
25-02-2026
Pernahkah Anda mendengar tentang chlor-alkali? Proses ini telah digunakan di sektor industri sejak abad ke-19. Salah satu produk yang dihasilkan adalah soda api.
Lantas, bagaimana chlor-alkali process berjalan dan apa saja aplikasinya di ranah industri? Artikel ini membahas seluk-beluk proses chlor-alkali. Jadi, pelajari informasinya berikut ini!

Chlor-alkali adalah sebuah proses elektrolisis larutan natrium klorida (NaCl), atau garam dapur, dalam air yang menghasilkan tiga produk utama, yaitu klorin (Cl2), natrium hidroksida (NaOH) atau soda api, dan hidrogen (H2). Proses ini memecah larutan garam dengan listrik untuk menghasilkan ketiga produk tersebut.
Proses elektrolisis air garam pertama kali ditemukan pada awal abad ke-19 oleh William Cruikshank. Kemudian, proses ini terus dikembangkan oleh banyak tokoh terkenal hingga akhirnya dibangun fasilitas elektrolisis skala industri besar di Inggris pada tahun 1897. Fasilitas ini memproduksi soda api dan klorin.
Hingga saat ini, proses chlor-alkali tetap digunakan dalam proses industri. Bahkan, teknologinya terus berkembang, di mana saat ini kebanyakan pabrik menggunakan proses sel membran. Namun, terdapat pula teknologi chlor-alkali lainnya, seperti sel merkuri dan sel diafragma.
Baca juga: 12 Fungsi Soda Api untuk Keperluan Rumah Tangga dan Industri
Terdapat tiga teknologi utama chlor-alkali, yaitu sel merkuri, sel diafragma, dan sel membran. Ketiga teknologi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Adapun penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut:
Sel merkuri adalah teknologi chlor-alkali tertua dan sudah digunakan di hampir seluruh dunia. Namun, penggunaannya sudah mulai berkurang saat ini karena bisa mencemari lingkungan dan sangat boros energi.
Teknologi ini menggunakan katoda (elektroda positif tempat terjadinya reduksi) merkuri cair untuk elektrolisis larutan garam. Pada prosesnya, ion natrium yang terbentuk akan larut ke dalam merkuri dan membentuk amalgam natrium (perpaduan logam natrium dan merkuri).
Amalgam natrium akan dialirkan ke reaktor sekunder yang bereaksi dengan air. Proses ini menghasilkan hidrogen dan natrium hidroksida.
Kelebihan teknologi sel merkuri adalah produk-produk yang dihasilkan memiliki kemurnian yang tinggi. Meski begitu, teknologi ini menggunakan merkuri yang berbahaya bagi lingkungan.
Sel diafragma adalah teknologi yang menggunakan diafragma berupa polimer atau asbes sebagai pemisah katoda dan anoda (elektroda negatif tempat terjadinya oksidasi).
Penggunaan pemisah ini bertujuan untuk mencegah bercampurnya gas klorin dari anoda dengan ion hidroksida di katoda secara langsung. Tercampurnya kedua zat ini dapat membentuk ion hipoklorit yang tidak dibutuhkan.
Cara kerja teknologi ini adalah larutan garam akan mengalir ke anoda, melewati diafragma, dan menuju katoda. Lalu, air bereaksi, menghasilkan ion hidroksida dan gas hidrogen pada katoda. Proses ini membentuk larutan natrium hidroksida cair.
Kelebihan teknologi sel diafragma adalah prosesnya lebih aman dibandingkan dengan sel merkuri karena tidak menggunakan zat kimia berbahaya. Hal ini juga membuatnya lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan sel merkuri.
Namun, larutan natrium hidroksida yang dihasilkan masih tergolong cair dan mengandung garam sehingga perlu tahap pemekatan tambahan. Tidak hanya itu, diafragma yang terus-menerus digunakan perlu diganti secara berkala.
Sel membran adalah teknologi chlor-alkali modern yang dikembangkan pada tahun 1950-an. Teknologi ini dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan zat berbahaya dan lebih efisien energi.
Teknologi ini menggunakan membran khusus yang terbuat dari polimer serta hanya dapat dilewati oleh ion positif (Na+). Membran ini juga bertugas untuk menahan ion negatif (Cl- dan OH-). Proses ini menghasilkan larutan natrium hidroksida yang lebih murni karena tidak mengandung garam.
Untuk mengembangkan teknologi ini, Anda membutuhkan air umpan yang sangat murni dan tidak boleh mengandung magnesium atau kalsium. Lebih lanjut, membran yang digunakan pada teknologi ini cenderung sangat sensitif sehingga Anda memerlukan biaya yang tinggi dan metode perawatan lanjutan untuk merawatnya.
Baca juga: 17 Produk Kimia Rumah Tangga & Cara Menyimpannya dengan Aman

Agar lebih memahami bagaimana chlor-alkali menghasilkan klorin, soda api, dan hidrogen, simak tahapan-tahapannya berikut ini:

Proses chlor-alkali menghasilkan tiga produk utama, yaitu klorin, soda api, dan hidrogen. Ketiga produk ini memiliki peran yang cukup penting di berbagai sektor, seperti industri kimia, farmasi, dan pengolahan air. Berikut adalah kegunaan produk-produk chlor-alkali:
Produk utama chlor-alkali memiliki peran yang sangat penting pada berbagai industri. Jika perusahaan Anda adalah salah satunya, jangan khawatir! Percayakan pada pabrik chlor-alkali di Indonesia, Chandra Asri Group!
Sebagai #YourGrowthPartner, kami menawarkan solusi kimia klor-alkali yang terdiri dari soda api, hidrogen, dan natrium hipoklorit. Soda api sangat dibutuhkan pada industri hilir, seperti industri tekstil, kertas, dan pembersih.
Sementara itu, hidrogen digunakan untuk sintesis metanol, penyulingan minyak, dan produksi amonia. Lebih lanjut, natrium hipoklorit digunakan sebagai disinfektan, khususnya pada pengolahan air.
Jadi, penuhi kebutuhan produk chlor-alkali perusahaan Anda bersama Chandra Asri Group!
Baca juga: 9 Hasil Olahan Minyak Bumi, dari Bensin hingga Nafta