Logo Chandra Asri
water quality monitoring system

21-05-2026

Water Quality Monitoring System & Perannya pada Pengolahan Air

Air adalah salah satu kebutuhan primer bagi rumah tangga maupun bisnis. Agar aman bagi kesehatan dan proses operasional, air harus memenuhi standar kualitas yang dipantau dari tiga parameter, yaitu biologis, kimiawi, dan fisik. 

Itulah mengapa water quality monitoring system hadir untuk memantau dan menganalisis kualitas air secara real-time. Artikel ini membahas peran water quality monitoring system dan cara kerjanya. Jadi, simak artikel ini hingga akhir.

Apa Itu Water Quality Monitoring System?

Apa Itu Water Quality Monitoring System

Water quality monitoring system adalah jaringan instrumen yang mengukur kondisi air. Data pengukuran ini kemudian dikirimkan ke pihak yang berwenang, seperti perusahaan pengolahan air atau pemerintah daerah, untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya. 

Umumnya, water quality monitoring system memantau pH, kekeruhan, suhu, oksigen terlarut, alga, dan lain-lain. Alat pemantau terpasang di dalam air sepanjang waktu sehingga bisa memberikan data secara real-time.

Contoh umum pemanfaatan water quality monitoring system adalah pada danau atau reservoir air. Alat pemantau dipasang secara permanen atau mengapung di badan air serta dilengkapi dengan banyak sensor. 

Water quality monitoring system umumnya digunakan oleh industri pengolahan air yang mengelola air baku menjadi air yang layak guna. Selain itu, sistem pemantauan ini juga digunakan untuk mencegah polusi air dan menjaga kesehatan masyarakat. 

Baca juga: 10 Teknik Penjernihan Air untuk Industri dan Air Minum 

Mengapa Water Quality Monitoring System Penting?

Water quality monitoring system memiliki lima tujuan penting, yaitu mengidentifikasi perubahan kualitas air seiring berjalannya waktu, mengidentifikasi permasalahan yang muncul berkaitan dengan kualitas air, mendapatkan informasi untuk mencegah polusi, menentukan strategi untuk mengatasi polusi, dan merespons kegawatdaruratan, misalnya banjir.

Perlu diketahui bahwa badan air dapat berubah sangat cepat akibat berbagai faktor, seperti cuaca, arus, dan sinar matahari. Faktor-faktor tersebut dapat mendorong pertumbuhan alga dan perubahan kualitas.

Tanpa water quality monitoring system, seperti hanya mengandalkan sampel acak, Anda berpotensi melewatkan beberapa hal yang harusnya terlacak, misalnya penurunan oksigen di malam hari. 

Smart water quality monitoring system bekerja secara otomatis dan real-time sehingga permasalahan dapat langsung terdeteksi. Sensor yang ada pada alat akan mengirimkan data setiap beberapa waktu dan membuat pola yang dapat terbaca.

Jadi, Anda bisa memantau adanya peningkatan alga, suhu, atau kekeruhan saat itu juga. Hal ini tentu membantu Anda menentukan strategi penanganan sebelum terjadi pelanggaran regulasi atau komplain dari pelanggan. 

Komponen Water Quality Monitoring System

Sistem pemantauan ini bekerja dalam kerangka yang bergantung pada kepekaan sensor, kecepatan pengiriman data, dan analisis tingkat lanjut sehingga informasi dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Adapun komponen water quality monitoring system adalah sebagai berikut:

1. Sensor

Sensor adalah komponen utama water quality monitoring system. Elemen ini mengukur kualitas air berdasarkan tiga parameter, yaitu biologis, fisik, dan kimiawi. 

Sensor yang paling umum ditemukan pada water quality monitoring system adalah sensor pH, suhu, amonia, kekeruhan, logam berat, dan masih banyak lagi. Kombinasi sensor ditentukan berdasarkan kebutuhan. 

Misalnya, untuk memantau kualitas air baku yang akan diolah menjadi air minum, kombinasinya disusun atas sensor suhu, pH, kekeruhan, dan oksigen terlarut. 

