Logo Chandra Asri
plasticizer adalah

29-04-2026

Mengenal Plasticizer dan Gunanya di Berbagai Industri

Dalam membuat produk berbahan plastik, Anda tidak hanya mempelajari bahan baku plastik, tetapi juga zat-zat tambahannya. Plasticizer adalah salah satu zat tambahan yang dicampurkan pada polimer agar produk menjadi fleksibel dan tahan banting. 

Artikel ini membahas kegunaan, cara kerja, dan jenis plasticizer. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, simak artikel ini hingga akhir!

Apa Itu Plasticizer?

Apa Itu Plasticizer

Plasticizer adalah zat aditif yang ditambahkan ke dalam polimer, misalnya polivinil klorida (PVC), untuk membuatnya lebih lunak. Zat dengan volatilitas rendah ini juga dapat ditambahkan pada karet, beton, dan produk turunan selulosa agar bisa dibentuk menjadi beragam produk.

Plasticizer berfungsi untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi gaya gesek pada permukaan produk sehingga bisa dicetak dan dibentuk. 

Zat ini biasanya digunakan untuk membuat produk-produk lunak dan fleksibel, seperti pembungkus makanan, mainan, dan squeeze bottle. Tanpa zat ini, produk-produk tersebut akan hancur ketika ditekan atau ditarik. 

Meski plastik menjadi lebih lunak, bukan berarti ia kehilangan kekuatannya. Produk tetap kukuh, hanya saja fleksibilitas dan termoplastisitasnya (kemampuan untuk dapat dibentuk dan diproses dengan berbagai metode) meningkat. Bahkan, produk tetap bisa digunakan dalam jangka panjang dan memiliki daya tahan yang baik. 

Dalam industri manufaktur, perusahaan harus bisa memilih plasticizer yang tepat dengan kualitas yang ideal. Anda perlu melihat kompatibilitas, efisiensi plastisitas, daya tahan terhadap sejumlah kondisi, dan sifat insulasi listriknya. 

Pemilihan plasticizer sangat penting untuk membuat produk plastik yang sesuai dengan kebutuhan industri, misalnya industri farmasi, medis, konstruksi, dan lain-lain. 

Baca juga: Plastik Terbuat dari Apa? Ini Bahan Baku dan Prosesnya!

Cara Kerja Plasticizer

Plasticizer berfungsi untuk meningkatkan fleksibilitas material dengan cara menurunkan Glass Transition Temperature (Tg). Tg adalah suhu di mana material polimer berubah dari kondisi keras dan rapuh seperti kaca menjadi lunak dan elastis seperti karet.

Dengan penambahan plasticizer, material dapat tetap fleksibel pada suhu yang lebih rendah. Selain itu, plasticizer juga meningkatkan daya regang dan ketahanan terhadap benturan sehingga material tidak mudah retak atau patah.

Akibatnya, plastik dan karet yang mengandung plasticizer menjadi lebih lentur dan mudah digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pembuatan selang air dan komponen interior kendaraan.

Sebagian besar plasticizer digunakan pada produk-produk berbahan PVC. Walau begitu, plasticizer juga digunakan pada karet untuk membuat ban kendaraan, sol sepatu, dan karet sintetis serta pada polimer lain, seperti akrilik, polietilena, poliuretan, dan polipropilena. 

Jenis-Jenis Plasticizer

Jenis-Jenis Plasticizer

Secara umum, plasticizer terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Plasticizer primer adalah jenis yang digunakan untuk keperluan umum, seperti meningkatkan kelunakan, fleksibilitas, dan kemampuan pencetakan plastik. Contoh plasticizer primer adalah phthalate

Phthalate sering ditemukan pada produk-produk PVC, seperti kabel, komponen kendaraan, dan flooring. Beberapa jenis phthalate yang digunakan adalah diisononyl phthalate (DINP), dibutyl phthalate (DBP), dan di(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP).

Kemudian, plasticizer sekunder adalah zat yang digunakan untuk menciptakan sifat spesifik pada sebuah produk, seperti mengurangi volatilitas serta meningkatkan ketahanan terhadap panas dan dingin. Plasticizer jenis ini juga biasanya bukan phthalate, seperti di(2-ethylhexyl) adipate (DOA). 

Lebih lanjut, plasticizer juga terbagi menjadi empat kelompok, yaitu phthalate, dikarbonat, fosfat, dan ester asam lemak. 

Phthalate digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas plastik, dikarbonat untuk membentuk PVC pada suhu rendah, fosfat untuk meningkatkan ketahanan terhadap api, serta ester asam lemak digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas vinil dan karet. 

Baca juga: Mengenal Polyethylene, Bahan Baku Plastik yang Fleksibel

Pemanfaatan Plasticizer untuk Manufaktur

Pemanfaatan Plasticizer untuk Manufaktur

Plasticizer digunakan di banyak industri berkat perannya untuk menambah karakteristik spesifik pada produk, khususnya plastik. Adapun fungsi plasticizer adalah untuk membuat produk-produk sebagai berikut:

  • Sektor konstruksi: Kabel, kawat, flooring, perekat, wall coverfilm, sheet, selang, roofingliner kolam renang, cat industri, pernis, tinta, lilin, dan cladding
  • Sektor tekstil: Sepatu, pakaian yang dirancang antiair, dan peralatan outdoor
  • Sektor otomotif: Dasbor mobil, penutup kursi kendaraan, elemen dekoratif pada kendaraan, komponen berbasis karet, dan ban kendaraan. 
  • Sektor pertanian: Pipa irigasi, wadah penyimpanan, dan plastik pelapis rumah kaca. 
  • Sektor makanan: Kemasan fleksibel untuk membungkus makanan agar lebih awet dan cling wrap
  • Sektor lainnya: IV tubing, kantung darah, dan mainan. 

Solusi Bahan Baku Plastik untuk Industri

Plasticizer adalah zat yang memiliki peran penting dalam industri manufaktur karena memberikan sifat fleksibel pada plastik dan bahan lain. Penggunaannya sangatlah luas, bahkan dapat ditemukan pada produk yang digunakan sehari-hari. 

Namun, penggunaan plasticizer saja tidak cukup untuk membuat produk plastik yang berkualitas. Anda juga perlu menyediakan bahan baku plastik terbaik. 

Terkait ini, Chandra Asri Group sebagai perusahaan solusi kimia, energi, dan infrastruktur terdepan di Asia Tenggara dapat menyediakannya untuk Anda!

Sebagai #YourGrowthPartner, kami menyediakan berbagai macam pilihan bahan baku plastik serta bahan kimia lainnya. 

Selain itu, anak perusahaan kami yang berbasis di Singapura, yaitu Aster, juga memasok bahan kimia untuk pasar internasional, salah satunya untuk produksi plastik. 

Aster memiliki luas lahan lebih dari 60 hektare yang terdiri dari kilang minyak yang mengolah 237.000 barel minyak mentah per hari, ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun, dan aset kimia hilir lainnya. 

Jangan ragu untuk memercayakan kebutuhan bahan kimia industri perusahaan Anda kepada kami! Hubungi kami sekarang dan konsultasikan kebutuhan Anda. 

Baca juga: Mengenal Termoplastik, Karakteristik, dan Kegunaannya