada Chandra Asri Group dan Aster. Hubungi kami untuk membangun kolaborasi!

Baca juga: Bahan Sintetis: Karakteristik, Jenis dan Prosesnya