
28-01-2026
Apakah Anda pernah mendengar tentang ISM Code? Pasal-pasal ini adalah pedoman untuk perusahaan pelayaran dalam memitigasi risiko kecelakaan. Hal ini dikarenakan kecelakaan vessel dapat terjadi kapan saja akibat beragam faktor.
Artikel ini membahas seluk-beluk ISM Code dan perannya dalam industri pelayaran. Jadi, simak artikel ini hingga akhir untuk mempelajari informasi selengkapnya!

International Safety Management Code atau ISM Code adalah standar manajemen keselamatan internasional untuk memastikan keamanan operasional kapal serta mencegah pencemaran laut akibat aktivitas pelayaran.
ISM Code diadopsi pertama kali pada tahun 1993 melalui resolusi A.741 (18) dan mulai berlaku pada 1998. International Maritime Organisation (IMO) menekankan penerapan peraturan ini untuk menjaga, memastikan, dan memprioritaskan keamanan perjalanan laut serta mencegah terjadinya polusi.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan ini adalah keamanan di atas laut, keamanan awak kapal, pencegahan cedera, dan pencegahan dampak aktivitas pelayaran terhadap lingkungan laut.
Peraturan ini dirilis sebagai tindak lanjut dari tingginya risiko dan kecelakaan kerja di bidang pelayaran. International Labour Organization (ILO) mencatat bahwa 139 kasus kematian pelaut di tahun 2023 disebabkan oleh penyakit, seperti stroke dan serangan jantung.

Data tersebut menekankan beratnya pekerjaan di atas kapal, di mana awak kapal harus siap menghadapi berbagai macam kondisi alam sembari mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Perawatan medis yang tersedia di atas kapal juga tidak selengkap di daratan sehingga meningkatkan risiko cedera bagi pelaut.
Lebih lanjut, terdapat 91 kasus awak kapal terjatuh ke laut dan 74 kasus kecelakaan kerja kolektif yang terjadi pada tahun yang sama. Itulah mengapa ISM Code hadir dalam menekan angka kecelakaan kerja selama pengoperasian layanan maritim.
ISM Code diberlakukan untuk semua jenis kapal, termasuk kapal tanker, kapal kontainer, kapal pengangkut bahan kimia dan gas, kapal penumpang, serta struktur lepas pantai.
Selain itu, ISM Code juga berlaku pada pemilik/operator kapal, perusahaan pengelola kapal, seluruh personel yang bekerja di atas kapal, serta negara yang memiliki yurisdiksi atas kapal yang terdaftar di bawah bendera mereka.
Peraturan ini pun akan berdampak secara tidak langsung pada pihak-pihak yang menyediakan jasa pengoperasian kapal (seperti freight forwarder), Port State Control (PSC), dan organisasi yang bertanggung jawab untuk memberikan sertifikasi kepada kapal yang memenuhi standar keselamatan.
Baca juga: Bill of Lading: Definisi, Fungsi, Jenis, dan Komponennya
Perlu diketahui bahwa setiap perusahaan pelayaran wajib memenuhi persyaratan ISM Code dalam mengoperasikan kapal laut. Fungsi ISM Code adalah untuk mencegah kecelakaan, menjamin keselamatan saat berlayar, menghindari kerugian material, dan mencegah pencemaran laut.
Secara rinci, tujuan ISM Code adalah sebagai berikut:
Kemudian, setiap perusahaan yang mengoperasikan kapal yang memenuhi ISM Code wajib memiliki Document of Compliance (DOC). Di Indonesia, hal ini diatur pada Pasal 169 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008.
Pada pasal tersebut, dijelaskan bahwa kapal yang telah memenuhi persyaratan manajemen keselamatan dan pencemaran laut harus memiliki sertifikat Safety Management Certificate (SMC). Sementara itu, pemilik atau operator kapal harus memiliki DOC.
Sertifikat-sertifikat tersebut diterbitkan oleh pejabat yang ditunjuk oleh menteri setelah dilakukannya audit eksternal oleh pejabat pemerintah yang memiliki kompetensi atau lembaga berkewenangan.
Baca juga: Apa Itu Shipping Instruction dan Fungsinya pada Logistik

ISM Code memiliki 16 pasal yang mengatur sistem pengelolaan keamanan pada kapal yang sedang berlayar. Adapun pasal-pasalnya secara umum adalah sebagai berikut:
Untuk bisa dikatakan layak dan memenuhi syarat ISM Code, sebuah kapal harus memenuhi Safety Management System atau sistem manajemen keamanan (SMS). Beberapa persyaratan SMS di antaranya:
Tidak hanya itu, setiap perusahaan pelayaran harus membuat analisis dari audit tersebut. Audit internal dilakukan oleh perusahaan, sedangkan audit eksternal dilakukan setiap dua atau tiga tahun oleh pihak yang berwenang.
Jika kapal sudah memenuhi semua persyaratan keamanan, pihak berwenang dapat mengeluarkan Safety Management Certificate (SMC).
ISM Code adalah salah satu peraturan yang harus ditaati oleh pemilik kapal dan pihak-pihak yang terlibat dalam industri pelayaran. ISM Code kapal berfungsi untuk memastikan keamanan dan mencegah pencemaran lingkungan akibat proses pelayaran.
Apabila perusahaan Anda membutuhkan jasa logistik laut untuk bahan kimia dan LPG yang aman, Chandra Asri Group punya solusinya!
Sebagai #YourGrowthPartner, kami menyediakan solusi logistik laut yang dioperasikan Chandra Daya Investasi Tbk dengan anak usaha PT Chandra Shipping International, PT Marina Indah Maritim, dan Chandra Maritime International Pte. Ltd.
Saat ini, kami mengelola 14 kapal pengangkut yang berkapasitas hingga 106.650 DWT. Angka ini dapat terus bertumbuh seiring akuisisi kapal di masa depan.
Jadi, percayakan kebutuhan logistik bahan kimia perusahaan Anda pada Chandra Asri Group!
Baca juga: Apa Itu Biaya Demurrage dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)