
31-08-2026
Oleh Chandra Asri Group Editorial Team
Dalam proses manufaktur, penyimpanan bahan baku harus diperhatikan dengan cermat agar tidak mengubah kualitasnya serta mampu memenuhi kebutuhan produksi. Terkait hal ini, peran raw material warehouse sangatlah penting.
Artikel ini membahas apa itu raw material warehouse dan fungsinya dalam rantai pasok. Untuk itu, pelajari informasinya berikut ini.

Raw material warehouse adalah fasilitas yang dirancang khusus untuk menyimpan bahan baku penting dalam proses manufaktur. Bahan baku yang disimpan seringkali merupakan bahan-bahan yang memang belum diolah sama sekali. Artinya, bahan tersebut merupakan sumber daya awal dalam proses pembuatan produk tertentu. Contoh bahan baku yang disimpan di gudang ini adalah kayu, logam, bahan kimia, kain, dan plastik.
Lebih lanjut, raw material warehouse juga berfokus pada transportasi, distribusi, dan perakitan bahan baku. Dengan kata lain, gudang ini berperan penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok menuju lini produksi.
Umumnya, raw material warehouse berlokasi dekat dengan area produksi untuk memangkas waktu distribusi bahan baku. Peran gudang ini sangat krusial karena memastikan stok bahan baku tersedia ketika dibutuhkan dan dapat diterima secara reguler tanpa memutus proses produksi.
Raw material warehouse juga harus memenuhi syarat penting, seperti lokasinya strategis; memiliki kapasitas barang yang memadai; memiliki kontrol kelembapan dan suhu; mampu mengatur barang secara efisien; dilengkapi dengan prosedur penanganan barang dan alat yang memadai; serta mematuhi kebijakan yang berlaku.
Lalu, bagaimana bahan baku disimpan di dalam gudang ini? Bahan baku akan ditempatkan sesuai dengan wadahnya, misalnya kontainer, palet, atau kotak. Dalam merencanakan desain gudang dan sistem penyimpanan, variabel seperti jenis barang, kebutuhan produksi, atau permintaan produk harus dipertimbangkan.
Gudang bahan baku juga harus memenuhi product traceability untuk mengetahui lokasi pasti bahan baku dan mengontrol proses penanganannya untuk menjamin kualitas dalam proses produksi.
Baca juga: Tujuan Manajemen Rantai Pasok dan Metode Pendekatannya
Raw material warehouse memiliki sejumlah fungsi penting dalam proses operasional, di antaranya:
Fasilitas ini harus mampu menyimpan bahan baku serta menjaga kualitas dan standarnya. Tidak hanya itu, gudang ini juga memastikan bahan baku dikirim dalam kondisi baik dan aman ke lini produksi.
Gudang ini bertugas menerima bahan baku dari produsen atau pemasok dan mengirimkannya ke lini produksi saat menerima pesanan. Fasilitas ini harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan manufaktur dan memastikan pasokan bahan baku tetap tersedia.
Biasanya, gudang bahan baku memiliki alat khusus untuk memantau ketersediaan stok dan mengelola inventaris. Alat ini mengurangi risiko kehabisan stok saat dibutuhkan.
Kemudian, gudang ini juga bekerja dengan metrik-metrik, misalnya:
Gudang bahan baku bertugas mengatur bahan baku berdasarkan tanggal kedaluwarsa untuk mengurangi risiko kerugian akibat banyaknya bahan baku yang tidak layak pakai. Bahan baku yang terbuang karena cacat dan kedaluwarsa dapat membebani biaya produksi.
Baca juga: 3 Cara Cek HS Code Indonesia dan Cara Membacanya

Penyimpanan bahan baku yang tepat dapat menjaga kualitasnya dan mencegah kerugian akibat bahan yang tidak layak guna. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan bahan baku di gudang:
Raw material warehouse layout sangat penting untuk mendukung kelancaran pasokan bahan baku produksi serta memfasilitasi penyimpanan dan pergerakan barang ke lini produksi. Gudang yang teratur juga dapat meningkatkan keefektifan penyimpanan.
Tata letak yang memadai dapat mengurangi biaya penyimpanan, mengurangi limbah produk tak terpakai, serta meningkatkan produktivitas. Anda pun dapat memanfaatkan struktur rak yang dipersonalisasi untuk memaksimalkan ruang dan memudahkan akses.
Pengelolaan bahan baku sangatlah krusial untuk menjaga mutunya selama penyimpanan dan distribusi. Jika terjadi banyak penolakan kualitas, jumlah bahan baku akan berkurang dan biaya penggantian barang akan membengkak.
Setiap bahan baku yang disimpan di gudang harus memiliki label dan kode khusus untuk memudahkan identifikasi lokasi dan jenisnya. Anda dapat mengategorikan bahan baku berdasarkan jenisnya, kegunaannya, dan tanggal kedaluwarsanya.
Manajemen gudang akan lebih efisien jika menggunakan teknologi, seperti aplikasi otomasi, warehouse management system (WMS), dan RFID (teknologi identifikasi nirkabel untuk membaca dan mentransfer data).
FIFO memastikan bahan baku yang pertama kali masuk ke gudang akan menjadi barang yang pertama kali dikeluarkan. Hal ini dapat mencegah peningkatan limbah produk dari bahan baku yang kedaluwarsa. Tidak hanya itu, FIFO juga dapat mengidentifikasi bahan baku yang jarang digunakan sehingga stoknya dapat disesuaikan di masa depan.
Raw material warehouse, yang merupakan salah satu komponen penting dalam rantai pasok dan proses produksi, harus dikelola dengan baik agar bahan baku dapat dimanfaatkan untuk proses manufaktur dengan mutu yang baik.
Terkait manajemen gudang, Chandra Asri Group sebagai perusahaan infrastruktur, energi, dan kimia terkemukan di Asia Tenggara menyediakan solusi logistik dan manajemen pergudangan melalui anak perusahaannya, yaitu PT SCG Barito Logistics (SBL), PT Chandra Cold Chain (CCC), dan PT Chandra Warehouse Cilegon (CWC).
SBL melayani berbagai jasa, seperti manajemen pergudangan, angkutan antarpulau, angkutan laut, ekspor-impor, dan pengurusan kepabeanan. SBL juga memanfaatkan teknologi andal untuk mengelola gudang, seperti warehouse management system dan barcode scanning. Tidak hanya itu, SBL juga mengelola 200+ unit armada truk untuk logistik darat.
Sementara itu, CWC memiliki dan mengelola gudang di kawasan Cilegon dengan luas tanah sebesar 51K+ m2, sedangkan CCC mengelola pergudangan dry storage dan cold storage berkapasitas 700+ pallet positions yang tersebar di area Jawa dan Cilegon.
Jadi, jangan khawatir dengan kebutuhan penyimpanan bahan baku kimia Anda. Percayakan kepada Chandra Asri Group, #YourGrowthPartner!
Baca juga: Manajemen Logistik: Pengertian, Fungsi dan Komponennya!