
29-06-2026
Oleh Chandra Asri Group Editorial Team
Listrik merupakan salah satu elemen penting dalam industri dan rumah tangga. Penggunaan listrik di sektor industri mungkin lebih tinggi karena hampir seluruh proses operasional membutuhkan energi ini.
Namun, agar biaya operasional tidak membengkak, pemanfaatan energi listrik harus diatur agar lebih efisien. Di sinilah power factor correction berperan. Untuk mempelajari power factor correction secara mendalam, simak penjelasannya berikut ini.

Power factor correction (PFC) adalah metode untuk meningkatkan faktor daya dan kualitas daya. PFC dapat mengurangi beban pada sistem distribusi listrik agar lebih efisien dan hemat biaya.
Sebelum mempelajari PFC lebih lanjut, Anda perlu mengetahui apa itu faktor daya. Faktor daya adalah rasio antara daya aktif (kW) dan daya semu (kVA). Daya aktif digunakan untuk melakukan pekerjaan, sedangkan daya semu adalah total daya yang dipasok dari jaringan.
Faktor daya memiliki nilai antara 0 dan 1. Daya dapat dikatakan efisien jika nilainya semakin mendekati 1. Meski begitu, dalam praktiknya, cukup mustahil untuk mendapatkan nilai 1 sempurna. Jadi, nilai 0,9 sudah cukup baik dan dianggap efisien.
Nilai faktor daya dapat menurun akibat penggunaan alat listrik induktif, seperti alat pengelasan, alat pendingin, trafo, dan motor listrik.
Alat listrik induktif menarik arus yang memiliki komponen aktif dan reaktif. Komponen reaktif tidak menghasilkan kinerja yang bermakna, tetapi dibutuhkan untuk menjaga medan magnet alat.
Jadi, arus listrik total meningkat untuk output daya yang sama. Hal inilah yang membuat nilai faktor daya menurun dan kapasitas sistem listrik kurang optimal. Alhasil, distribusi listrik menjadi kurang efisien dan berpotensi menimbulkan kerugian, khususnya bagi industri yang bergantung pada energi listrik.
Power factor correction berperan untuk mengurangi komponen reaktif arus dengan memasok daya reaktif yang dibutuhkan secara lokal.
Proses ini menurunkan total arus yang ditarik dari jaringan dan meningkatkan efisiensi kelistrikan. Tidak hanya itu, metode ini juga dapat mengurangi kehilangan panas dan biaya operasional yang berkaitan dengan pemanfaatan listrik, khususnya bagi industri yang menggunakan tagihan berbasis kVA.
Baca juga: Wiring Diagram Listrik: Fungsi, Format, dan Cara Membuatnya
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, PFC memasok daya reaktif secara lokal dan tidak menariknya dari jaringan listrik.
PFC dapat mengurangi total arus dan menjaga nilai faktor daya agar mendekati nilai 1. Tidak hanya itu, PFC juga menyeimbangkan daya reaktif yang dibutuhkan oleh beban induktif.
Umumnya, PFC bisa dilakukan dengan memasang capacitor bank. Rangkaian ini memasok arus reaktif utama yang mengimbangi permintaan reaktif tertinggal dari alat listrik induktif.
Berkaitan dengan PFC, terdapat sejumlah metode yang umum digunakan di sektor industri, di antaranya:

Power factor correction memberikan sejumlah keuntungan bagi pengguna, seperti:
PFC memastikan daya dipasok dengan efisien untuk kinerja yang bermakna dan tidak terbuang untuk daya reaktif saja. Tentunya, hal ini dapat meningkatkan efisiensi energi di area operasional.
PFC yang dipasang di area tegangan rendah dapat meningkatkan daya pada sisi sekunder trafo MV/LV. Alhasil, instalasi listrik menjadi lebih optimal.
Faktor daya yang rendah membuat sistem kelistrikan bekerja lebih keras daripada yang seharusnya. Kondisi ini dapat menyebabkan pemborosan energi dan meningkatkan biaya listrik.
Oleh karena itu, PFC digunakan untuk memperbaiki faktor daya sehingga penggunaan listrik menjadi lebih efisien dan biaya operasional dapat berkurang.
Dengan mengurangi komponen reaktif pada arus, PFC dapat meringankan beban pada trafo, kabel, dan papan sakelar. Hal ini memungkinkan pemasangan alat baru atau ekspansi tanpa meningkatkan infrastruktur secara masif.
Faktor daya yang mendekati nilai satu berarti peralatan listrik beroperasi di bawah tekanan yang lebih kecil. Jadi, konduktor, trafo, dan motor tidak terlalu panas sehingga lebih awet dan minim perawatan.
Daya reaktif yang seimbang dapat menstabilkan voltase sehingga fluktuasi yang bisa menyebabkan keausan, overheat, dan pemutusan daya listrik bisa dikurangi. PFC juga dapat mengurangi distorsi bentuk gelombang jika digabungkan dengan filter harmonik.
Baca juga: Pembangkit Tenaga Listrik: Definisi, Jenis, & Contohnya
Energi listrik telah menjadi kebutuhan primer di sektor industri. Agar proses operasional berjalan optimal, dibutuhkan listrik yang andal dan efisien.
Chandra Asri Group, sebagai perusahaan solusi energi, kimia, dan infrastruktur, menyediakan tiga pilar infrastruktur energi, yaitu penyediaan tenaga listrik, jasa ketenagalistrikan, dan energi terbarukan.
Melalui anak usahanya, PT Krakatau Chandra Energi (KCE), kami dapat memasok listrik untuk Kawasan Industri Krakatau dengan cakupan lebih dari 2 ribu hektare.
Layanan penyediaan tenaga listrik KCE didukung oleh pembangkit listrik berkapasitas total 120 MW. KCE telah melayani 200+ pelanggan industri serta 1.500+ pelanggan rumah tangga.
Untuk jasa ketenagalistrikan, kami memiliki tiga segmen usaha, yaitu engineering, procurement, and construction (EPC), operasi dan perawatan (O&M), serta layanan repair overhaul trafo dan motor listrik.
Lebih lanjut, layanan energi terbarukan kami mencakup instalasi panel surya yang terdiri dari Solar On Grid, Solar On Grid with Battery Backup System, Solar Off Grid, dan Solar Hybrid. Hingga tahun 2025, kapasitas PLTS kami telah mencapai 11 MWp.
Jadi, jangan ragu untuk memercayakan keandalan energi listrik perusahaan pada Chandra Asri Group dan KCE, #YourGrowthPartner!
Baca juga: Mengenal Battery Energy Storage System (BESS) & Kegunaannya