
31-08-2026
Oleh Chandra Asri Group Editorial Team
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah salah satu terobosan energi terbarukan yang makin dilirik, khususnya untuk mendukung ketahanan dan diversifikasi energi. Pembangkit listrik ini memiliki banyak jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya adalah sistem PLTS off-grid.
PLTS ini kerap disandingkan dengan PLTS on-grid. Namun, keduanya memiliki perbedaan fitur dan cara kerja. Artikel ini membahas skema PLTS off-grid dan perbedaannya dengan on-grid. Simak artikel ini hingga akhir untuk mempelajari informasinya.

PLTS off-grid adalah sistem tenaga surya yang beroperasi tanpa jaringan konvensional. Sistem ini mengandalkan baterai untuk menyimpan energi listrik yang dapat digunakan di masa depan sesuai kebutuhan.
Pembangkit listrik jenis ini cocok untuk area yang sulit mendapatkan akses listrik konvensional. PLTS off-grid juga cocok untuk skema energi mandiri karena bisa digunakan secara terus-menerus selama memiliki daya, terlepas dari kondisi cuaca saat itu.
Karena mengandalkan baterai, pembangkit listrik ini lebih tahan terhadap pemadaman selama daya pada baterai masih mencukupi. Agar dapat bekerja secara maksimal, Anda memerlukan baterai berkualitas tinggi dan instalasi panel surya yang lebih canggih.
Tidak hanya itu, meskipun pembangkit listrik ini lebih “mandiri”, energi yang tersimpan tetap terbatas dan bisa habis. Jadi, Anda perlu memantau pemakaian listrik secara rutin dan cermat.
Baca juga: Laporan Tahunan Chandra Asri Group
Rangkaian PLTS off-grid tersusun atas beberapa komponen, di antaranya:
Panel surya merupakan komponen paling penting dalam pembangkit listrik tenaga surya. Alat ini menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi arus searah. Dalam skema PLTS ini, energi listrik yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau disimpan ke dalam baterai.
Panel surya sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, seperti monokristalin dan polikristalin. Panel monokristalin terbuat dari satu kristal silikon sehingga lebih efisien. Lalu, panel polikristalin terbuat dari banyak kristal silikon sehingga harganya lebih terjangkau, tetapi kurang efisien.
Di sisi lain, untuk pemasangannya, Anda bisa memilih instalasi atap atau tanah, tergantung pada jumlah paparan sinar matahari dan lahan yang tersedia. Jika Anda memiliki lahan yang luas, Anda bisa memasang panel surya di tanah. Namun, untuk lahan yang terbatas, instalasi atap lebih ideal.
Baterai juga merupakan komponen penting dalam PLTS off-grid. Baterai berfungsi untuk menyimpan kelebihan energi dari panel surya. Nantinya, energi listrik ini dapat digunakan ketika sinar matahari kurang memadai, misalnya saat malam hari.
Terdapat sejumlah jenis baterai yang umum digunakan pada pembangkit listrik ini, yaitu baterai litium dan baterai asam timbal, yang terbagi menjadi aki basah dan AGM. Baterai litium dapat disimpan tanpa ventilasi, lebih tahan lama, minim perawatan, dan aman digunakan.
Kemudian, aki basah adalah pilihan baterai yang lebih ekonomis dibandingkan baterai litium, tetapi harus sering dicek kadar cairan elektrolitnya. Sementara itu, baterai AGM adalah jenis baterai yang lebih terjangkau daripada baterai litium, tetapi lebih mahal dibandingkan dengan aki basah. Baterai AGM minim perawatan, tetapi masa gunanya lebih pendek.
Alat ini berfungsi untuk mengatur aliran listrik yang masuk dari panel surya ke dalam baterai serta yang keluar dari baterai untuk digunakan. Secara sederhana, alat pengendali ini mencegah kelebihan daya pada baterai sehingga masa gunanya lebih panjang dan efisien.
Inverter bertugas untuk mengubah arus searah menjadi arus bolak-balik sehingga dapat digunakan oleh alat elektronik rumah tangga.
