
26-02-2026
Manajemen rantai pasok adalah salah satu aspek fundamental bagi perusahaan, terlebih di tengah pasar yang semakin kompetitif ini. Tujuan manajemen rantai pasok adalah untuk menyelaraskan proses operasional, mulai dari perencanaan hingga distribusi produk, sehingga siklusnya terus berputar dengan lancar.
Lalu, apa saja tujuan manajemen rantai pasok lainnya? Artikel ini membahas tujuan dan pendekatan manajemen rantai pasok secara mendalam. Jadi, baca informasinya berikut ini.

Manajemen rantai pasok atau supply chain management (SCM) adalah koordinasi antara seluruh alur produksi perusahaan yang mengelola informasi serta aliran barang hingga ke konsumen akhir.
Manajemen rantai pasok kini semakin krusial berkat ekspansi pasar internasional, di mana setiap perusahaan dapat terhubung satu sama lain meskipun berasal dari negara yang berbeda. Statista mencatat bahwa pada tahun 2024, pasar manajemen rantai pasok dunia menyentuh angka 25 miliar dolar.
SCM memastikan hubungan pemasok dan produsen tetap erat, khususnya dalam distribusi produk ke tangan pelanggan. Lebih lanjut, berikut ini adalah sejumlah tujuan manajemen rantai pasok yang bisa dipelajari:
Manajemen rantai pasok bertujuan untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran. Dengan menggunakan sistem yang terintegrasi, SCM memastikan bahwa stok yang ada di gudang dapat memenuhi permintaan yang terus masuk. Apabila terjadi kekurangan stok, perusahaan dapat langsung melakukan pengadaan barang untuk melanjutkan produksi.
Karena koordinasi dilakukan secara efisien, biaya operasional dapat ditekan sebaik mungkin, khususnya pada sektor distribusi dan produksi. Manajemen rantai pasok dapat merencanakan distribusi seefisien mungkin dengan mempertimbangkan moda transportasi, rute distribusi, dan manajemen logistik lainnya.
Perencanaan yang matang dan eksekusi yang tepat akan memudahkan pelanggan untuk mendapatkan barang atau jasa yang mereka butuhkan. Hal ini tentu akan meningkatkan kepuasan konsumen atas layanan yang diberikan.
Tidak hanya itu, SCM juga mengidentifikasi masalah yang memengaruhi kepuasan pelanggan serta mencegah kesalahan yang sama terulang kembali.
Baca juga: Apa Itu Cold Chain dan Peran Pentingnya pada Rantai Pasok
Salah satu tujuan utama manajemen rantai pasok adalah untuk mengembangkan bisnis dan mempertahankannya di tengah persaingan pasar yang ketat. Perusahaan dituntut untuk menyediakan produk atau layanan dengan harga yang terjangkau, bervariasi, tepat waktu, dan berkualitas agar bisa terus “dipilih” oleh konsumen, tanpa mengorbankan visi-misi perusahaan.
Oleh karena itu, manajemen yang terintegrasi dari proses pengadaan bahan baku hingga distribusi produk dibutuhkan agar perusahaan terus bisa menjawab kebutuhan pelanggan.
Rantai pasok kerap menghadapi sejumlah tantangan, seperti disrupsi rantai pasok dan kekurangan stok. Oleh karena itu, SCM membantu untuk memitigasi dan mengantisipasi risiko tersebut dengan memantau proses bisnis yang berjalan serta memastikan seluruh prosedur yang dijalankan sesuai dengan standar perusahaan.

Terdapat sejumlah pendekatan strategis yang bisa dilakukan untuk mengelola rantai pasok berdasarkan tujuan jangka panjang, kebutuhan, dan prioritas perusahaan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
Pendekatan ini berbasis data dan bertujuan untuk mengurangi variabilitas dan cacat dalam proses rantai pasok. Six Sigma menggunakan data dan statistik untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan secara efektif.
Metode ini bisa dilakukan dengan DMAIC, yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Anda perlu mengidentifikasi masalah pada rantai pasok, menghitungnya, menemukan sebabnya, mengimplementasikan solusi, dan menjaga solusi agar rantai pasok tetap berjalan.
Metode ini merespons perubahan pasar dan permintaan pelanggan dengan cepat. Contoh manajemen rantai pasok ini adalah dengan menerapkan kontrak yang fleksibel pada pemasok, memproduksi batch produk dengan cepat, dan mengisi ulang produk dengan cepat.
Resilient SCM berfokus untuk membangun rantai pasok yang bisa beradaptasi dengan perubahan pasar atau kondisi serta disrupsi mendadak. Pendekatan ini mengidentifikasi risiko-risiko yang berpotensi mengganggu alur rantai pasok dan mengembangkan strategi pencegahan yang cocok.
TQM bertujuan untuk meningkatkan kualitas keseluruhan rantai pasok agar kepuasan konsumen ikut meningkat. Contoh praktik yang bisa dilakukan adalah menerapkan standar proses operasional untuk menunjang kualitas produk dan memantau kualitas pemasok.
Baca juga: Apa Itu Shipping Instruction dan Fungsinya pada Logistik
Dengan semakin berkembangnya teknologi, perangkat lunak dan aplikasi SCM terus bermunculan. Statista memprediksi bahwa pasar manajemen rantai pasok dunia akan berkembang pesat hingga dua kali lipat, begitu pula pasar perangkat lunak SCM yang memiliki kecenderungan perkembangan yang cepat.
Manajemen rantai pasok digital memanfaatkan machine learning, Internet of Things, dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan segala aspek SCM, termasuk perencanaan, manajemen logistik, dan prediksi bisnis di masa depan.
Manajemen ini mengedepankan praktik yang mengurangi dampak lingkungan dari rantai pasok serta mendukung tanggung jawab sosial. Contohnya adalah dengan menerapkan ekonomi sirkular pada proses remanufacturing. Proses ini mengolah kembali produk yang sudah rusak menjadi produk baru, tetapi tidak mengorbankan kualitasnya.
LSCM adalah pendekatan yang berfokus pada mengurangi pemborosan, menyelaraskan proses operasional, dan menyampaikan nilai kepada konsumen. LSCM memprioritaskan efisiensi proses sehingga bisa mengurangi biaya operasional sembari meningkatkan kualitas produk dan jasa.
Dapat disimpulkan bahwa tujuan manajemen rantai pasok adalah untuk meningkatkan efisiensi proses operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, mencegah kerugian akibat disrupsi, dan memperluas jangkauan bisnis.
Salah satu komponen penting dalam rantai pasok adalah manajemen transportasi dan logistik. Jika perusahaan Anda membutuhkan layanan logistik untuk bahan kimia, Anda bisa mengandalkan Chandra Asri Group!
Melalui solusi logistik, Chandra Asri Group sebagai #YourGrowthPartner menawarkan layanan logistik laut dengan lebih dari 10 kapal pengangkut LPG dan bahan kimia berkapasitas hingga 106.650 DWT. Jumlah ini dapat meningkat seiring dengan akuisisi di masa depan.
Selain logistik laut, kami juga menyediakan logistik darat melalui PT SCG Barito Logistics dan PT Chandra Cold Chain dengan 155 armada truk sesuai kebutuhan. Kami juga mengelola gudang milik Chandra Asri Group dan klien lainnya di Cilegon dan kawasan Jawa.
Jadi, pastikan rantai pasok bahan kimia Anda tetap efisien dengan memilih solusi logistik yang andal! Hubungi kami sekarang!
Baca juga: Infrastruktur: Definisi, Jenis, dan Contohnya di Industri