
27-05-2026
Battery Energy Storage System (BESS) adalah salah satu teknologi yang marak dikembangkan di sektor energi terbarukan. BESS berfungsi untuk menyimpan energi dan menggunakannya ketika dibutuhkan di masa depan.
Artikel ini membahas fungsi Battery Energy Storage System dalam memenuhi kebutuhan energi. Untuk itu, cermati penjelasan selengkapnya berikut ini.
Battery Energy Storage System adalah teknologi lanjutan yang bertujuan untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik. Energi yang tersimpan tersebut akan dikeluarkan ketika dibutuhkan, seperti pada pemadaman, kenaikan permintaan energi, dan kenaikan harga listrik.
BESS kerap ditemukan pada pembangkit listrik tenaga surya. Ketika siang hari, panel surya akan mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Energi ini akan disimpan pada BESS dan dikeluarkan pada malam hari ketika Matahari tidak bersinar atau ketika dibutuhkan.
Dengan begitu, BESS dapat menyeimbangkan permintaan dan pasokan, meningkatkan keandalan pembangkit listrik, dan berangsur-angsur berpindah dari energi fosil ke energi terbarukan.
Selain itu, BESS juga memiliki sejumlah fungsi, di antaranya:

Umumnya, Battery Energy Storage System menyimpan energi dan mengeluarkannya ketika dibutuhkan. Secara rinci, berikut adalah cara kerja Battery Energy Storage System (BESS):
BESS mengambil daya dari pembangkit listrik. Biasanya, proses pengisian daya terjadi ketika permintaan energi sedang rendah. BESS juga mengambil kelebihan energi yang dihasilkan panel surya ketika hari sedang terik atau turbin angin ketika hari sedang berangin sehingga tidak terbuang.
Setelah mengisi daya, energi disimpan di sel baterai dalam bentuk arus searah (DC). Di dalam BESS, terdapat Battery Management System (BMS) yang memantau suhu, kesehatan baterai, dan level pengisian daya agar prosesnya tetap aman.
Ketika dibutuhkan, baterai akan melepaskan energi dan mengubahnya menjadi arus bolak-balik (AC) menggunakan inverter. Agar tetap hemat biaya dan efisien, Energy Management System (EMS) menentukan kapan waktu terbaik untuk melepaskan energi.
Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Panel Surya? Ini Komponen Pentingnya
Menurut IRENA, Battery Energy Storage System (BESS) terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu baterai skala utilitas dan behind-the-meter.
Baterai skala utilitas terhubung ke jaringan distribusi atau pembangkit listrik. Kapasitasnya sekitar beberapa megawatt-jam hingga ratusan megawatt-jam. Baterai ini biasanya digunakan untuk memberikan stabilitas jaringan dan mencegah disrupsi daya.
Sementara itu, baterai behind-the-meter terhubung ke meteran listrik untuk keperluan industri, komersial, atau rumah tangga. Biasanya, baterai ini terpasang di PLTS atap.
Tidak hanya kedua baterai tersebut, saat ini baterai lithium-ion juga menjadi primadona BESS. Jenis baterai ini dinilai lebih berumur panjang dan efisien.
Lalu, berdasarkan bahannya, terdapat baterai lithium iron phosphate (LFP) yang pangsa pasarnya telah bertumbuh dari 48% pada tahun 2021 menjadi 85% pada tahun 2024. Baterai LFP dinilai lebih terjangkau, aman, dan memiliki masa pakai yang panjang.
Kemudian, BESS juga bisa terbuat dari timah yang lebih terjangkau. BESS dari timah biasanya digunakan pada panel surya off-grid. Meski begitu, BESS timah kurang efisien dan masa gunanya pendek.
Battery Energy Storage System (BESS) dilengkapi oleh beberapa komponen utama, seperti:
Baca juga: Potensi Energi Terbarukan di Indonesia dan Tantangannya

Battery Energy Storage System (BESS) memberikan sejumlah keunggulan bagi ekonomi, lingkungan, dan proses bisnis. Adapun keuntungan Battery Energy Storage System adalah sebagai berikut:
Energi listrik tidak hanya didapatkan dari bahan bakar fosil, tetapi juga dari energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin. Beberapa pembangkit listrik energi terbarukan juga dilengkapi dengan baterai yang dapat menyimpan daya untuk penggunaan di masa depan.
Terkait panel surya dengan baterai, Chandra Asri Group, melalui Krakatau Chandra Energi (KCE), mengoperasikan Solar On-Grid with Battery Back-up System yang menggabungkan panel surya dengan baterai penyimpanan khusus sebagai cadangan energi.
Lebih lanjut, KCE juga menyediakan mekanisme panel surya lainya, seperti:
KCE telah merambah ke pembangunan pilot project PLTS atap berkapasitas 102 kWp pada tahun 2020. Kapasitas PLTS KCE telah mencapai 11 MWp pada tahun 2025.
Jadi, keandalannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Oleh karena itu, percayakan kebutuhan energi perusahaan Anda pada Chandra Asri Group dan Krakatau Chandra Energi!
Baca juga: 12 Jenis Pembangkit Listrik: Pengertian dan Kelebihannya!