
24-04-2026
Pelabuhan memiliki sejumlah struktur pendukung, seperti dermaga dan breakwater. Peran breakwater pelabuhan sangatlah penting karena struktur ini melindungi tempat berlabuhnya kapal dari hantaman ombak laut. Untuk mengetahui fungsi breakwater pelabuhan dan jenis-jenisnya, cermati informasinya berikut ini.

Breakwater atau pemecah gelombang adalah struktur konstruksi lepas pantai yang dibangun sejajar dengan pantai untuk mencegah abrasi dan erosi akibat hempasan ombak laut dan banjir bandang. Breakwater pelabuhan juga berfungsi untuk mengurangi endapan sedimen di daratan.
Peran breakwater sangatlah signifikan karena garis pantai sering berisiko mengalami erosi dalam jangka panjang. Jadi, diperlukan pelindung yang terpasang di pesisir pantai.
Menurut jurnal yang berjudul “Environmental Impact of Submerged and Emerged Breakwaters”, breakwater umum digunakan di Thailand untuk melindungi pelabuhan dan pesisir pantai yang mulai erosi. Bahkan, Jepang juga menggunakan breakwater di Pelabuhan Oharai. Di Indonesia sendiri, breakwater digunakan untuk melindungi bibir pantai dan hutan mangrove.
Breakwater pelabuhan juga memiliki peran dalam logistik laut. Struktur ini memecah dan melepaskan energi kinetik gelombang laut sehingga kapal dan infrastruktur pelabuhan tetap stabil dan terlindungi dari kerusakan.
Biasanya, breakwater terbuat dari susunan batu atau beton dan bisa dibangun mengapung atau tertanam. Lalu, posisinya bisa menempel di garis pantai atau terendam di dekat bibir pantai.
Baca juga: 7 Fungsi Pelabuhan untuk Perdagangan dan Perekonomian

Breakwater atau pemecah gelombang memiliki sejumlah fungsi dan manfaat untuk kapal dan pelabuhan, di antaranya:
Breakwater mengurangi energi gelombang di pelabuhan sehingga area sandar tetap stabil. Hal ini penting agar kapal-kapal yang bersandar tidak saling bertabrakan ketika ombak laut sedang tinggi.
Breakwater pelabuhan berfungsi untuk melindungi kapal dari gerakan gelombang laut sehingga kargo yang dimuat tidak terjatuh ke laut serta kapal tidak terombang-ambing dan menabrak badan pelabuhan.
Tujuan utama breakwater adalah untuk menahan gaya dari lautan, baik yang terjadi akibat fenomena alam maupun aktivitas manusia. Tidak hanya itu, breakwater juga melindungi garis pantai dan pelabuhan dari ombak yang berasal dari cuaca buruk dan arus konstan.

