Logo Chandra Asri
reforming adalah

17-03-2026

Apa Itu Reforming dalam Industri Petrokimia? Ini Jenisnya

Dalam proses pengolahan minyak bumi, tahap reforming adalah bagian yang sangat penting karena berperan mengolah minyak bumi menjadi produk akhir berkualitas. Istilah reforming umumnya terdengar pada proses pembuatan bahan bakar. 

Artikel ini membahas proses reforming pada industri petrokimia dan kimia serta jenis-jenisnya. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, cermati artikel ini hingga akhir!

Apa Itu Reforming?

Apa Itu Reforming

Reforming adalah proses mengubah molekul hidrokarbon berantai lurus menjadi bercabang. Proses ini kerap dilakukan untuk meningkatkan nilai oktan bensin sehingga cocok untuk mesin kendaraan. 

Kendaraan perlu mendapatkan bensin dengan oktan yang sesuai untuk mengoptimalkan pembakaran dan menghindari knocking, yaitu suara ketukan akibat pembakaran yang tidak sempurna. Knocking dapat merusak komponen internal kendaraan jika tidak segera ditangani. 

Tidak hanya meningkatkan nilai oktan bahan bakar, proses reforming juga dapat menghasilkan hidrokarbon aromatik dan hidrogen. 

Istilah reforming sering disandingkan dengan cracking. Keduanya adalah proses pengolahan minyak bumi yang krusial, tetapi memiliki perbedaan. Cracking adalah proses memecah molekul hidrokarbon menjadi lebih kecil, seperti etilena. 

Tujuan cracking adalah menghasilkan bahan baku petrokimia atau bahan bakar berkualitas. Sementara itu, reforming adalah proses mengubah struktur molekul hidrokarbon dengan tujuan untuk memproduksi aromatik dan meningkatkan nilai oktan bahan bakar. 

Baca juga: Apa Itu Refinery dan Mengapa Penting untuk Industri Migas?

Jenis-Jenis Reforming

Jenis-Jenis Reforming

Utamanya, terdapat dua jenis proses reforming, yaitu steam reforming dan catalytic reforming. Adapun penjelasan jenis reforming minyak bumi adalah sebagai berikut:

1. Steam Reforming

Steam reforming adalah metode produksi hidrogen yang paling umum karena prosesnya cukup hemat biaya. Pada proses ini, uap bereaksi dengan metana dengan adanya katalis berbasis logam (nikel) pada suhu tinggi (700–1.100 derajat Celsius). Hasil dari reaksi ini adalah hidrogen dan karbon monoksida. 

Reaksi kimia pada proses steam reforming bersifat endotermik atau mengonsumsi panas. Umumnya, steam reforming menggunakan metana, LPG, nafta, atau etana sebagai bahan baku. 

Cara kerja steam reforming adalah: pertama, hidrokarbon rantai panjang akan dipecah untuk membentuk metana, karbon monoksida, karbon dioksida, dan hidrogen. Proses pemecahan ini dilakukan dengan penambahan uap bersuhu hingga 500 derajat Celsius dan tekanan hingga 30 bar

Kemudian, metana bereaksi dengan air pada suhu sekitar 800–900 derajat Celsius dengan tekanan konstan. Untuk meningkatkan hasil hidrogen, karbon monoksida dapat diubah menjadi karbon dioksida dan lebih banyak hidrogen melalui reaksi water-gas shift. Reaksi ini meningkatkan produksi hidrogen dan mengurangi kadar karbon monoksida. 

2. Catalytic Reforming

Catalytic reforming adalah proses meningkatkan nilai oktan pada bahan baku nafta sehingga bensin memiliki kualitas yang baik. Proses ini juga menghasilkan senyawa aromatik, seperti toluena, benzena, dan xylene

Cara kerja catalytic reforming adalah nafta dicampur dengan hidrogen dan dipanaskan sebelum masuk ke reaktor. Campuran ini akan mengalami reaksi kimia pada suhu tinggi dengan kehadiran katalis pada reaktor. 

Reaksi kimia ini mengubah rantai lurus hidrokarbon pada nafta menjadi hidrokarbon aromatik yang memiliki nilai oktan yang lebih tinggi. Kemudian, hidrogen yang dihasilkan dari reaksi ini didinginkan untuk digunakan kembali pada siklus reforming selanjutnya. 

Sementara itu, residu atau bottom product dari proses ini dikirim ke fraksinator yang disebut debutanizer. Residu ini masih mengandung hidrokarbon ringan dan reformat. Di dalam debutanizer, residu ini diproses untuk menghilangkan fraksi ringan dan menghasilkan produk reformat akhir. 

Reformat ini adalah komponen bensin beroktan tinggi sehingga bisa dicampurkan ke bahan bakar lain, diekstraksi, atau digunakan secara langsung. Di sisi lain, fraksi ringan seperti butana diolah menjadi LPG. 

Baca juga: Fraksi Minyak Bumi & Urutannya dari Paling Ringan ke Berat

Kelebihan dan Kekurangan Reforming

Kelebihan dan Kekurangan Reforming

Proses reforming memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, di antaranya:

Kelebihan reforming:

  • Memproduksi hidrogen: Steam reforming dapat menghasilkan hidrogen yang kemudian digunakan sebagai bahan baku proses industri lainnya. 
  • Meningkatkan nilai oktan pada bahan bakar: Salah satu tujuan utama reforming adalah untuk menambah nilai oktan dan kualitas bensin. Bensin beroktan tinggi dapat meningkatkan performa dan efisiensi kendaraan. Meski begitu, penggunaan bensin beroktan tinggi harus disesuaikan dengan rasio kompresi karena apabila dipaksakan pada mesin berasio rendah, bensin akan sulit terbakar.
  • Menambah nilai ekonomi: Proses reforming dapat mengubah nafta ringan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti aromatik. 

Kekurangan reforming:

  • Proses reforming dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca. 
  • Proses ini membutuhkan energi yang cukup tinggi sehingga membebani biaya operasional perusahaan. 

Chandra Asri Group dan Aster, Solusi Bahan Kimia Industri

Reforming adalah salah satu tahapan pengolahan minyak bumi yang penting karena berfungsi untuk menambahkan nilai ekonomi pada produk akhir. Proses ini menghasilkan hidrokarbon aromatik yang dapat digunakan sebagai bahan baku proses industri lainnya serta meningkatkan nilai oktan bensin. 

Terkait aromatik, Chandra Asri Group, yaitu perusahaan solusi kimia, energi, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara, memproduksi stirena monomer, etilbenzena, dan toluena.

Stirena monomer adalah bahan baku polistirena dan sejumlah karet sintetis. Kemudian, etilbenzena adalah bahan baku stirena monomer dan toluena dimanfaatkan untuk pengencer cat. 

Tidak hanya itu, anak usaha kami yang berbasis di Singapura, yaitu Aster, juga menyediakan aromatik berupa stirena. Aster adalah perusahaan yang diakuisisi melalui kemitraan dengan Glencore. 

Saat ini, Aster memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 237 ribu barel per hari dan lahan hak milik lebih dari 60 hektar. 

Selain aromatik, Chandra Asri Group dan Aster turut menyediakan bahan kimia lain, seperti etilena, klor alkali, propilena, dan masih banyak lagi. 

Jadi, jangan ragu untuk memercayakan kebutuhan bahan kimia perusahaan Anda pada Chandra Asri Group dan Aster, #YourGrowthPartner!

Baca juga: 9 Hasil Olahan Minyak Bumi dan Manfaatnya!