Sementara itu, sensor yang digunakan untuk memantau air limbah terdiri dari sensor logam berat dan amonia nitrogen yang melihat tingkat polusi yang terkandung di dalamnya. 

2. Sistem Daya

Sistem ini memasok energi untuk alat yang terendam di dalam air. Sumber energi ini dapat berasal dari baterai atau panel surya. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengatur alat secara remote

3. Pengumpul Data

Elemen ini bertugas untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengirimkan data dari sensor ke dalam sistem penyimpanan awan. Komponen ini dapat terhubung ke banyak sensor sekaligus. Pengumpul data juga bisa dilengkapi dengan modul komunikasi nirkabel sehingga dapat dioperasikan secara remote

4. Pusat Pemantauan

Pusat pemantauan biasanya terdiri dari database, server, perangkat lunak pemantauan, dan komputer. Pusat pemantauan mendapatkan informasi dari berbagai pengumpul data dan langsung menganalisisnya menjadi satu laporan komprehensif. 

Pusat informasi ini juga dapat mengatur alat-alat yang terpasang di badan air secara remote, misalnya untuk memulai dan menghentikan pengumpulan data. 

Baca juga: Apa Itu Air Suling? Ini Kegunaannya untuk Industri 

Cara Kerja Water Quality Monitoring System

Cara Kerja Water Quality Monitoring System

Kini Anda sudah mengetahui apa saja elemen water quality monitoring system. Lantas, bagaimana alat-alat tersebut bekerja?

Sensor yang terpasang di badan air akan mengirimkan data secara berkelanjutan. Pengumpul data akan membaca data yang dikirimkan oleh sensor dan mengirimkannya ke pusat pemantauan melalui protokol jaringan kabel maupun nirkabel. 

Pusat pemantauan akan menganalisis statistik dan data visual secara otomatis untuk menemukan ketidaksesuaian pola dan mengidentifikasi masalah kualitas air. 

Data-data yang sudah teranalisis akan ditampilkan secara live di dasbor. Di sini, Anda bisa mengatur dan menyaring data sesuai dengan kebutuhan. 

Bahkan, dasbor pemantauan kini sudah dilengkapi dengan algoritma machine learning untuk menemukan perubahan pola dan memprediksi tren di masa depan berdasarkan pola yang tersimpan sebelumnya. 

Tidak hanya machine learning, IoT water quality monitoring systems juga semakin banyak dimanfaatkan, yang mana sistem ini menggunakan sensor IoT (Internet of Things) untuk memantau pH, suhu, dan oksigen terlarut. 

Penyedia Layanan Air Bersih untuk Industri

Water quality monitoring system memastikan air yang digunakan untuk berbagai keperluan telah memenuhi standar keamanan dan kesehatan. Kualitas air industri juga harus dipantau agar tidak mengganggu proses operasional atau merusak peralatan. 

Di Chandra Asri Group, Anda bisa mendapatkan air industri yang diolah secara cermat dan terukur oleh Instalasi Pengolahan Air Krenceng dan Cidanau. 

Kedua instalasi pengolahan air ini, di bawah operasional Krakatau Tirta Industri (KTI), mengolah air baku dari Sungai Cidanau, Sungai Cipasauran, dan Waduk Nadra Krenceng agar bisa dimanfaatkan oleh berbagai industri. 

Instalasi Pengolahan Air Krenceng memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.800 liter/detik, sedangkan Instalasi Pengolahan Air Cidanau mengoperasikan 3 unit pompa intake dengan kapasitas masing-masing 600 liter/detik. 

Instalasi Pengolahan Air Cidanau juga dilengkapi dengan bangunan pembilas, bangunan sadap, dan saluran kantong lumpur yang berada di sisi kanan bendungan. 

Jadi, tidak perlu bingung mencari sumber air bersih untuk keperluan industri. Percayakan pada Chandra Asri Group dan Krakatau Tirta Industri, #YourGrowthPartner!

Baca juga: Mengenal Ultrafiltrasi, Ini Cara Kerja dan Manfaatnya