Logo Chandra Asri
refuse derived fuel

29-06-2026

Mengenal Refuse-Derived Fuel (RDF), Energi Bersih dari Sampah

Oleh Chandra Asri Group Editorial Team

Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pilihan energi alternatif bermunculan, salah satunya adalah refuse-derived fuel (RDF). Inovasi ini hadir untuk menjawab permasalahan sampah perkotaan atau industri dengan mengubahnya menjadi bahan bakar. 

Artikel ini membahas kontribusi RDF sampah pada lingkungan dan manfaatnya. Untuk itu, baca artikel ini hingga akhir!

Apa Itu Refuse-Derived Fuel (RDF)?

Apa Itu Refuse-Derived Fuel (RDF)

Refuse-derived fuel, atau RDF, adalah bahan bakar yang diproses dari berbagai macam sampah yang mudah terbakar. Sampah-sampah ini bisa didapatkan dari aktivitas rumah tangga, industri, maupun konstruksi. 

RDF dibentuk melalui serangkaian proses. Pertama, sampah dipilah dan dikumpulkan sesuai jenisnya. Kemudian, sampah-sampah yang bisa didaur ulang dikumpulkan untuk dicacah menjadi lebih kecil. Lalu, cacahan sampah ini dikeringkan dan dipadatkan. 

RDF telah dimanfaatkan oleh industri-industri besar, seperti pabrik dan pembangkit listrik. Sebagai salah satu pelaku industri, Chandra Asri Group juga telah mengembangkan dan menggunakan RDF.

Perusahaan solusi kimia, energi, dan infrastruktur terdepan di Asia Tenggara ini memanfaatkan cofiring refuse-derived fuel hasil pengolahan sampah sebagai sumber energi alternatif pada salah satu boiler batu bara di Site Office Pulo Ampel. 

Cofiring RDF diperkirakan mengurangi jumlah emisi karbon setara dengan 29 ton karbon dioksida. Penggunaan RDF ini tentu mendukung komitmen perusahaan dalam mewujudkan transisi energi bersih.

Berbicara soal RDF, bahan baku alternatif ini sering disandingkan dengan solid recovered fuel (SRF). Perbedaan keduanya terletak pada tingkat kemurniannya. 

SRF mengalami proses pemurnian tingkat tinggi dan biasanya diproduksi sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Di sisi lain, RDF tidak mengalami proses pemurnian sebesar SRF untuk dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. 

Baca juga: Laporan Keberlanjutan Chandra Asri Group

Kontribusi Refuse-Derived Fuel pada Lingkungan dan Energi

RDF memiliki keuntungan utama untuk memberikan dampak yang baik bagi lingkungan. Sampah-sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) diolah kembali menjadi sumber energi bersih sehingga emisi gas rumah kaca dapat berkurang. 

Tidak hanya itu, RDF juga berkontribusi pada ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali sampah menjadi barang yang lebih bernilai. Jadi, sampah di TPA tidak hanya berkurang, tetapi juga berubah menjadi produk dengan nilai guna dan nilai jual yang lebih tinggi.

RDF dapat menjadi jawaban bagi industri-industri yang sangat bergantung pada sumber energi tradisional, tetapi ingin mencari pilihan yang lebih hijau, mengingat energi fosil merupakan energi tak terbarukan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. 

Sumber energi alternatif ini banyak digunakan di seluruh dunia. Di Eropa, RDF dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sementara itu, di beberapa negara di Asia dan Amerika Utara, RDF mulai banyak digunakan, khususnya pada pabrik kertas dan semen. 

Bahan Baku Refuse-Derived Fuel

Bahan Baku Refuse-Derived Fuel

Refuse-derived fuel dapat terbuat dari berbagai bahan yang bisa didaur ulang. Beberapa contoh bahan yang paling umum digunakan adalah sebagai berikut:

  • Sampah rumah tangga. Contoh sampah rumah tangga adalah sisa makanan, kardus, plastik, koran, kertas, dan logam. 
  • Sampah industri. Contohnya adalah serpihan kayu, logam, kertas, dan plastik yang dihasilkan oleh proses manufaktur. 
  • Construction and demolition (C&D). Sampah yang dihasilkan dari sisa pembangunan atau proyek konstruksi. Contohnya adalah kayu, triplek, beton, dan lain-lain. 

Baca juga: 9 Tips Pengolahan Sampah Plastik yang Efektif 

Manfaat Refuse-Derived Fuel

RDF memberikan sejumlah manfaat bagi lingkungan dan umat manusia, di antaranya:

1. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

RDF mengurangi emisi gas rumah kaca dari konsumsi energi fosil yang berlebihan serta mengurangi gas metana dari penumpukan sampah tak terolah di tempat pembuangan akhir. 

2. Mengelola Sampah dengan Efisien

Keuntungan utama RDF adalah dapat mengelola sampah dengan lebih efisien. Sampah-sampah yang menumpuk di TPA dicacah dan dipadatkan hingga bisa menjadi sumber energi. Alhasil, beban di TPA dapat berkurang dan pencemaran tanah akibat air lindi bisa diminimalkan. 

3. Menjadi Sumber Energi Ramah Lingkungan

Daripada membakar sampah secara tradisional, Anda bisa mengolahnya menjadi RDF. Meski penggunaan RDF menimbulkan asap, emisinya tidak sebanyak bahan bakar fosil seperti batu bara. 

4. Menciptakan Peluang Ekonomi Baru

Pengolahan sampah menjadi RDF dapat menciptakan peluang ekonomi baru, seperti membuka lapangan pekerjaan di sektor pengembangan teknologi RDF dan pengelolaan sampah. Tidak hanya itu, RDF dapat dijadikan sebagai inovasi produk industri yang bisa dipasarkan ke masyarakat.

Demikian informasi tentang refuse-derived fuel (RDF) yang bisa dipelajari. Untuk mencegah kondisi iklim semakin memburuk akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca, kita perlu terus berinovasi dalam mewujudkan sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan. 

Sebagai #YourGrowthPartner, Chandra Asri Group juga turut berkomitmen untuk menerapkan praktik kerja yang bertanggung jawab dengan mengelola emisi dan air limbah serta menggunakan RDF untuk mendukung transisi energi bersih. 

Baca juga: 8 Cara Mengurangi Emisi Karbon & Contoh Penerapannya! 

Bagikan :