Selain komponen utama di atas, PLTS off-grid juga dapat dilengkapi dengan generator cadangan. PLTS ini memang dirancang untuk bekerja siang dan malam. Namun, ada kalanya cuaca tidak mendukung sehingga energi listrik yang tersimpan kurang memadai. Jika hal ini terjadi, Anda bisa mengandalkan generator cadangan untuk memastikan bangunan atau hunian tetap teraliri listrik.
Baca juga: 12 Jenis Pembangkit Listrik: Pengertian dan Kelebihannya!

Sebelum menentukan PLTS yang akan digunakan, Anda perlu memahami perbedaan PLTS on-grid dan off-grid. Berikut adalah perbedaannya:
| PLTS On-Grid | PLTS Off-Grid | |
| Kemampuan mengakses energi | Bergantung pada energi surya dan jaringan listrik konvensional. | Bergantung sepenuhnya pada energi surya dan menyimpan kelebihan energi pada baterai. |
| Risiko pemadaman | Ketika tidak ada matahari atau jaringan listrik konvensional sedang tidak bisa diakses, PLTS ini akan sulit menghasilkan energi listrik sehingga rentan terhadap pemadaman. | Lebih tahan terhadap risiko pemadaman selama energi di dalam baterai masih cukup. |
| Tagihan listrik | Meskipun menggunakan skema on-grid, pengguna tetap membayar tagihan listrik konvensional karena masih terhubung dengan jaringannya. | Pengguna tidak perlu membayar tagihan listrik karena sepenuhnya bergantung pada PLTS. |
| Total biaya selama penggunaan | Pengguna dapat menghemat pengeluaran listrik dengan memanfaatkan dua sumber listrik. Investasi awalnya juga lebih terjangkau karena tidak membutuhkan baterai, sehingga pengguna bisa langsung menghemat pengeluaran listrik dari dua sumber sekaligus. | Pengguna memang tidak perlu membayar tagihan listrik, tetapi investasi awal instalasi PLTS ini cukup besar karena membutuhkan teknologi lanjutan. Meski begitu, pembangkit listrik ini membutuhkan sedikit perawatan sehingga dapat menjadi investasi jangka panjang. |
| Lokasi | PLTS on-grid cocok dipasang di area dengan akses jaringan listrik konvensional yang memadai, seperti di perkotaan. | PLTS off-grid ideal digunakan di area yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional. |
| Kebutuhan | Jika Anda hanya membutuhkan energi listrik cadangan, skema ini dapat menjadi pilihan. | Jika Anda mencari sumber listrik utama yang cukup andal untuk berbagai kondisi, minim perawatan, dan dapat beroperasi seharian, sistem ini dapat menjadi solusi. |
| Efisiensi energi | Karena bergantung pada jaringan konvensional, pengguna dapat menggunakan energi surya hanya jika dibutuhkan sehingga lebih efisien. | Karena bergantung sepenuhnya pada energi surya dan daya yang tersimpan pada baterai, pengguna harus lebih memerhatikan konsumsi listrik agar tidak kehabisan daya saat dibutuhkan. |
PLTS adalah salah satu energi terbarukan yang penggunaannya terus didorong oleh pemerintah, khususnya untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi. Untuk memilih PLTS off-grid atau on-grid, Anda dapat melihat kembali kebutuhan serta aksesibilitas infrastruktur.
Chandra Asri Group, sebagai penyedia solusi energi terkemuka di Asia Tenggara, menawarkan pemasangan PLTS melalui anak usahanya, PT Krakatau Chandra Energi (KCE), yang terdiri dari empat pilihan PLTS, yaitu PLTS on-grid, on-grid with battery backup system, off-grid, dan hybrid. Sebagai #YourGrowthPartner, kami senantiasa memberikan pelayanan dan produk terbaik sesuai dengan kebutuhan industri.
Jadi, jangan ragu untuk memercayakan kebutuhan energi baru dan terbarukan perusahaan Anda kepada kami!
Baca juga: Mengenal Energi Bersih, Manfaatnya, dan Jenis-Jenisnya