
24-01-2026
Jika berbicara soal hidrokarbon aromatik, Anda mungkin akan sering menemukan benzena, khususnya di dalam proses manufaktur. Benzena adalah hidrokarbon aromatik paling sederhana dan kerap digunakan di industri kimia. Bahkan, bahan ini kerap menjadi bahan baku untuk memproduksi senyawa kimia lainnya.
Artikel ini membahas seluk-beluk benzena, mulai dari pengertian hingga kegunaannya. Jadi, simak artikel ini hingga akhir untuk mempelajari informasi selengkapnya!

Benzena adalah senyawa hidrokarbon aromatik yang memiliki struktur molekul seperti cincin. Cincin ini terdiri dari enam atom karbon dan enam atom hidrogen sehingga formula benzena adalah C6H6.
Benzena dapat ditemukan pada gasoline, gas alam, dan minyak bumi. Senyawa ini juga menjadi komponen pembangun untuk bahan-bahan kimia yang digunakan di industri, seperti detergen, pelarut, pestisida, dan plastik. Beberapa contoh produk turunan benzena adalah kumena, sikloheksana, dan etilbenzena.
Benzena memiliki sejumlah karakteristik, seperti tidak berwarna atau berwarna kuning muda, memiliki aroma manis, cepat menguap, dan uapnya lebih berat dari udara. Ketika dibakar, benzena menghasilkan asap hitam pekat.
Kegunaan umum dari benzena adalah sebagai bahan baku plastik, resin, pewarna, karet, detergen, pelumas, serat sintetis, dan masih banyak lagi.
Benzena dapat diproduksi melalui proses reformasi minyak bumi, dealkilasi (menghilangkan gugus alkil dari benzena), dan mengisolasi cincin benzena dari tar gas. Namun, senyawa ini sangatlah beracun sehingga setiap prosesnya harus dilakukan dengan hati-hati.
Senyawa ini telah ditemukan sekitar 200 tahun yang lalu dan dimanfaatkan oleh berbagai industri. Statista mencatat bahwa di tahun 2022, volume pasar benzena secara global menyentuh angka 60,28 juta ton metrik. Angka ini diprediksi akan terus meningkat hingga 70,04 juta ton metrik di tahun 2030.
Lebih lanjut, benzena juga bisa bereaksi dengan banyak zat. Misalnya, benzena dapat bereaksi dengan asam sulfat dan asam nitrat untuk menjadi nitrobenzena melalui proses nitrasi.
Kemudian, benzena bisa bereaksi dengan hidrogen pada proses hidrogenasi, atau menautkan molekul air ke cincin benzena. Lalu, benzena dapat bereaksi dengan besi bromida pada proses brominasi, di mana struktur benzena akan berubah karena atom hidrogen diubah menjadi atom bromin.
Baca juga: 17 Produk Kimia Rumah Tangga & Cara Menyimpannya dengan Aman

Sebagai bahan pembangun zat kimia lainnya, benzena akan mengalami reaksi dengan senyawa kimia lain untuk bisa menghasilkan produk baru. Sebagai contoh, benzena adalah bahan baku pembuatan etilbenzena. Etilbenzena digunakan untuk membuat stirena yang kemudian digunakan untuk memproduksi polistirena.
Terkait etilbenzena, Chandra Asri Group sebagai perusahaan solusi kimia terkemuka di Asia Tenggara menyediakan etilbenzena dengan kemurnian lebih dari 99,7%. Zat ini kemudian digunakan untuk membuat produk turunan berupa stirena monomer.
Secara alami, benzena berasal dari minyak bumi. Minyak bumi diolah menjadi bensin, bahan bakar mesin jet, produk minyak bumi, diesel, pelarut, pelumas, dan lain-lain. Itulah mengapa produk-produk ini memiliki setidaknya sedikit benzena di dalamnya.
Selain bahan bakar, benzena juga dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam produk industri, di antaranya:
Baca juga: 9 Hasil Olahan Minyak Bumi, dari Bensin hingga Nafta

Produk turunan benzena adalah senyawa yang dihasilkan dari proses penggantian atom hidrogen dengan komponen lainnya. Adapun produk turunan benzena adalah sebagai berikut:
Fenol adalah produk turunan benzena yang digunakan untuk membuat pestisida, disinfektan, plastik, dan resin fenolik. Fenol tercipta dari penggantian satu atom hidrogen dengan gugus hidroksil.
Toluena biasanya digunakan untuk membuat poliuretan, pelarut industri, dan trinitrotoluena (TNT, bahan baku peledak). Toluena didapatkan dari penggantian satu atom hidrogen dengan gugus metil.
Nitrobenzena digunakan untuk memproduksi pelarut dan anilin. Senyawa ini dihasilkan dari reaksi nitrasi, di mana atom hidrogen digantikan dengan gugus nitro.
Asam benzoat digunakan untuk pengawet makanan. Senyawa ini memiliki gugus asam karboksilat yang terikat pada cincin benzena.
Anilin biasanya digunakan untuk membuat pewarna dan karet. Anilin terbuat dari penggantian satu atom hidrogen dengan gugus amino.
Sikloheksana muncul dari reaksi hidrogenasi benzena menggunakan katalis berbasis nikel. Sikloheksana biasanya digunakan untuk membuat nilon dan minyak pelumas.
Kumena atau isopropilbenzena didapatkan dari penambahan gugus isopropil pada benzena. Kumena dapat digunakan untuk membuat pelarut enamel dan cat.
Etilbenzena berasal dari penambahan gugus etil pada benzena. Etilbenzena merupakan bahan untuk membuat stirena monomer.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa benzena adalah salah satu bahan baku yang keberadaannya sangatlah penting. Produk-produk turunannya menjadi bahan baku produk lainnya, salah satunya etilbenzena yang digunakan untuk membuat stirena monomer.
Jika perusahaan Anda mencari etilbenzena berkualitas, percayakanlah pada Chandra Asri Group. Sebagai #YourGrowthPartner, kami menyediakan berbagai macam zat kimia, mulai dari bahan kimia untuk produksi plastik, karet, hingga minyak.
Tidak hanya Chandra Asri Group, Anda juga bisa mengandalkan Aster yang merupakan anak perusahaan kami yang berbasis di Singapura. Aster merupakan solusi energi yang dibangun atas akuisisi Chandra Asri Group dan Glencore terhadap Shell Energy and Chemicals Park (SECP).
Kawasan kimia dan energi ini terdiri dari kilang minyak berkapasitas 237.000 barel per hari, ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun, dan aset kimia hilir lainnya.
Jadi, percayakan kebutuhan bahan kimia Anda pada perusahaan solusi kimia, energi, dan infrastruktur seperti Chandra Asri Group dan Aster!
Baca juga: Plastik Terbuat Dari Apa? Ini Bahan Dasar & Proses Buatnya
.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)