Logo Chandra Asri
plts terapung

26-02-2026

PLTS Terapung: Inovasi untuk Pengembangan Energi Terbarukan

Saat ini, teknologi energi terbarukan semakin berkembang dan mengikuti kebutuhan pasar. Keterbatasan lahan tidak lagi menjadi hambatan dengan adanya PLTS terapung. Jenis panel surya ini dapat dipasang di atas permukaan air, seperti di atas kolam atau waduk, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas. 

Penasaran tentang terobosan baru PLTS ini? Baca artikel ini hingga akhir untuk mempelajari informasi selengkapnya!

Apa Itu PLTS Terapung?

PLTS terapung atau floatovoltaics adalah panel surya yang didesain untuk mengapung di atas permukaan air. Cara kerjanya secara sederhana adalah mengirimkan energi dari panel ke menara transmisi melalui kabel-kabel di bawah air. 

Jenis PLTS ini pertama kali dikembangkan pada tahun 2007 di Jepang dengan kapasitas yang sangat kecil, yaitu sekitar 20 MW, dan hanya untuk keperluan penelitian. Lalu, pada tahun 2015, PLTS terapung yang lebih besar dibangun di negara itu dan mulai mendorong negara-negara lain untuk membangun fasilitas panel surya terapung.

Lantas, mengapa PLTS terapung menjadi terobosan yang andal? Panel surya ini dapat dipasang di kolam, waduk, atau danau. Alhasil, lahan-lahan di Bumi bisa dikonservasikan untuk keperluan yang lebih mendesak, seperti perlindungan resapan air, agrikultur, serta habitat flora dan fauna. 

Baca juga: Pembangkit Tenaga Listrik: Definisi, Jenis, & Contohnya

Cara Kerja PLTS Terapung

Cara Kerja PLTS Terapung

Panel surya terapung dilengkapi dengan pelampung khusus yang membuatnya tetap mengapung di atas, menahan unit dari cuaca ekstrem, dan melindungi kabel yang terhubung dengan menara transmisi. 

PLTS terapung terdiri dari sekumpulan panel surya dan platform antiair (biasanya terbuat dari plastik HDPE). Panel surya ini umumnya dipasang di sumber air buatan manusia, seperti waduk, agar tidak terombang-ambing oleh ombak. Selain itu, pemasangannya lebih banyak di air tawar untuk menghindari karat akibat air asin. 

Panel surya ini bekerja dengan menyerap partikel cahaya matahari menggunakan sel solar PV. Kemudian, elektron akan berpindah melalui bahan semikonduktor dan menghasilkan aliran listrik arus searah (DC). 

Aliran ini akan diubah menjadi arus bolak-balik (AC) menggunakan inverter sehingga bisa digunakan oleh perkantoran dan hunian. 

Keuntungan PLTS Terapung

Kehadiran PLTS terapung menjadi babak baru untuk pengembangan energi terbarukan. Panel surya jenis ini memiliki sejumlah keuntungan, di antaranya:

1. Menjaga Lahan Darat

Panel surya terapung cocok untuk area padat penduduk yang tidak memiliki banyak lahan, area khusus pertanian, perkotaan, dan lahan konservasi. Hal ini dikarenakan panel surya ini tidak membutuhkan lahan sebanyak PLTS darat. 

Itulah mengapa PLTS terapung sangat cocok untuk dikembangkan di Indonesia, mengingat negara kita memiliki banyak danau, waduk, dan perairan lainnya. 

2. Mengurangi Penguapan Air

PLTS terapung cocok untuk daerah yang sering dilanda kekeringan karena teknologi energi terbarukan ini dapat mengurangi penguapan air dan melindungi danau alami yang cepat mengering saat musim kemarau. Waduk yang digunakan untuk PLTS terapung juga bisa dialirkan untuk irigasi. 

Lebih lanjut, dengan adanya jajaran panel surya di atas permukaan badan air, pertumbuhan alga yang dapat merusak ekosistem air bisa berkurang. 

