
28-04-2026
Dalam manajemen logistik, perusahaan perlu mempertimbangkan sejumlah faktor agar tetap mendapatkan profit, salah satunya adalah shipping cost. Biaya ini ditentukan oleh sejumlah elemen, seperti moda transportasi dan dimensi.
Lantas, shipping cost artinya apa dan bagaimana cara menghitungnya? Artikel ini membahas seluk-beluk shipping cost dalam manajemen logistik. Untuk itu, simak informasinya hingga akhir.

Shipping cost artinya biaya yang timbul dalam proses memindahkan barang melalui sejumlah jalur. Biaya ini sudah termasuk biaya pelabuhan, bahan bakar, asuransi, bea cukai, dan penanganan kontainer.
Nominal shipping cost disetujui oleh pengirim dan pihak penyedia layanan pengiriman serta ditentukan oleh sejumlah faktor, seperti jarak perjalanan dan bobot muatan.
Biaya ini secara langsung memengaruhi struktur anggaran perusahaan sehingga perlu dihitung dengan cermat agar bisa mengontrol pengeluaran, melindungi keuntungan operasional, dan mengambil keputusan yang strategis.
Tidak hanya itu, Anda juga perlu memahami bagaimana shipping cost memengaruhi keberlanjutan finansial bisnis. Biaya ini dapat meningkatkan daya saing pasar, menarik dan mempertahankan pelanggan, mempertahankan margin keuntungan, memastikan kepuasan pelanggan, menghindari biaya tak terencana, serta meningkatkan profitabilitas operasional.
Apabila biaya pengiriman tidak dihitung dengan benar, perusahaan dapat merugi. Sementara itu, shipping cost yang terlalu tinggi dapat berujung pada pembatalan transaksi karena pelanggan memilih perusahaan lain dengan biaya pengiriman yang lebih menguntungkan.
Baca juga: FOB: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Kekurangannya

Shipping cost ditentukan oleh sejumlah faktor kunci di dalam rantai pasok, di antaranya:
Shipping cost ditentukan dari ukuran dan berat muatan. Barang curah dan berat biasanya membutuhkan lebih banyak ruang, kontainer, atau truk sehingga biaya bahan bakar dan tenaganya meningkat.
Bahkan, Anda mungkin membutuhkan alat transportasi khusus untuk membawa kargo besar. Hal inilah yang membuat biaya pengiriman lebih tinggi. Untuk menghindarinya, Anda bisa mengirimkan barang secara terkonsolidasi (menyatukan muatan yang lebih kecil ke pengiriman yang lebih besar agar semakin efisien).
Susunlah barang secara strategis pada pengiriman yang lebih besar untuk mengisi ruang secara efisien. Kontainer yang digunakan pun akan lebih optimal karena semua ruang terisi barang.
Kemudian, hindari menggunakan kemasan yang terlalu besar. Pastikan barang dikemas sepadat mungkin agar tidak menyisakan ruang kosong. Alhasil, Anda bisa menghemat tempat dan mengurangi dimensi barang.
Kecepatan pengiriman juga menentukan shipping cost. Apabila Anda memilih layanan pengiriman yang lebih cepat, misalnya instan atau same day, biayanya tentu lebih tinggi dibandingkan dengan pengiriman reguler.
Perbedaan biaya ini diakibatkan oleh pemrioritasan pengiriman pada rantai logistik dan kebutuhan sumber daya untuk mendukung pengiriman yang singkat.
Jika Anda tidak memerlukan pengiriman cepat, rencanakan rantai pasok dengan tepat dan hindari menumpuk pengiriman hingga menit-menit terakhir.
Pemilihan moda transportasi memengaruhi biaya pengiriman secara langsung serta berapa lama barang sampai ke tujuan. Misalnya, jika Anda memilih pengiriman dengan pesawat, barang mungkin lebih cepat sampai, tetapi biaya pengirimannya dapat lebih tinggi dibandingkan dengan moda transportasi lain.
Itulah mengapa Anda sebaiknya menggunakan pesawat untuk pengiriman mendesak dan pengiriman barang-barang mudah rusak.
Untuk menentukan moda transportasi, Anda bisa mempertimbangkan urgensi, anggaran, tujuan, dan jenis kargo. Jika hendak mengirim barang curah ke tujuan yang jauh, kapal laut adalah pilihan yang lebih ideal.
Di sisi lain, jika Anda hanya perlu mengirim barang dari satu area ke area lain di pulau yang sama, Anda bisa memilih moda transportasi darat.
Tidak hanya itu, Anda juga perlu membandingkan layanan setiap moda transportasi, selisih biaya, dan waktu transit untuk menentukan alat transportasi yang tepat.
Semakin jauh dan lama perjalanan, semakin tinggi pula biaya pengiriman yang harus dibayarkan. Hal ini dikarenakan perusahaan pengiriman membutuhkan lebih banyak bahan bakar dan sumber daya.
Apabila barang akan dikirim ke jarak yang jauh, Anda bisa memilih pengiriman intermoda. Pengiriman ini mengombinasikan transportasi laut dan darat. Kapal laut memang memiliki waktu tempuh yang lama, tetapi cukup hemat biaya untuk mengirim barang curah. Sesampainya di darat, Anda bisa menggunakan truk atau kereta api.
Baca juga: Apa Itu CFS, Cara Kerja, dan Perannya pada Logistik
Jenis muatan juga menentukan shipping cost. Misalnya, barang mudah pecah dan rusak akan membutuhkan penanganan dan perizinan khusus sehingga biayanya akan lebih tinggi. Tidak hanya itu, asuransi untuk barang-barang berharga juga turut menambah biaya pengiriman.
Shipping cost dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti harga bahan bakar. Tingginya harga bahan bakar tentu dapat meningkatkan biaya operasional dan pengiriman.
Untuk menghindari hal ini, Anda harus terus memantau tren perekonomian dunia sehingga bisa menentukan strategi pengiriman dan manajemen logistik yang strategis. Lalu, Anda juga bisa mempertimbangkan kendaraan berbahan bakar alternatif, misalnya truk listrik.
Biaya pengiriman juga termasuk biaya tambahan lainnya, seperti asuransi, biaya bongkar-muat, biaya membongkar palet kayu, bea cukai, biaya demurrage, dan lain-lain.
Sebelum memilih perusahaan layanan pengiriman, Anda perlu memastikan kembali biaya tambahan yang ditetapkan dan membandingkan dengan perusahaan lainnya untuk menentukan layanan yang paling menguntungkan.

