
28-01-2026
Blackout listrik adalah pemadaman secara luas yang bisa terjadi kapan saja. Dampaknya sangat signifikan karena pemadaman dalam waktu lama dapat melumpuhkan berbagai aktivitas. Itulah mengapa kehadiran pembangkit listrik kerap menjadi solusi blackout yang berkelanjutan.
Artikel ini membantu Anda memahami blackout listrik dan dampaknya. Jadi, simak informasinya hingga akhir!

Blackout listrik artinya adalah pemadaman total yang terjadi secara meluas dan mendadak. Salah satu penyebab blackout listrik adalah adanya ketidakseimbangan antara produksi listrik dengan konsumsinya.
Blackout listrik dapat menunjukkan bahwa sebuah sistem kelistrikan mengalami kegagalan menyeluruh. Di Indonesia, blackout umumnya terjadi karena gangguan pada jaringan transmisi sehingga sistem proteksi memutus aliran listrik agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.
Lantas, berapa lama blackout listrik dapat terjadi? Terdapat dua situasi yang memengaruhi durasi blackout. Apabila jaringan dapat dikembalikan fungsinya, misalnya dengan bantuan jaringan dari daerah lain, listrik dapat kembali setelah 4–8 jam.
Namun, jika membutuhkan perbaikan jaringan masif, listrik mungkin bisa kembali pulih setelah 10 jam atau bahkan lebih dari 24 jam.
Masalahnya, listrik adalah salah satu sumber energi utama yang digunakan oleh umat manusia. Ketidaktersediaannya tentu akan mengganggu aktivitas, mulai dari aktivitas bisnis, rumah tangga, hingga manufaktur.
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal World Development menemukan fakta bahwa blackout listrik di Indonesia dapat mengurangi produktivitas karyawan UMKM sehingga perusahaan merugi hingga Rp71,5 miliar per tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan dan keandalan pasokan listrik di Indonesia sangat dibutuhkan sehingga proses bisnis, manufaktur, dan rumah tangga tetap bisa berjalan dengan lancar.
Salah satu fenomena blackout listrik terparah di Indonesia terjadi pada 18 Agustus 2005. Pada pukul 9 pagi WIB, Jawa–Bali mengalami blackout karena adanya kerusakan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 500 KV Saguling, Cilegon, dan Cibinong.
Alhasil, sebanyak 50% pasokan listrik hilang. Fenomena blackout ini terjadi hingga 24 jam, khususnya di seluruh Jawa–Bali. Meski begitu, untuk daerah Banten dan Jakarta, dampaknya hanya terasa sekitar tiga jam.
Baca juga: 12 Jenis Pembangkit Listrik, Pilihan Energi Alternatif
Blackout sistem tenaga listrik dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari alam hingga faktor teknis. Penyebab blackout listrik yang paling umum adalah cuaca buruk, seperti angin puting beliung, badai salju, dan banjir bandang.
Pemadaman total juga bisa terjadi ketika cuaca panas atau dingin ekstrem. Selain faktor alam, blackout juga bisa terjadi karena faktor teknis, di antaranya:
Blackout listrik dapat berdampak ke banyak sektor dan perputaran ekonomi. Ketika pemadaman total berlangsung, Anda bisa kehilangan akses air bersih, listrik, pemanas dan pendingin ruangan, layanan informasi, internet, dan saluran komunikasi.
Tidak hanya itu, sejumlah bisnis dan fasilitas publik juga akan terkena dampak negatifnya, seperti toko kelontong, minimarket, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), bank, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), rumah sakit, hingga apotek.
International Energy Agency (IEA) merangkum hubungan dampak ekonomi dan durasi pemadaman total di sejumlah negara di dunia.

Dari data tersebut, pemadaman total yang terjadi di Chile tahun 2025, dengan durasi 17 jam, memberikan kerugian ekonomi hingga 450 juta dollar. Lalu, blackout yang terjadi di Texas pada tahun 2021 memberikan dampak ekonomi sebesar 16 miliar dollar karena berlangsung selama 120 jam.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin lama durasi blackout listrik di sebuah area, semakin tinggi pula kerugian ekonomi yang akan ditimbulkan.
Baca juga: PLTGU: Definisi, Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya

Saat terjadi blackout listrik, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan selama dan setelah kejadian, di antaranya:
Selama kejadian, Anda harus memastikan apakah hanya tempat Anda yang mengalami pemadaman. Anda bisa mengecek panel listrik di gedung dan berkomunikasi dengan tetangga sekitar.
Setelah itu, Anda bisa menghubungi kantor penyedia listrik untuk melaporkan kejadian serta seberapa luas area yang terdampak. Sembari menunggu tindak lanjut dari kantor penyedia listrik, Anda bisa melakukan beberapa tindakan keamanan sebagai berikut:
Setelah listrik kembali pulih, Anda perlu menunggu 10–15 menit sebelum menyalakan semua perangkat elektronik untuk memastikan aliran listrik sudah stabil. Kemudian, Anda bisa mulai menyalakan alat-alat penting, seperti lampu, lemari es, dan pemanas ruangan (jika cuaca sedang dingin).
Lalu, Anda perlu mengecek makanan yang ada di lemari es untuk memantau suhu terakhirnya. Jika masih dingin, artinya lemari pendingin masih menjalankan fungsinya. Apabila banyak makanan yang busuk, segera buang makanan dan hubungi teknisi untuk memperbaiki kulkas.
Istilah blackout seringkali disandingkan dengan brownout. Namun, keduanya memiliki perbedaan, khususnya pada area yang terdampak.
Brownout berarti pemadaman sebagian. Biasanya, pemadaman ini terjadi karena penurunan voltase pada sistem pasokan tenaga listrik. Pemadaman ini juga bisa dilakukan dengan sengaja untuk mengurangi beban listrik dalam keadaan darurat.
Sementara itu, blackout adalah pemadaman total yang lebih parah dari brownout. Saat terjadi, hampir semua aktivitas listrik tidak bisa digunakan sehingga memberikan dampak yang lebih luas.
Brownout dan blackout listrik dapat terjadi kapan saja dan tanpa diduga. Untuk berjaga-jaga, Anda bisa menyiapkan sumber energi alternatif agar tidak bergantung sepenuhnya pada listrik dari pembakaran bahan bakar fosil.
Terkait ini, Anda bisa mencoba memasang panel surya di rumah atau gedung. Panel surya kini hadir dalam berbagai sistem, seperti on-grid, off-grid, dan hybrid.
Chandra Asri Group bersama Krakatau Chandra Energi menyediakan ketiga panel surya tersebut yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Panel surya on-grid tidak memerlukan baterai, sedangkan off-grid hadir dengan baterai untuk menyimpan energi ketika tidak digunakan. Jadi, ketika pemadaman berlangsung, Anda bisa memanfaatkan energi listrik yang tersimpan pada baterai panel surya.
Hubungi kami sekarang dan percayakan kebutuhan energi Anda pada Chandra Asri Group, #YourGrowthPartner!
Baca juga: PLTS: Definisi, Manfaat, Cara Kerja, dan Contoh Penerapan
.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)