3. Meningkatkan Efisiensi Energi

Panel surya terapung memiliki efek pendinginan dari air di bawahnya sehingga energinya lebih efisien dibandingkan dengan PLTS darat yang suhunya cepat meningkat karena panas matahari. 

4. Memanfaatkan Area Terbengkalai

Panel surya ini dapat dipasang pada area infrastruktur yang sudah terbengkalai atau tidak terpakai lagi, seperti area bekas tambang yang tergenang air. Alhasil, negara bisa memaksimalkan penggunaan infrastruktur dan mencegah degradasi lebih lanjut. 

Baca juga: 12 Jenis Pembangkit Listrik, Pilihan Energi Alternatif

Tantangan dalam Mengembangkan PLTS Terapung

Panel surya terapung mungkin menjadi angin segar untuk pasokan energi dunia. Meski begitu, perusahaan tentu harus mempertimbangkan kekurangan PLTS terapung untuk bisa memitigasi risiko di masa depan. Berikut adalah beberapa tantangan dalam mengembangkan PLTS terapung:

1. Rentan Terhadap Cuaca

PLTS terapung mungkin memiliki struktur apung yang bisa menjaganya tetap stabil. Walau begitu, ombak besar, angin kencang, dan gempa hebat berpotensi merusak infrastruktur PLTS terapung. 

2. Biaya Awal dan Pemeliharaan yang Cukup Tinggi

Komponen panel surya ini dirancang secara khusus untuk bisa menancap di dasar danau dan membuat panel surya mengapung sehingga instalasinya lebih stabil. Hal inilah yang membuat biayanya lebih tinggi. National Renewable Energy Laboratory menyebutkan bahwa biaya PLTS terapung lebih tinggi 25% dibandingkan dengan PLTS darat. 

3. Membutuhkan Badan Air Khusus

PLTS ini tidak bisa dipasang di sembarang badan air. Panel surya ini membutuhkan permukaan air yang tenang agar strukturnya tidak mudah rusak akibat pergerakan air. 

Contoh PLTS Terapung di Indonesia

Contoh PLTS Terapung di Indonesia

Indonesia sudah mulai mengembangkan panel surya terapung, salah satunya adalah PLTS Terapung Cirata yang dibangun di atas Bendungan Cirata, Jawa Barat. PLTS ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 192 MWp dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Untuk mendukung pemenuhan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), Chandra Asri Group sebagai perusahaan solusi energi turut menyediakan bahan baku pelampung untuk PLTS terapung Cirata.

Proyek PLTS Terapung Cirata adalah salah satu upaya Indonesia untuk meningkatkan porsi energi baru terbarukan dan mewujudkan net-zero emission

Selain mendukung PLTS Cirata dengan memasok floaters, Chandra Asri Group sebagai #YourGrowthPartner juga mengembangkan PLTS terapung melalui anak usahanya, yaitu Krakatau Chandra Energi (KCE, sebelumnya Krakatau Daya Listrik).

KCE memiliki tiga mekanisme pemasangan panel surya, yaitu solar off-grid, solar on-grid, dan solar hybrid. Lalu, KCE juga mengembangkan instalasi rooftop photovoltaic, ground-mounted photovoltaic, dan floating photovoltaic

Instalasi-instalasi tersebut mencerminkan komitmen Krakatau Chandra Energi dan Chandra Asri Group pada pengembangan sumber energi terbarukan yang berkelanjutan. 

Demikian informasi terkait PLTS terapung yang bisa Anda pelajari. Jenis panel surya ini menjadi inovasi bagi negara yang memiliki banyak perairan seperti Indonesia serta wilayah-wilayah yang memiliki lahan yang terbatas, seperti area perkotaan. 

Apabila perusahaan Anda membutuhkan instalasi panel surya untuk menyokong pasokan energi, pastikan untuk memercayakannya pada Chandra Asri Group dan Krakatau Chandra Energi!

Baca juga: 10 Dampak Penggunaan Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan