Logo Chandra Asri
pirolisis adalah

20-05-2026

Mengenal Proses Pirolisis, Kegunaan, dan Cara Kerjanya

Saat ini, banyak bermunculan teknologi pengolah sampah yang mengubahnya menjadi produk bernilai, salah satunya pirolisis. Sebenarnya, pirolisis adalah proses menguraikan bahan tanpa melalui proses pembakaran. Ingin tahu lebih banyak informasi tentang cara pengolahan sampah ini? Baca artikel ini hingga akhir!

Apa Itu Pirolisis?

Apa Itu Pirolisis

Pirolisis adalah proses memanaskan bahan dengan suhu tinggi tanpa melalui pembakaran dan tanpa menggunakan oksigen. Suhu yang digunakan berkisar antara 300 derajat Celsius hingga 900 derajat Celsius. 

Proses memanaskan bahan ini akan menghasilkan tiga produk, yaitu gas, minyak, dan arang (biochar). Ketiganya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan zat tambahan pada proses kimia. 

Karena tidak ada oksigen pada prosesnya, bahan tidak bisa terbakar meski dipanaskan dengan suhu tinggi. Produk akhir di atas proporsinya bisa diatur dengan mengelola suhu. 

Suhu yang lebih rendah dapat menghasilkan lebih banyak arang, sedangkan suhu yang lebih tinggi menghasilkan minyak dan gas. Metode pirolisis sering dilakukan di sektor industri kimia, tetapi sekarang penggunaannya lebih luas, yaitu untuk mengelola sampah menjadi produk bernilai. 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Environmental Science and Pollution Research menjelaskan bahwa pirolisis sedang menjadi “tren” akhir-akhir ini karena fleksibilitas dan efisiensinya dalam menghasilkan kombinasi produk cair, gas, dan padat. 

Pirolisis adalah metode yang bisa digunakan untuk mengolah berbagai jenis limbah dan sampah, seperti biomassa, lumpur selokan, minyak jelantah, dan municipal solid waste (MSW). Jadi, metode ini dapat dikatakan sebagai terobosan pengolahan sampah yang cukup versatil. 

Meski begitu, proses pirolisis tidak bisa menghancurkan bahan anorganik seperti logam. Namun, logam tersebut bisa diubah menjadi inert (zat yang tidak mudah bereaksi dengan zat lain). 

Baca juga: Bahan Sintetis: Karakteristik, Jenis dan Prosesnya 

Cara Kerja Pirolisis

Pirolisis mengubah bahan organik menjadi gas, padatan (abu dan karbon), dan minyak pirolisis (bio-oil). Proses ini mengandalkan dua metode utama, yaitu penghancuran dan pengangkatan. 

Pada proses penghancuran, kontaminan organik akan dipecah menjadi zat dengan berat molekul yang lebih rendah. Lalu, pada proses pengangkatan, molekul ini dipisahkan dari bahan yang terkontaminasi. 

Proses pirolisis tidak hanya digunakan untuk mengolah sampah, tetapi juga mengekstraksi zat dari benda, menghilangkan kontaminan organik dari lumpur berminyak dan tanah, serta menghasilkan biofuel dari limbah dan sampah organik. 

Contoh penerapan pirolisis adalah pada pengolahan limbah ban bekas. Proses ini dapat memecah ban bekas menjadi komponen yang lebih bermanfaat sehingga tidak mencemari lingkungan ketika dibuang. 

Proses pirolisis ban menghasilkan gas, minyak (untuk bahan bakar), dan carbon black (untuk mengisi produk karet baru).

Kegunaan Pirolisis

Kegunaan Pirolisis

Pirolisis adalah proses kimia yang bisa digunakan untuk berbagai hal, di antaranya:

1. Mengolah Sampah

Saat ini, metode pirolisis kerap digunakan untuk mengolah sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), khususnya sampah anorganik yang tidak mudah terurai oleh mikroorganisme. 

Sampah-sampah tersebut akan diubah menjadi minyak atau komponen kimia lainnya sebagai bahan baku untuk membuat produk baru atau menjalankan proses kimia lainnya. 

