Logo Chandra Asri
kenapa harga plastik naik

21-05-2026

Kenapa Harga Plastik Naik? Ini Penyebab & Proses Membuatnya

Plastik adalah salah satu benda yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat. Pasalnya, hampir semua produk mengandung plastik, seperti kemasan, wadah makanan, kantung belanja, dan lain sebagainya. 

Permasalahannya, saat ini harga plastik sedang naik akibat beberapa faktor. Lalu, sebenarnya plastik terbuat dari apa dan kenapa harga plastik naik? Simak artikel ini untuk menemukan jawabannya. 

Kenapa Harga Plastik Naik?

Kenapa Harga Plastik Naik

Harga plastik kini terus meroket bersamaan dengan kenaikan harga bahan bakar motor (BBM). Dua hal ini mungkin terlihat tidak berkaitan, tetapi keduanya terdampak oleh faktor yang sama, yaitu fluktuasi harga minyak bumi. 

Fluktuasi ini salah satunya disebabkan oleh gejolak geopolitik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Konflik ini mengganggu arus distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak global. 

Alhasil, harga minyak bumi terus naik dan mendisrupsi biaya bahan baku petrokimia, seperti nafta minyak bumi. Padahal, nafta adalah salah satu bahan dasar pembuatan plastik. 

Tidak hanya itu, proses produksi plastik membutuhkan energi yang cukup besar sehingga kenaikan BBM tentu juga berdampak pada kenaikan biaya produksi plastik. 

Kenaikan harga BBM juga memengaruhi proses distribusi, khususnya jika menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil. Biaya transportasi tentu naik jika harga BBM juga naik.

Jadi, alasan kenapa harga plastik naik saling berkaitan satu sama lain, yaitu biaya produksi dan distribusi yang meningkat sebagai imbas dari kenaikan harga minyak dunia. 

Jika berbicara soal pemanfaatan plastik, OECD menjelaskan bahwa pada tahun 2020, produksi dan penggunaan plastik menyentuh angka 435 juta ton. Angka ini meningkat dari tahun 2000, yang hanya sekitar 234 juta ton. 

Pada tahun 2040, produksi dan penggunaan plastik diproyeksikan meningkat hingga 70% dibandingkan dengan tahun 2020. 

Bahkan, angkanya dapat menyaingi pertumbuhan populasi dunia karena permintaan plastik yang terus menjulang, terlebih di negara-negara dengan pertumbuhan tinggi, seperti Asia dan Amerika Latin. 

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa permintaan plastik dinilai akan tetap tinggi. Dengan tingginya permintaan tersebut, kenaikan harga plastik tentu dapat menjadi beban bagi masyarakat, seperti sektor UMKM atau manufaktur, yang hampir selalu memanfaatkan produk tersebut. 

Baca juga: Plastik PET: Karakteristik, Kegunaan, & Bedanya dengan HDPE 

Bagaimana Plastik Dibuat dari Minyak Bumi?

Bagaimana Plastik Dibuat dari Minyak Bumi

Dapat dikatakan bahwa plastik telah melampaui bahan-bahan buatan manusia lainnya. Bahkan, sangat sulit membayangkan dunia tanpa kehadiran plastik saat ini. 

Plastik sintetis pertama yang dibuat di dunia adalah bakelit, yang muncul di awal abad ke-20. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances menjelaskan bahwa produk kemasan menjadi pasar terbesar bagi penggunaan plastik di dunia. 

Bagaimana tidak, saat ini hampir semua produk dikemas dengan lapisan plastik. Namun, sebenarnya plastik terbuat dari apa? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, plastik terbuat dari minyak bumi. 

Agar dapat memahami bagaimana plastik dibuat dari minyak bumi, simak proses pembuatan plastik berikut ini:

1. Ekstraksi Minyak Bumi

Tahap pertama dari produksi plastik adalah mengekstraksi bahan baku dari lapisan Bumi, seperti minyak bumi dan gas alam. Bahan ini akan diolah lebih lanjut menjadi bahan dasar. 

2. Pemurnian Bahan Baku

Setelah minyak bumi diekstraksi, zat ini akan diubah menjadi produk minyak bumi dengan dipanaskan pada suhu tinggi dan kemudian dikirim ke unit distilasi. 

Di unit distilasi, minyak bumi diproses hingga menjadi fraksi dengan memisahkan minyak bumi berat dan ringan. Salah satu fraksi minyak bumi adalah nafta yang kemudian digunakan untuk membuat plastik. 

Pada tahap ini juga terjadi dua proses lainnya, yaitu cracking dan polimerisasiCracking menghasilkan etilena dan propilena yang juga menjadi bahan baku plastik. 

Sementara itu, polimerisasi adalah proses menyatukan kembali monomer menjadi rantai panjang sehingga menjadi produk plastik, seperti polietilena dan polivinil klorida. 

3. Produksi Plastik

Kini, bahan dasar berupa pelet plastik sudah didapatkan dari proses di atas. Selanjutnya, pelet plastik tersebut diproduksi menjadi banyak produk, seperti wadah makanan, kantung plastik, kemasan produk, pipa air, komponen kendaraan, dan masih banyak lagi. 

Berbagai macam bahan dicampur dan dilebur menjadi satu sehingga menciptakan formulasi produk plastik. Kemudian, beragam metode ekstruksi dilakukan untuk mengubah pelet plastik menjadi produk setengah jadi atau produk akhir. 

Baca juga: Mengenal Polyethylene, Bahan Baku Plastik yang Fleksibel 

Chandra Asri Group, Solusi Bahan Baku Plastik Industri

Plastik adalah bahan dan produk yang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, baik untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun untuk keperluan manufaktur. 

Chandra Asri Group, sebagai perusahaan solusi kimia dan #YourGrowthPartner, dapat menjadi solusi bahan baku plastik industri bagi perusahaan Anda. Kami mengoperasikan kompleks petrokimia terintegrasi kelas dunia dan memberikan kualitas sebanding dengan harga yang terjangkau. 

Chandra Asri Group bersama Glencore juga mengakuisisi Shell Energy and Chemicals Park Pte. Ltd. (SECP) di Singapura melalui perusahaan patungan kami. Kini, perusahaan bernama  Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) ini mengoperasikan fasilitas energi dan petrokimia terintegrasi di Pulau Bukom dan Jurong, Singapura. 

Adapun bahan baku plastik yang tersedia di Chandra Asri Group dan Aster adalah sebagai berikut:

  • Etilena.
  • Propilena
  • Polietilena
  • LLDPE.
  • Metallocene-LLDPE.
  • HDPE. 
  • Polipropilena.
  • Homopolymer.
  • Random copolymer.
  • Impact copolymer.
  • Terpolymer.
  • Polistirena. 

Selain bahan baku plastik di atas, kami juga menyediakan bahan kimia industri lainnya, seperti stirena monomer dan butadiena. 

Jadi, pastikan proses manufaktur di perusahaan Anda tetap berjalan dengan pasokan bahan baku plastik dan kimia yang andal. Hubungi kami untuk berkonsultasi dan mendapatkan penawaran terbaik!

Baca juga: Apa Itu LLDPE, Kegunaan, Sifat, dan Bedanya dengan LDPE