
20-05-2026
Tahukah Anda? Ternyata, kemasan adalah pasar terbesar produksi plastik di dunia. Bahan sintetis ini memang melekat pada banyak produk, mulai dari produk rumah tangga hingga produk medis.
Namun, apa saja packaging material yang digunakan pada kemasan produk di sekitar kita? Baca artikel ini hingga akhir untuk mempelajari informasinya.

Packaging adalah proses melindungi dan menyimpan produk agar aman dan siap jual. Packaging atau kemasan juga memastikan bahwa pelanggan mendapatkan produk dalam kondisi terbaik.
Sementara itu, packaging material adalah bahan dan wadah yang digunakan untuk mengemas, melindungi, dan mengedarkan produk. Kemasan dan wadah produk memiliki sejumlah peran, di antaranya:
Sejarah packaging sudah berlangsung selama ribuan tahun. Dulu, orang-orang membungkus barang dengan cangkang kerang, dedaunan, dan kulit hewan.
Kemudian, seiring perkembangan zaman, orang mulai menggunakan bahan lainnya seperti kotak kayu, kardus, atau keranjang untuk melindungi dan membawa produk.
Saat ini, banyak perusahaan lebih kreatif dalam mendesain kemasannya karena packaging tidak lagi berfungsi sebagai pelindung produk semata, tetapi juga sebagai media pemasaran untuk menarik pelanggan.
Baca juga: Apa Itu LLDPE, Kegunaan, Sifat, dan Bedanya dengan LDPE

Terdapat berbagai macam packaging material yang ada di pasaran, seperti plastik, karton, kardus, dan lain sebagainya. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
Karton adalah packaging material yang terbuat dari corrugated board (karton bergelombang) dan dirancang untuk menjadi kemasan yang sangat ringan, namun tahan lama.
Karton adalah salah satu kemasan yang cukup stabil sehingga kerap digunakan untuk mengemas produk yang berat dan mudah rusak karena usia. Contoh penggunaan karton adalah pada kemasan alat elektronik dan pembungkus pizza.
Kaca adalah bahan tak berpori dan mudah didaur ulang atau digunakan kembali. Biasanya, kaca digunakan untuk tempat mengemas parfum, produk kecantikan, dan makanan tertentu seperti selai buah.
Plastik merupakan packaging material paling umum karena mudah dibentuk, ringan, tahan lama, fleksibel untuk berbagai keperluan, dan kuat. Bahan ini juga terbagi menjadi berbagai macam bentuk, seperti botol, kantong, lembaran, palet, dan lain-lain.
Bahan baku plastik yang sering digunakan sebagai kemasan adalah polietilena (PE), polietilena tereftalat (PET), dan polipropilena (PP). Ketiga bahan ini dinilai tahan terhadap kelembapan dan beberapa zat kimia.
Bahkan, bahan plastik dimanfaatkan hampir di seluruh industri, seperti sektor makanan, farmasi, otomotif, dan masih banyak lagi
Terkait bahan baku plastik, Chandra Asri Group, sebagai perusahaan solusi kimia, energi, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara, menyediakan bahan baku pembuatan plastik industri, seperti etilena, HDPE, polipropilena, dan lain sebagainya.
Chandra Asri Group, bekerja sama dengan Glencore, telah mengambil alih Shell Energy and Chemicals Park (SECP) melalui entitas usaha patungan. Perusahaan yang kini bernama Aster tersebut mengelola kompleks petrokimia terpadu yang berlokasi di Bukom dan Pulau Jurong, Singapura.
Kardus dinilai lebih kukuh dibandingkan karton sehingga sering dimanfaatkan untuk pengiriman produk. Saat ini, kardus tidak hanya berbentuk balok, tetapi juga dimodifikasi hingga memiliki pegangan di sisinya dan mudah dilipat. Kardus biasanya digunakan untuk membungkus makanan, alat elektronik, sepatu, pakaian, dan lain-lain.
Packaging material ini dikenal dengan kekuatan dan stabilitasnya yang baik. Contoh kemasan logam adalah peti, drum, kaleng, dan barel. Biasanya, logam yang dipakai untuk membuat kemasan ini adalah baja dan aluminium.
Keunggulan logam adalah dapat memberikan proteksi maksimal bagi produk serta melindunginya dari zat kimia, cairan, kelembapan, udara, cahaya, dan faktor eksternal lain yang berpotensi merusak produk. Itulah mengapa logam sering digunakan untuk mengemas dangerous goods.
Pouch dan kantong sering digunakan untuk membungkus makanan atau kosmetik. Umumnya, pouch dan kantong terbuat dari kain, kertas, atau plastik.
Baca juga: Karet Sintetis: Definisi, Jenis & Bedanya dengan Karet Alami

Selain kemasan, produk biasanya juga dilengkapi dengan komponen tambahan untuk memberikan proteksi ekstra. Adapun komponen pelengkap packaging yang sering ditemukan bersama produk adalah sebagai berikut:
Demikian informasi soal packaging material dan komponen pelengkapnya. Kemasan berfungsi untuk melindungi produk dari faktor eksternal yang dapat merusak kualitasnya.
Oleh karena itu, pastikan kemasan produk bisnis Anda dibuat dengan bahan yang berkualitas tinggi. Anda bisa memercayakan bahan baku plastik untuk kemasan pada Chandra Asri Group dan Aster!
Sebagai #YourGrowthPartner, kami berkomitmen untuk melayani kebutuhan Anda dengan segenap hati dan menyediakan bahan baku kimia industri, mulai dari plastik hingga karet sintetis, untuk keperluan manufaktur.
Baca juga: Mengenal Styrene-Butadiene Rubber (SBR) dan Kegunaannya