Menurut jurnal “Environmental Impact of Submerged and Emerged Breakwaters”, terdapat dua jenis breakwater, yaitu breakwater tenggelam dan breakwater permukaan. Selain itu, terdapat pula breakwater lainnya, seperti floating breakwater, pengurang ombak, breakwater vertikal, breakwater alami, dan breakwater batu. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
Breakwater ini dibangun dengan puncak rendah, seperti sejajar dengan muka air dangkal atau tenggelam di bawah permukaan air. Jenis breakwater ini meliputi pemecah gelombang vertikal, setengah lingkaran, geosintetik, dan breakwater gundukan puing.
Fungsi pemecah gelombang ini adalah untuk mendukung manuver pelabuhan dan mengontrol sedimentasi dengan meregulasi arus air dan membuat zona interferensi gelombang.
Pemecah gelombang ini memiliki puncak di atas batas muka air sehingga arus air tidak bisa melampauinya. Jenis breakwater ini sangat umum digunakan di pelabuhan di seluruh dunia, seperti di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Breakwater permukaan biasanya terbuat dari tumpukan batu alam, geotekstil (lembaran permeabel yang terbuat dari serat sintetis), atau beton.
Floating breakwater adalah pemecah gelombang berbasis ponton (struktur apung) yang mudah dipasang dan tidak terlalu merusak dasar laut. Breakwater ini hanya cocok untuk badan air yang memiliki ombak rendah, seperti di teluk atau danau.
Baca juga: Mengenal Pelabuhan Kontainer, Fungsinya, dan Biayanya
Breakwater alami terbentuk dari struktur geografis natural, seperti susunan terumbu karang, gundukan pasir, formasi tombolo, rangkaian pulau dan semenanjung batu.
Susunan terumbu karang dapat meredam ombak sehingga lautan di dalamnya lebih tenang. Kemudian, semenanjung batu adalah susunan batu alami yang menjorok ke laut dan sering digunakan kapal-kapal untuk bersandar.
Lalu, gundukan pasir biasanya terbuat dari tumpukan sedimen yang terus memanjang dan membuat batas alami yang dapat memecah ombak sebelum sampai ke pelabuhan. Jajaran pulau juga bisa menjadi penahan terhadap gelombang alami.
Terakhir, formasi tombolo adalah struktur unik di mana tumpukan sedimen membuat jembatan pulau dari bibir pantai ke tengah laut sehingga secara tidak langsung melindungi perairan teluk.
Breakwater ini termasuk jenis yang paling lawas yang digunakan oleh peradaban manusia. Struktur dasarnya terdiri dari batu kasar hingga 500 kg sebagai fondasi. Lebarnya sekitar 4–5 meter dan puncaknya sedikit menonjol di atas permukaan laut.
Lalu, lapisan bawahnya terdiri dari sekitar satu ton batu yang lebih besar dan tersusun di lereng yang lebih dangkal dari struktur dasar. Kemudian, lapisan luarnya terbuat dari batuan besar dengan berat hingga tiga ton dan diposisikan secara khusus agar saling mengunci sehingga bisa menahan energi dari ombak.
Jenis pemecah gelombang ini memiliki struktur vertikal yang tersusun dari batuan dan beton. Fondasi breakwater ini diisi oleh batuan atau geotekstil. Kemudian, struktur dasarnya disusun oleh karung goni berisi beton yang kemudian dicor dengan beton.
Lalu, bagian dindingnya didesain khusus sesuai dengan kondisi lautan di sebuah lokasi. Tidak seperti breakwater batu yang menyerap gaya dari ombak, pemecah gelombang vertikal memantulkan kembali energi ombak.
Meski terdengar lebih efektif, breakwater ini kurang cocok untuk badan air yang dalamnya lebih dari 2 meter dan memiliki gaya ombak yang sangat kuat. Fondasinya pun harus sangat kukuh agar tidak mudah roboh.
Pengurang ombak terdiri dari dinding paralel yang tersusun secara horizontal dengan satu struktur beton vertikal yang ditopang oleh dinding tambahan di sisi laut dan dua dinding di sisi darat. Jenis breakwater hibrida ini tidak menahan ombak, tetapi mengurangi energi dan tinggi gelombang hingga level yang bisa ditahan
Breakwater pelabuhan memiliki peran yang penting karena melindungi kapal yang bersandar dan infrastruktur pelabuhan dari hantaman gelombang laut. Struktur ini juga penting untuk kelancaran logistik laut, di mana kapal dapat beroperasi di pelabuhan untuk menurunkan dan memuat barang.
Terkait layanan pelabuhan, Chandra Asri Group melalui PT Redeco Petrolin Utama (RPU) mengoperasikan dermaga, tangki, dan aset pendukung untuk bahan kimia.
RPU yang menyediakan dua dermaga dengan kedalaman laut 10 meter yang sesuai dengan kapal berukuran 35.000 DWT dan LoA 200 meter.
RPU juga menyediakan 72 tangki dengan total kapasitas sebesar 130.000 kiloliter, stasiun pengisian bahan bakar terpusat, sistem Customer Order Service, dan oil boom sesuai standar internasional untuk menangani tumpahan minyak.
Oleh karena itu, percayakan kebutuhan layanan kepelabuhan dan penyimpanan bahan kimia perusahaan Anda pada Chandra Asri Group dan Redeco Petrolin Utama, #YourGrowthPartner!
Baca juga: Fungsi Tangki Penyimpanan Bahan Kimia dan Tips Memilihnya