
23-06-2026
Marine loading arm (MLA) adalah salah satu alat yang membantu perpindahan produk cair atau gas dari vessel ke dermaga atau pelabuhan. MLA kerap digunakan di industri petrokimia untuk memindahkan bahan kimia dengan aman.
Artikel ini membahas fungsi marine loading arm dan komponennya. Oleh karena itu, pelajari informasi selengkapnya berikut ini.

Marine loading arm (MLA) adalah “lengan” mekanis yang tersusun oleh sendi-sendi dan pipa baja kaku. MLA menghubungkan kapal dengan jaringan pipa yang ada di darat sehingga gas dan cairan bisa dipindahkan dengan mudah dan aman.
Biasanya, MLA dapat ditemukan di terminal petrokimia, fasilitas ekspor LPG dan LNG, pelabuhan bahan kimia, dan di pabrik bahan kimia.
MLA berbeda dengan selang transfer pada umumnya karena dapat mengalirkan bahan kimia dalam jumlah besar dan dengan tekanan tinggi. Tidak hanya itu, MLA juga bisa beradaptasi dengan pergerakan kapal selama bongkar muat, variasi ombak, dan kondisi cuaca.
Ship marine loading arm dioperasikan secara hidraulik dan dilengkapi dengan Emergency Release System (ERS). Jadi, proses bongkar muat bisa lebih cepat dan aman.
Sebelum sistemnya dilepas, MLA harus dikeringkan dengan udara bertekanan tinggi (untuk diesel dan minyak gas) atau menggunakan pompa (untuk kerosene dan bensin) untuk menghempaskan sisa bahan kimia.
Menariknya, MLA ternyata bisa mengelola berbagai macam bahan kimia dengan kekentalan dan suhu yang beragam.
Baca juga: Fungsi Tangki Penyimpanan Bahan Kimia dan Tips Memilihnya
Marine loading arm (MLA) memiliki sejumlah komponen, di antaranya:
MLA memiliki dua bagian lengan utama, yaitu yang tersambung ke jaringan pipa di darat dan ke badan kapal. Lengan-lengan ini dihubungkan dengan sendi putar yang mengikuti pergerakan dari berbagai arah.
MLA memiliki lengan-lengan yang berat sehingga perlu dilengkapi dengan sistem pemberat atau penyeimbang hidraulik agar lengan tidak menahan beban yang berlebihan.
Sistem pemberat ini juga meningkatkan keamanan karena memastikan alat tetap seimbang dan stabil selama proses operasional berlangsung.
Sendi putar, atau swivel joints, adalah salah satu komponen penting pada MLA karena memberikan akses pergerakan yang lebih luas. Sendi ini juga berfungsi untuk menjaga jalur transfer cairan agar tidak bocor selama lengan bergerak.
MLA dilengkapi dengan sistem kontrol canggih yang bisa mengendalikan pergerakan alat. Sistem ini biasanya juga memiliki fitur-fitur otomatis agar pergerakannya akurat dan minim kecelakaan.
ERS adalah sistem yang mengontrol lengan MLA agar bisa lepas secara otomatis ketika situasi genting terjadi. Sistem ini juga menyegel kedua ujung lengan agar cairan atau gas tidak tumpah saat lengan dilepaskan.
QCDC menawarkan kemampuan untuk menghubungkan MLA ke manifold kapal. Terdapat dua jenis QCDC, yaitu manual dan hidraulik.
Untuk bahan-bahan yang menghasilkan uap selama proses, seperti minyak bumi, Anda perlu memasang jalur uap untuk mencegah polusi dan memastikan keselamatan pekerja.
Baca juga: Mengenal Pelabuhan Kontainer, Fungsinya, dan Biayanya
Saat proses bongkar muat produk kimia, marine loading arm akan bekerja dalam tahapan berikut:
Ketika terjadi kegentingan atau kapal terombang-ambing parah hingga membahayakan proses distribusi, sistem ERS akan otomatis menyala, lengan-lengan langsung terlepas, dan kedua ujung pipa akan disegel agar cairan tidak mengalir keluar.
Marine loading arm (MLA) menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya kini semakin banyak digunakan di sektor petrokimia, di antaranya:
Bahan kimia, baik dalam bentuk gas maupun cairan, harus dikelola dengan cermat dan sesuai standar untuk menghindari risiko kerusakan bahan baku hingga pencemaran lingkungan.
Oleh karena itu, jika perusahaan Anda sedang merencanakan logistik bahan kimia jalur laut, pastikan untuk memasukkan layanan kepelabuhan dan penyimpanan dari Chandra Asri Group ke dalam rencana Anda!
Melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN) dan PT Redeco Petrolin Utama (RPU), Chandra Asri Group melayani sejumlah kebutuhan penyimpanan bahan kimia yang dilengkapi dengan marine loading arm.
CPN, sebagai anak usaha, mengoperasikan lahan operasional seluas 35+ hektar yang terletak di Cilegon serta 3 dermaga yang melayani kapal-kapal, di antaranya:
Kemudian, CPN juga mengelola 50+ tangki dengan total kapasitas 500.000+ m3, termasuk tangki atmosferik dan tangki bertekanan.
Selain CPN, solusi kepelabuhan dan penyimpanan bahan baku kimia juga dioperasikan oleh RPU. Sebagai #YourGrowthPartner, RPU melayani 2 dermaga dengan kedalaman laut 10 meter untuk kapal dengan berat maksimal 35.000 DWT dan LOA 200 meter.
Lalu, RPU juga mengoperasikan 70+ tangki dengan kapasitas 125.000+ kiloliter, stasiun pengisian bahan bakar terpusat, sistem customer order service, dan praktik keselamatan berstandar internasional.
Untuk solusi penyimpanan dan penanganan bahan kimia, serahkan pada Chandra Asri Group!
Baca juga: Breakwater Pelabuhan: Definisi, Fungsi, dan Jenisnya