
21-05-2026
Energi listrik memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Listrik tidak hanya diperoleh dari energi fosil, tetapi juga dari energi terbarukan.
Untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, energi listrik perlu didistribusikan melalui power transmission. Ingin tahu lebih lanjut soal proses transmisi daya? Cermati informasi selengkapnya di bawah ini.

Power transmission adalah tahap mengirimkan daya ke tujuan sehingga dapat digunakan oleh konsumen. Dapat dikatakan bahwa transmisi adalah “jalan tol” untuk energi listrik karena menyalurkan energi ini dalam jumlah besar dan dengan cepat hingga mencapai daerah yang membutuhkan.
Power transmission didukung oleh sejumlah alat, seperti tiang, menara tinggi, saluran transmisi, transformator, dan gardu induk. Secara umum, energi listrik dikirimkan dari pembangkit listrik ke gardu induk terdekat.
Energi listrik didistribusikan melalui saluran transmisi, seperti kabel, tiang, dan menara, pada tingkat tegangan tinggi, yang terlalu tinggi apabila langsung disalurkan ke rumah atau bangunan.
Itulah mengapa energi listrik juga mengalami power distribution. Jika power transmission diibaratkan sebagai “jalan tol”, power distribution adalah “jalan raya” atau “jalan desa”.
Power distribution adalah tahap terakhir dalam penyaluran energi listrik. Tahap ini mengurangi tegangan listrik sehingga bisa disalurkan ke rumah atau bangunan bisnis dengan aman.
Apabila Anda keluar rumah, Anda akan melihat tiang listrik dengan kabel yang tersambung ke banyak bangunan. Kabel-kabel inilah yang disebut saluran distribusi.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa untuk bisa digunakan oleh masyarakat, energi listrik mengalami dua tahapan yang tak terpisahkan, yaitu power transmission dan distribution.
Baca juga: 12 Jenis Pembangkit Listrik: Pengertian dan Kelebihannya!

Power transmission adalah sistem penyaluran listrik yang cukup rumit karena mengombinasikan banyak komponen untuk bekerja bersamaan. Adapun proses transmisi daya adalah sebagai berikut:
Proses transmisi daya didukung oleh sejumlah alat, salah satunya adalah transformator atau trafo. Komponen ini memastikan bahwa jumlah arus yang didistribusikan sepanjang saluran listrik memadai.
Trafo juga menaikkan dan menurunkan jumlah daya serta mempertahankan jumlah arus yang sesuai pada setiap tahapan transmisi daya.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, listrik disalurkan dalam tegangan tinggi yang bahkan terlalu tinggi untuk langsung didistribusikan ke rumah-rumah. Itulah mengapa trafo mengurangi tegangannya sehingga bisa dimanfaatkan oleh bisnis dan rumah tangga.
Trafo dapat meledak karena berbagai faktor, seperti kelebihan beban, keausan, tersambar petir, lonjakan daya, dan lain sebagainya.
Komponen ini memiliki sirkuit yang melindunginya dari lonjakan tegangan, tetapi perlu 60 milidetik untuk sirkuit ini merespons isu tersebut sehingga kurang cepat untuk mencegah ledakan.
Ketika trafo meledak, layanan listrik ke rumah tangga dan bisnis yang tersambung ke komponen tersebut akan terputus. Trafo harus segera diperbaiki agar aliran listrik kembali lancar.
Baca juga: PLTGU: Inovasi Pembangkit Listrik yang Lebih Efisien Energi
Power transmission menggunakan arus bolak-balik (AC), arus searah (DC), atau kombinasi keduanya. Arus bolak-balik mengubah arahnya pada waktu-waktu tertentu, sedangkan arus searah hanya bergerak ke satu arah.
Power transmission lebih banyak menggunakan arus bolak-balik karena bisa dinaikkan dan diturunkan tegangannya menggunakan transformator (trafo) sehingga mengurangi risiko kehilangan energi saat distribusi jarak jauh.
Selain itu, infrastruktur AC biasanya lebih terjangkau dibandingkan dengan arus searah. Walau begitu, DC juga berperan dalam transmisi daya bertegangan tinggi, khususnya pada saluran listrik bawah laut yang jauh. Intinya, kedua arus ini bekerja sama untuk mendistribusikan listrik ke konsumen.

Power transmission adalah proses yang rumit sehingga kerap menjadi tantangan bagi berbagai pihak. Berikut adalah sejumlah rintangan yang berpotensi dihadapi:
Energi listrik dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer manusia, baik untuk rumah tangga maupun bisnis. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi energi tepercaya.
Terkait hal tersebut, Chandra Asri Group adalah #YourGrowthPartner yang dapat diandalkan. Melalui anak perusahaan kami, yaitu Krakatau Chandra Energi (KCE), kami menyediakan layanan penyediaan tenaga listrik, jasa ketenagalistrikan, dan energi baru terbarukan.
Layanan penyediaan tenaga listrik adalah bisnis utama KCE yang didukung oleh pembangkit listrik berkapasitas total 120 MW. KCE melayani lebih dari 200 pelanggan industri, bisnis, sosial, pemerintahan, dan 1.000+ pelanggan rumah tangga.
Kami mengandalkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) dan menjamin kualitas energi listrik yang dihasilkan sesuai dengan standar industri.
Lebih lanjut, kami juga menyediakan jasa ketenagalistrikan yang mencakup operasional dan perawatan (O&M), engineering, procurement, and construction (EPC), dan jasa perbaikan overhaul trafo dan motor listrik.
Kemudian, kami juga menyediakan panel surya yang terdiri dari empat mekanisme yang bisa Anda pilih, di antaranya:
Jadi, percayakan kebutuhan energi listrik perusahaan Anda pada Chandra Asri Group dan Krakatau Chandra Energi!
Baca juga: PLTS Terapung: Inovasi untuk Pengembangan Energi Terbarukan