
27-03-2026
Dalam pengolahan air bersih, pemantauan berdasarkan parameter kualitas air sangatlah penting untuk memastikan bahwa air yang diproses sudah layak untuk digunakan.
Secara umum, parameter uji kualitas air terbagi menjadi tiga, yaitu fisika, kimiawi, dan biologi. Lantas, apa saja parameter kualitas air yang perlu diperhatikan? Temukan informasi selengkapnya berikut ini.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, parameter kualitas air terbagi menjadi tiga kategori, yaitu fisika, kimiawi, dan biologis. Adapun penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut:
Parameter kualitas air ini berdasarkan kondisi fisik air yang bisa dilihat dan dirasakan, seperti kekeruhan, konduktivitas, suhu, dan lain sebagainya. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
Kekeruhan menilai apakah cahaya dapat menembus air dengan mudah. Air yang keruh biasanya mengandung bahan organik, lumpur, pasir, atau partikulat lainnya. Lebih lanjut, kekeruhan air bisa disebabkan oleh total suspended solids (TSS) dan total dissolved solids (TDS).
Kekeruhan air dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah partikulat di dalamnya. Air yang keruh sebaiknya tidak dikonsumsi karena dapat mengandung patogen dan zat berbahaya.
Lantas, mengapa tingkat kekeruhan air harus terus dipantau? Selain karena bahaya kontaminan di dalamnya, kekeruhan air yang tinggi dapat meningkatkan biaya penjernihan air karena Anda harus menambahkan sejumlah tahapan agar air bisa lebih jernih.
Selain itu, kontaminan yang ada di dalamnya dapat menyerap lebih banyak logam berat, seperti kadmium, timbal, dan merkuri, sehingga berbahaya bagi kesehatan. Alat parameter kualitas air untuk kekeruhan adalah nephelometer.
Konduktivitas adalah parameter kualitas air yang utama. Indikator ini menilai kemampuan air menghantarkan aliran listrik dalam jarak tertentu. Konduktivitas diukur dalam siemens per jarak.
Indikator ini penting untuk menilai kualitas air karena semakin tinggi konduktivitasnya, semakin banyak ion terlarut dan ketidakmurnian dalam air. Itulah mengapa air minum umumnya memiliki konduktivitas yang rendah karena tidak mengandung banyak kontaminan.
Suhu memengaruhi proses biosorpsi (pemisahan) logam berat terlarut dalam air. Proses sedimentasi dan klorinasi juga bergantung pada suhu karena reaksi kimia, viskositas, kelarutan, dan palatabilitas dipengaruhi oleh suhu.
Salinitas adalah kadar garam pada air. Ion garam yang sering ditemukan pada air adalah klorida, sulfat, karbonat, dan natrium. Semakin tinggi ion garam yang terkandung pada air, semakin tinggi konduktivitasnya.
Selain itu, jumlah ion garam yang tinggi pada air dapat menyebabkan karat dan merusak struktur ekosistem perairan. Salinitas diukur dengan hidrometer atau refraktometer dalam satuan parts per thousand (ppt) atau persentase.
Baca juga: Mengenal Ultrafiltrasi, Ini Cara Kerja dan Manfaatnya
Terdapat dua jenis padatan, yaitu suspended solids (TSS) dan dissolved solids (TDS). TSS adalah padatan yang tertinggal pada saringan, sementara TDS adalah padatan yang berhasil lolos dari saringan.
Sampel air yang sudah disaring dapat ditempatkan pada wadah untuk diuapkan. Residu yang tertinggal pada wadah disebut TDS.
Air dapat memiliki warna, rasa, dan bau yang berbeda tergantung pada senyawa anorganik atau organik di dalamnya. Warna air dinilai dengan skala 0–70. Air murni biasanya tidak berwarna sehingga skalanya 0.
Lalu, rasa dan bau pada air dapat berasal dari sumber alami, pertanian, aktivitas mikroba, kesalahan dalam proses penjernihan air, atau domestik. Bau air diklasifikasikan dari A–J, mulai dari tanpa aroma hingga amis. Sementara itu, rasa air diklasifikasikan sebagai A–E, mulai dari tanpa rasa hingga pahit.