2. Menyuburkan Tanah

Arang dari proses pirolisis dapat menangkap karbon di dalam tanah serta mengikat nutrisi dan air sehingga kesuburannya meningkat.

3. Menghasilkan Energi

Proses pirolisis menghasilkan gas yang bisa digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai industri. Kegunaannya yang paling umum adalah sebagai bahan bakar pemanas atau pengering. 

Selain gas, proses ini menghasilkan minyak yang juga dapat dijadikan bahan bakar. Salah satu praktiknya dilakukan oleh Chandra Asri Group.

Chandra Asri Group, sebagai #YourGrowthPartner, memperkenalkan PLUSRI, sebuah inovasi bahan bakar alternatif dari pirolisis sampah plastik. Minyak ini telah digunakan oleh sektor UMKM dan industri lokal sebagai pengganti solar dan minyak tanah. 

Pada tahun 2025, perusahaan solusi kimia, energi, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara ini memperkenalkan Batik Krakatoa Cilegon yang telah memantapkan minyak PLUSRI dalam proses produksinya sebagai bahan bakar.

Inovasi ini menunjukkan komitmen Chandra Asri Group dalam membangun ekosistem pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular dan menghadirkan produk alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Baca juga: Klasifikasi Produk Petrokimia dan Kegunaannya di Industri 

Jenis-Jenis Pirolisis

Terdapat tiga jenis pirolisis yang dikategorikan berdasarkan suhu dan waktu pemrosesan, yaitu pirolisis lambat, cepat, dan kilat. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Pirolisis Lambat

Proses pirolisis ini menggunakan suhu pemanasan antara 0,1–2 derajat Celsius per detik dan suhu yang berlaku hampir 500 derajat Celsius. Ciri-ciri pirolisis lambat adalah waktu tinggal padatan dan gas yang lama, laju pemanasan yang lambat, serta penggunaan suhu rendah. 

Pirolisis lambat menghasilkan arang (biochar) dan tar karena biomassa kehilangan bahan yang mudah menguap, seperti air dan gas. 

2. Pirolisis Cepat

Pirolisis cepat digunakan untuk memproduksi minyak dan gas pirolisis. Selama prosesnya, biomassa akan dipanaskan dengan cepat pada suhu 650–1.000 derajat Celsius tergantung pada jumlah minyak dan gas yang hendak diproduksi. 

3. Pirolisis Kilat

Proses ini terjadi pada rasio pemasangan yang sangat cepat dengan suhu menengah antara 400–600 derajat Celsius. Masa tinggal uap pada proses ini kurang dari 2 detik. Pirolisis kilat menghasilkan lebih sedikit gas dan tar dibandingkan pirolisis lambat. 

Alat yang Digunakan untuk Pirolisis

Alat yang Digunakan untuk Pirolisis

Terdapat sejumlah mesin pirolisis yang digunakan untuk memanaskan material, seperti:

  • Reaktor: Menampung bahan baku yang akan dipanaskan. 
  • Pemanas: Memanaskan reaktor hingga mencapai suhu yang dikehendaki.
  • Kondensor: Mendinginkan uap dari proses pemanasan reaktor.
  • Penampung: Menampung minyak pirolisis yang dihasilkan dari proses pemanasan. 
  • Sistem kontrol: Mengontrol suhu, aliran gas, dan tekanan pada reaktor. 

Chandra Asri Group, Solusi Bahan Kimia Industri Tepercaya

Tidak hanya minyak pirolisis PLUSRI, Chandra Asri Group juga menyediakan solusi bahan kimia industri untuk berbagai bisnis, mulai dari bahan baku plastik, karet, soda api, dan lain sebagainya. 

Lebih lanjut, anak perusahaan Chandra Asri Group yang berbasis di Singapura dan diakusisi bersama Glencore, yaitu Aster, juga menyediakan berbagai macam bahan baku petrokimia untuk industri, seperti etilena, stirena, propilena, dan masih banyak lagi. Untuk mendapatkan penawaran terbaik, hubungi kami sekarang!

Baca juga: Pemanfaatan Aspal Plastik di Indonesia, Ini Keunggulannya