Logo Chandra Asri
elastomer adalah

28-01-2026

Elastomer: Definisi, Karakteristik, Jenis, dan Kegunaannya

Elastomer adalah salah satu bahan yang kerap digunakan di industri kimia berkat fleksibilitas dan daya tahannya. Elastomer dapat berupa bahan alami atau sintetis sehingga bisa menjangkau banyak industri. 

Lantas, apa saja karakteristiknya dan kegunaannya? Baca artikel ini hingga akhir untuk menemukan informasi selengkapnya. 

Apa Itu Elastomer?

Apa Itu Elastomer

Elastomer adalah suatu jenis polimer yang elastis sehingga bisa kembali ke bentuk semula setelah diregangkan. Sifat elastis ini membuat elastomer dipakai secara luas untuk membuat produk karet. 

Istilah elastomer berasal dari “elastis” dan “polimer”. Ikatan antarmolekul yang relatif lemah membuat elastomer bisa meregang di bawah tekanan. Molekul rantai elastomer juga bisa menyesuaikan diri terhadap tekanan sehingga dapat didistribusikan saat meregang. 

Dalam kondisi normal, molekul elastomer cenderung kusut tak beraturan. Namun, ketika gaya dan tekanan diterapkan, molekul ini dapat menyesuaikan diri mengikuti arah gaya. Lalu, ketika gaya dilepaskan, molekul akan kembali ke kondisi normal. 

Karakteristik Elastomer

Karakteristik Elastomer

Karakteristik elastomer beragam tergantung bahan dan peruntukannya. Secara umum, berikut adalah karakteristik elastomer:

  • Tahan deformasi. 
  • Tahan abrasi.
  • Memiliki tingkat kekerasan tertentu.
  • Tidak mudah sobek atau rusak meskipun sangat fleksibel. 
  • Tahan terhadap kompresi, beban, dan tensi tinggi. 
  • Dapat meredam getaran dan guncangan.
  • Elastomer termoplastik dapat mempertahankan elastisitasnya meskipun dipanaskan dan didinginkan berulang kali. 
  • Elastomer termoset dapat langsung kaku setelah dingin dan tidak mudah berubah bentuk meski dipanaskan kembali. 
  • Tahan terhadap ozon, paparan bahan kimia, suhu ekstrem, dan sinar UV (tergantung jenis elastomernya).
  • Sejumlah elastomer, seperti pada produk segel, tahan terhadap panas dan minyak. 
  • Pengaplikasian yang sangat luas. 
  • Karakteristik dan sifatnya bisa diubah sesuai kebutuhan. Anda bisa mengubahnya dengan menyesuaikan bahan dan metode produksi. 

Baca juga: Plastik Terbuat Dari Apa? Ini Bahan Dasar & Proses Buatnya

Jenis-Jenis Elastomer

Jenis-Jenis Elastomer

Elastomer dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu elastomer termoset dan termoplastik. Keduanya memiliki karakteristik yang cukup berbeda karena fungsinya yang berbeda pula. Adapun macam-macam elastomer adalah sebagai berikut:

1. Elastomer Termoset

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, elastomer termoset tidak mudah berubah bentuk meskipun dipanaskan kembali. Hal ini dikarenakan elastomer termoset memiliki struktur jaringan yang diikat silang dengan kuat dalam tiga dimensi oleh ikatan kimia yang terinduksi secara termal. 

Elastomer jenis ini biasanya dimanfaatkan untuk membuat produk yang membutuhkan ketangguhan seperti plastik, tetapi juga fleksibilitas seperti karet. Berikut ini adalah sejumlah produk yang termasuk elastomer termoset:

A. Karet Alami

Karet alami berasal dari getah pohon karet. Karet alami, atau polyisoprene, memiliki ketahanan yang baik, daya tarik (tanpa mengalami kerusakan) yang kuat, dan fleksibilitas yang bagus. Meski begitu, karet alami tidak tahan terhadap panas, minyak, dan ozon. 

Sejarah awal pemanfaatan karet alami dimulai oleh Charles Goodyear. Goodyear melakukan proses vulkanisasi (untuk membentuk ikatan silang) menggunakan belerang dan memanaskannya. 

Lalu, karet ini digunakan untuk membuat ban kendaraan, sol sepatu, dan selang air. Pemanfaatan karet alami untuk ban kendaraan kemudian melejit di abad ke-20 karena tingginya permintaan pada saat itu. 

B. Styrene-Butadiene Rubber (SBR)

Styrene-butadiene rubber (SBR) adalah elastomer sintetis yang sering digunakan untuk memproduksi ban kendaraan, sol sepatu, dan conveyor belt. SBR terbuat dari stirena dan butadiena. Karakteristik dari SBR ditentukan oleh kadar stirena dan butadiena di dalamnya. 

Namun, sifat umum dari SBR adalah tahan penuaan dengan bantuan zat aditif, harga yang cukup terjangkau, dan memiliki sifat aus dan adhesi yang baik. Hampir separuh jumlah ban kendaraan yang dipasarkan di dunia mengandung berbagai jenis SBR.

