
24-01-2026
Pernahkah Anda mendengar tentang styrene-butadiene rubber (SBR)? SBR adalah salah satu jenis karet sintetis yang sering digunakan di industri manufaktur, khususnya untuk membuat selang karet dan ban kendaraan.
Artikel ini membahas styrene-butadiene rubber secara mendalam, mulai dari pengertian hingga karakteristiknya. Agar lebih paham, cermati artikel ini hingga akhir!

Styrene-butadiene rubber (SBR) adalah polimer yang terbuat dari polimerisasi dua monomer, yaitu butadiena dan stirena, sehingga membuatnya termasuk karet terpolimer. SBR termasuk salah satu karet sintetis pertama yang pernah dibuat di dunia.
Saat Perang Dunia II, kebutuhan akan karet alami melonjak tinggi akibat meningkatnya kebutuhan insulasi kabel, ban kendaraan, dan selang. Alhasil, penelitian dan pengembangan dikembangkan untuk bisa menciptakan alternatif dari karet asli.
Hasil penelitian tersebut memunculkan karet SBR dan neoprene (kain scuba). Hingga saat ini, SBR terus dimanfaatkan untuk keperluan industri dan kerap dicampurkan dengan karet alami.
SBR pertama kali dikembangkan oleh konglomerasi industri kimia dan farmasi asal Jerman bernama IG Farben, tepatnya oleh Eduard Tschunkur dan Walter Bock, pada tahun 1930-an. Mereka memolimerisasi karet sintetis yang disebut Buna-S dari butadiena dan stirena.
Menariknya, styrene-butadiene rubber ternyata dapat didaur ulang. Anda bisa mencacahnya menjadi partikel kecil sehingga bisa dimanfaatkan sebagai isian pada produksi karet yang baru. Bahkan, Anda juga bisa mencampurkan cacahan SBR ke adonan SBR baru untuk mendapatkan karakteristik tertentu.
Selain mencacahnya, Anda juga bisa melakukan devulkanisasi dengan menambahkan sulfur atau agen vulkanisasi lainnya ke dalam SBR sehingga produk akhirnya lebih kuat dan bisa digunakan berulang kali.
Lebih lanjut, Anda juga bisa menggunakan proses pirolisis. Proses ini akan memecah karet SBR pada suhu tinggi sehingga menjadi produk turunan.
Produk turunan dalam bentuk cairan atau gas dapat digunakan sebagai bahan bakar, sedangkan produk padatnya (disebut char) bisa digunakan sebagai isian produk karet lainnya.
Terakhir, Anda bisa mendaur ulangnya dengan melakukan beberapa proses kimiawi untuk memecah SBR menjadi stirena dan butadiena. Kedua monomer ini dapat digunakan untuk memproduksi karet sintetis atau SBR baru.
Baca juga: Plastik Terbuat Dari Apa? Ini Bahan Dasar & Proses Buatnya
Styrene-butadiene rubber (SBR) mendapatkan sifat keras dan kaku dari stirena dan elastisitas dari butadiena. Lebih lanjut, berikut ini adalah karakteristik SBR yang bisa diperhatikan:
Untuk bisa membuat styrene-butadiene rubber dengan karakteristik dan kualitas tersebut, dibutuhkan bahan stirena dan butadiena yang berkualitas. Terkait ini, Anda bisa memercayakannya pada Chandra Asri Group dan Aster.
Sebagai perusahaan solusi kimia terkemuka di Asia Tenggara dan #YourGrowthPartner, Chandra Asri Group menyediakan stirena monomer dan butadiena yang jika dipolimerisasi, dapat menghasilkan SBR.
Tidak hanya itu, anak perusahaan Chandra Asri Group, yaitu Aster yang berbasis di Singapura juga menyediakan stirena monomer dan butadiena berkualitas untuk pembuatan SBR serta produk karet lainnya.

Umumnya, styrene-butadiene rubber (SBR) dibagi menjadi dua jenis, yaitu e-SBR dan s-SBR. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
e-SBR atau emulsion styrene-butadiene rubber adalah karet sintetis yang diproduksi dari polimerisasi emulsi radikal bebas pada stirena dan butadiena. Proses e-SBR sendiri terbagi menjadi dua, yaitu emulsi panas dan dingin.
e-SBR yang diproduksi dengan emulsi panas pada suhu 50–60 derajat Celsius biasanya memiliki stabilitas dimensional yang bagus, ekstrusi yang baik, serta potensi menyusut saat diproduksi yang rendah sehingga lebih efisien.
Di sisi lain, e-SBR yang menerapkan proses emulsi dingin pada suhu 5 derajat Celsius umumnya memiliki ketahanan terhadap abrasi yang baik sehingga dinamis dan tidak mudah sobek.
s-SBR atau solution SBR diproduksi melalui polimerisasi larutan anionik stirena dan butadiena bebas terminasi. Inisiatior alkil yang digunakan dalam proses ini adalah lithium. Proses pembuatan s-SBR dilakukan di dalam pelarut hidrokarbon seperti sikloheksana atau heksana.
Baca juga: Mengenal Plastik HDPE, Kegunaan, Sifat, dan Manfaatnya
Styrene-butadiene rubber (SBR) digunakan pada berbagai macam industri, mulai dari otomotif hingga konstruksi. Adapun penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut:
Industri otomotif tentu menjadi industri yang paling banyak memanfaatkan SBR karena karet sintetis ini dimanfaatkan sebagai bahan baku ban kendaraan. SBR memiliki daya tahan, kekuatan, dan elastisitas yang baik untuk menghasilkan ban kendaraan yang tahan terhadap berbagai medan jalanan.
Bahkan, hampir separuh bagian ban kendaraan terbuat dari SBR, salah satunya bagian seal yang juga terbuat dari SBR.
SBR dapat ditambahkan ke perekat nat (celah pada keramik yang dipasang ke lantai) dan ubin sehingga daya rekatnya lebih kuat. SBR juga dapat membuat keramik lantai lebih tahan air dan tidak mudah lepas.
Tidak hanya pada perekat ubin, beberapa jenis pelapis antiair juga mengandung SBR. Pelapis ini dapat diaplikasikan pada rubanah, atap rumah, dan area-area yang rentan terkena kebocoran air.
SBR juga digunakan untuk memproduksi produk-produk berbasis karet, seperti selang, perekat, dan karet tahan aus. Selain itu, SBR juga digunakan untuk insulasi kabel listrik. Bahkan, karet sintetis ini juga dimanfaatkan untuk membuat alas kaki dan sol sepatu.
Demikian informasi terkait styrene-butadiene rubber (SBR) yang bisa dipelajari. SBR telah menjadi salah satu bahan utama pembuatan produk-produk berbasis karet sejak beberapa dekade yang lalu.
Daya tahannya yang tinggi serta fleksibilitasnya kerap menjadi kunci pemanfaatannya di berbagai industri, mulai dari industri otomotif hingga kelistrikan.
Namun, untuk bisa membuat SBR yang berkualitas, diperlukan bahan baku yang berkualitas pula. Jangan khawatir, serahkan pada Chandra Asri Group dan Aster. Hubungi kami sekarang!
Baca juga: Mengenal Bahan Sintetis, Karakteristik, dan Jenisnya
.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)