Untuk menghitung shipping cost, Anda perlu mengukur berat, tinggi, lebar, dan panjang muatan. Umumnya, semakin berat dan besar paket, semakin tinggi pula biaya pengirimannya.
Kemudian, Anda bisa menggunakan shipping cost calculator dari penyedia layanan pengiriman yang dituju karena setiap penyedia memiliki patokan harganya masing-masing. Anda juga perlu mengukur jarak ke lokasi tujuan.
Lalu, Anda juga perlu mengantisipasi miskalkulasi biaya pengiriman dengan menghitung asuransi, bea cukai, potongan harga, perubahan harga musiman, penanganan kontainer, dan lain-lain.
Selain faktor-faktor penentu shipping cost di atas, Anda juga perlu mengantisipasi beberapa biaya tak terduga, seperti:
Shipping cost artinya biaya yang dikenakan untuk mengirimkan barang dari lokasi asal ke tujuan. Biaya ini perlu dihitung dengan cermat agar tidak membebani anggaran manajemen logistik dan memengaruhi keuntungan perusahaan.
Tidak hanya biaya pengiriman, Anda juga perlu mempertimbangkan layanan logistik yang akan digunakan, terlebih jika Anda hendak mendistribusikan bahan kimia dan LPG (Liquefied Petroleum Gas). Jangan khawatir, Chandra Asri Group sebagai #YourGrowthPartner menyediakan solusi logistik darat dan laut!
Melalui Chandra Shipping International (CSI), kami mengoperasikan lebih dari 10 kapal pengangkut LPG dan bahan kimia dengan kapasitas hingga 106.650 DWT. Angka ini dapat bertambah seiring akuisisi kapal di masa depan.
Lebih lanjut, Anda juga bisa memercayakan kebutuhan logistik darat pada PT SCG Barito Logistics (SBL) dan PT Chandra Cold Chain (CCC) yang mengoperasikan 155 armada truk dan mengelola gudang.
Layanan kami sudah termasuk transportasi antarpulau, bea cukai, layanan angkutan laut, dan ekspor-impor. Jadi, jangan ragu untuk memercayakan kebutuhan logistik perusahaan Anda kepada kami!
Baca juga: Apa Itu Shipping Instruction dan Fungsinya pada Logistik