.jpg&w=3840&q=75)
11-06-2026
Oleh Chandra Asri Group Editorial Team
Dalam diskusi panel bertajuk “Carbon Capture and Storage (CCS): Peluang, Tantangan, Arah Kebijakan dan Pengembangan Ekosistem CCS di Indonesia” pada InviroTech 2026, Chandra Asri Group yang diwakili oleh Andang Pungkase, Head of ESG & Sustainability, membahas peran teknologi CCS sebagai salah satu solusi dekarbonisasi bagi sektor industri, khususnya untuk mengurangi emisi residual yang tidak dapat dieliminasi sepenuhnya melalui efisiensi energi, optimasi proses, maupun penggunaan energi terbarukan.
Bagi industri dengan emisi yang sulit dihindari (hard-to-abate sectors), CCS dinilai dapat menjadi enabler penting dalam perjalanan menuju target net zero emission. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kebutuhan investasi yang besar, kepastian regulasi, pengembangan infrastruktur pendukung, serta model bisnis yang dapat meningkatkan kelayakan ekonomi proyek.
Sejalan dengan strategi dekarbonisasi ABCD (Abate, Balance, Control, and Decarbonize) yang diterapkan Chandra Asri Group, CCS dipandang sebagai salah satu opsi yang dapat mendukung pengurangan emisi jangka panjang, khususnya pada emisi yang sulit dieliminasi melalui langkah-langkah operasional. Dalam diskusi tersebut, Chandra Asri Group menekankan pentingnya pengembangan ekosistem CCS yang terintegrasi. Sejalan dengan pandangan panelist lainnya, pengembangan ekosistem tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, institusi keuangan, penyedia teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat implementasi CCS di Indonesia.
Dengan potensi kapasitas penyimpanan karbon yang dimiliki Indonesia serta meningkatnya komitmen dekarbonisasi dari berbagai sektor, CCS diharapkan dapat menjadi salah satu solusi strategis yang mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional sekaligus membuka peluang pengembangan industri rendah karbon di masa depan.
.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)