Untuk mendapatkan SBR yang berkualitas, Anda perlu menggunakan stirena dan butadiena yang berkualitas pula. Chandra Asri Group sebagai #YourGrowthPartner menyediakan stirena dan butadiena terbaik untuk membuat produk-produk berbasis karet. 

Tidak hanya itu, Aster sebagai anak perusahaan Chandra Asri Group di Singapura juga menyediakan stirena untuk berbagai kebutuhan petrokimia. 

C. Neoprene

Neoprene atau kain scuba adalah kain sintetis yang terbuat dari polimerisasi chloroprene. Kain scuba biasanya digunakan untuk membuat pakaian selam berkat insulasi terhadap dingin yang baik. 

Selain untuk pakaian, neoprene juga digunakan untuk membuat segel dan lapisan tahan cuaca karena memiliki sifat tahan bahan kimia dan api.

D. Karet Sintetis

Karet sintetis memiliki karakteristik yang berbeda dengan karet alami, khususnya pada mikrostrukturnya. Karet sintetis tidak memiliki ketahanan terhadap tarikan dan sobekan sebaik karet alami. 

Walau begitu, karet sintetis memiliki ketahanan terhadap fatigue, berbagai rentang suhu, dan abrasi. Biasanya, karet sintetis digunakan untuk perlengkapan teknis. 

Baca juga: Mengenal Plastik HDPE, Kegunaan, Sifat, dan Manfaatnya

E. Nitrile Butadiene Rubber (NBR)

Nitrile Butadiene Rubber (NBR) adalah salah satu jenis karet sintetis yang tahan terhadap asam, minyak, bahan kimia, air, dan bahan bakar sehingga sering digunakan untuk memproduksi komponen otomotif. 

NBR tersusun oleh butadiena dan akrilonitril. Sama seperti SBR, karakteristik NBR tergantung pada komposisi akrilonitril dan butadiena di dalam produk. Jika kandungan akrilonitril-nya lebih banyak, produk umumnya lebih tahan terhadap minyak, tetapi kurang fleksibel. 

F. Polibutadiena 

Polibutadiena sangatlah versatile, di mana ia bisa menjadi termoplastik atau diformulasikan agar menjadi termoset. Polibutadiena memiliki sejumlah karakteristik, seperti sangat elastis, tahan abrasi, dan tahan sobekan. Karet ini umumnya dicampur dengan SBR dan karet alami untuk meningkatkan performa ban kendaraan. 

2. Elastomer Termoplastik

Berbeda dengan elastomer termoset yang tidak mudah berubah bentuk ketika dipanaskan, elastomer termoplastik (TPE) dapat berubah bentuk dan lebih versatile. Itulah mengapa TPE lebih fleksibel untuk berbagai macam kebutuhan manufaktur. 

Umumnya, TPE diproses dengan injection molding atau extrusion molding. Jenis karet ini juga tidak memerlukan proses vulkanisasi seperti termoset. Karakteristik karet ini hampir sama dengan plastik ketika dipanaskan dan bersifat seperti karet ketika di suhu ruang. 

TPE memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Karet ini biasanya dimanfaatkan untuk membuat perekat, pelapis, produk rumah tangga, produk elektronik, barang medis, alas kaki dan aksesoris untuk olahraga, serta 3D printing

Kegunaan Elastomer

Kegunaan Elastomer

Berkat daya tahan, elastisitas, dan fleksibilitas yang baik, elastomer memiliki peran penting dalam industri manufaktur. Adapun kegunaan elastomer adalah sebagai berikut:

  • Komponen kendaraan. 
  • Sol dan heels alas kaki.
  • Karet gelang. 
  • Mainan. 
  • Peralatan dapur.
  • Perekat dan gasket
  • Pakaian menyelam. 
  • Sepatu olahraga.
  • Bola karet. 
  • Aksesoris pelindung diri untuk olahraga. 
  • Kateter. 
  • Suntik. 
  • Sarung tangan medis. 
  • Selang. 
  • Belts. 
  • Isolator getaran.
  • Pelindung ponsel. 

Demikian informasi tentang elastomer yang bisa Anda cermati. Elastomer atau karet adalah salah satu bahan penting dalam proses manufaktur. Karakteristik dan performanya bisa diatur sesuai kebutuhan dengan menyesuaikan bahan dan metodenya. 

Agar dapat menghasilkan produk karet yang berkualitas, bahan baku yang digunakan haruslah yang terbaik. Jangan khawatir, Chandra Asri Group sebagai perusahaan solusi kimia dan Aster siap menyediakan bahan baku kimia terbaik.

Tidak hanya karet, kami juga menyediakan bahan baku plastik, soda api, PVC, bahan bakar, dan lain-lain. 

Jadi, hubungi kami sekarang untuk penuhi kebutuhan bahan kimia perusahaan Anda!

Baca juga: Polimerisasi: Pengertian, Jenis, Mekanisme, dan Contohnya

Banner