Parameter kimia kualitas air menilai karakteristik kimiawi dari air. Hal ini termasuk pH, keasaman, dan lain-lain. Berikut adalah penjelasannya:
pH mengindikasikan seberapa basa atau asam air. Umumnya, air memiliki pH sekitar 6,5–8,5. Air yang pH-nya di bawah itu akan cenderung asam karena mengandung lebih banyak ion hidrogen. Sementara itu, air yang basa mengandung lebih banyak ion hidroksil. Lalu, air murni biasanya memiliki pH 7 atau netral.
Alkalinitas adalah kemampuan air untuk menetralkan asam. Parameter ini penting untuk menentukan seberapa banyak natrium karbonat (soda abu) yang diperlukan untuk menetralkan air.
Oksigen terlarut (DO) adalah jumlah oksigen yang larut pada air. Kandungan ini dapat disebabkan oleh hasil fotosintesis tumbuhan atau kontaminasi air tanah.
DO adalah parameter kualitas air yang penting pada proses pengolahan air karena ketika angkanya di bawah 3 ppm, air akan beracun bagi ikan. DO yang tinggi biasanya mengindikasikan kualitas air yang baik. Meski begitu, kadar DO tinggi pada air minum dapat mengkorosi pipa.
Hardness menilai jumlah mineral dalam air, seperti magnesium dan kalsium. Kandungan mineral pada air dapat meninggalkan kerak pada saluran pipa. Terdapat dua jenis hardness, yaitu sementara dan permanen.
Mineral pada hardness sementara dapat dihilangkan dengan merebus air hingga mendidih. Namun, jika sudah permanen, mineral akan tetap ada pada air meski sudah direbus.
Baca juga: Mengenal Pasir Silika dan Fungsinya pada Penyaringan Air
Tahukah Anda bahwa air dapat mengandung berbagai macam zat berbahaya anorganik? Meskipun kandungannya sedikit, air tetap bisa membahayakan kesehatan. Zat anorganik ini terbagi menjadi dua, yaitu logam dan nonlogam.
Zat logam meliputi kadmium, kromium, selenium, arsenik, barium, timbal, merkuri, dan perak. Zat ini harus dipisahkan dari air agar tidak menimbulkan keracunan. Sementara itu, zat nonlogam meliputi sianida dan nitrat.

Parameter kualitas air ini mengamati karakteristik air berdasarkan kandungan organisme dan patogen di dalamnya. Adapun informasinya adalah sebagai berikut:
Bakteri adalah organisme bersel satu yang dapat berkembang biak dalam waktu yang cepat pada suhu, pH air, dan kondisi tertentu. Semakin meningkat suhu air, semakin cepat bakteri berkembang biak.
Air yang mengandung bakteri tidak aman untuk dikonsumsi karena dapat menyebabkan penyakit seperti kolera, diare, dan demam tifoid.
Sama halnya dengan bakteri, air yang mengandung virus juga tidak aman untuk dimanfaatkan. Untuk bisa mengetahui kandungan virus di dalam air, Anda bisa menggunakan metode PCR atau mikroskop elektron.
Alga adalah tumbuhan mikroskopis yang sering menjadi penyebab adanya rasa dan bau tertentu pada air. Sejumlah alga, seperti alga hijau-biru atau sianobakteri, juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Air bersih adalah salah satu kebutuhan penting untuk berbagai sektor, mulai dari sektor rumah tangga hingga industri. Oleh karena itu, penyedia layanan air bersih yang tepercaya sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Dalam hal ini, Chandra Asri Group melalui Krakatau Tirta Industri (KTI) menawarkan solusi air untuk berbagai industri. Sebagai #YourGrowthPartner, KTI menyediakan jasa air bersih, air demin, dan pengolahan air limbah.
Kami mengoperasikan sejumlah Instalasi Pengolahan Air untuk bisa memasok air bersih dan air demin untuk industri serta melakukan pengolahan air limbah sesuai dengan standar yang berlaku. Yang pasti, solusi air kami sudah sesuai dengan parameter kualitas air sehingga aman digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Jadi, percayakan kebutuhan air industri perusahaan Anda pada Chandra Asri Group dan Krakatau Tirta Industri!
Baca juga: Apa Itu Air Suling? Ini Kegunaannya untuk Industri