Logo Chandra Asri
plastik tahan panas

14-07-2026

Plastik Tahan Panas: Ketahui Jenis dan Keunggulannya!

Oleh Chandra Asri Group Editorial Team

Jika berbicara soal plastik, bahan sintetis ini terus berkembang sejak pertama kali ditemukan pada abad ke-19. Salah satu inovasi yang saat ini masif digunakan di berbagai industri adalah plastik tahan panas. 

Plastik ini termasuk produk dengan spesifikasi tingkat lanjut karena mengombinasikan ketahanan terhadap panas, tekanan mekanik, dan korosi. Lantas, apa saja jenis plastik tahan panas dan apa perannya dalam industri? Temukan jawabannya di bawah ini. 

Apa Itu Plastik Tahan Panas?

Apa Itu Plastik Tahan Panas

Plastik tahan panas adalah jenis plastik yang dapat menahan suhu operasi atau suhu penggunaan yang berkelanjutan hingga di atas 150 °C. Plastik ini juga dapat menahan suhu hingga 250°C dalam paparan jangka pendek. 

Karakteristik tahan panas ini dapat dikembangkan melalui penambahan zat, seperti serat karbon dan kaca, sehingga plastik tidak mudah meleleh, kehilangan fungsinya, atau berubah bentuk saat terpapar suhu tinggi. 

Zat aditif yang ditambahkan turut meningkatkan spesifikasi plastik lainnya, seperti kekuatan, kekakuan, serta stabilitas dimensi bahan. 

Plastik yang tahan panas dapat memiliki karakteristik suhu tertentu, seperti Heat Deflection Temperature (HDT), Glass Transition Temperature (Tg), dan Continuous Use Temperature (CUT). 

Sifat suhu HDT berarti plastik dapat melengkung saat diberikan tekanan tertentu. Kemudian, sifat suhu Tg berarti plastik mencapai suhu ketika ia berhenti menjadi sekeras kaca dan berubah menjadi lebih lembut atau lentur. 

Lalu, suhu CUT adalah temperatur paling tinggi yang bisa ditahan plastik dalam jangka panjang tanpa mengalami kerusakan dan kehilangan kekuatannya. 

Baca juga: Plastik Terbuat dari Apa? Ini Bahan Baku dan Prosesnya! 

Mengapa Plastik Tahan Panas Menjadi Pilihan Industri?

Terdapat beberapa alasan mengapa plastik tahan panas lebih dipilih dalam beberapa industri dibandingkan dengan logam, meskipun keduanya dapat menahan suhu tinggi dengan baik. Berikut alasannya:

  • Tahan terhadap korosi: Beberapa jenis plastik lebih tahan terhadap korosi dibandingkan dengan logam, terlebih jika terpapar bahan kimia tertentu. Karakteristik ini penting untuk pembuatan produk yang tahan panas dan korosi. 
  • Lebih ringan: Plastik ini lebih ringan dibandingkan dengan logam sehingga cocok untuk industri yang membutuhkan produk yang tangguh tetapi efisien, seperti industri komponen otomotif. 
  • Sifat insulasi: Plastik ini berfungsi sebagai isolator yang efektif terhadap listrik maupun panas sehingga sangat sesuai digunakan pada perangkat elektronik sensitif yang dapat terganggu oleh konduktivitas. 
  • Fleksibel: Plastik ini bisa dibentuk menggunakan berbagai macam metode untuk menghasilkan rentang produk yang beragam. Metode yang paling umum adalah injection molding dan 3D printing
  • Mudah disterilisasi: Karakteristik ini penting untuk produk medis yang harus disterilisasi berulang kali. Plastik tahan panas dapat menahan uap bersuhu tinggi dari proses sterilisasi tanpa kehilangan fungsinya. 

Jenis-Jenis Plastik Tahan Panas

Jenis-Jenis Plastik Tahan Panas

Secara umum, plastik tahan panas terbagi menjadi dua jenis, yaitu amorf dan semikristalin. Keduanya memiliki perbedaan utama pada titik leleh. Misalnya, plastik tahan panas amorf umumnya tidak memiliki titik leleh tertentu, tetapi akan berangsur-angsur melembek jika suhu meningkat. Adapun jenis plastik tahan panas secara spesifik adalah sebagai berikut:

1. Polieterimida (PEI)

PEI adalah plastik amorf yang memiliki suhu CUT sekitar 170°C. Plastik PEI memiliki kekuatan tarik dan dielektrik yang tinggi. Plastik ini biasanya digunakan dalam industri penerbangan untuk membuat interior kabin. 

2. Politetrafluoroetilena (PTFE)

PTFE sering ditemukan pada peralatan dapur, salah satunya adalah penggorengan. Anda mungkin pernah mendengar tentang PTFE dengan merek dagang Teflon.

PTFE dapat menahan suhu hingga 260°C tanpa mengalami degradasi. Selain itu, plastik semikristalin ini memiliki sifat antilengket, tahan terhadap berbagai bahan kimia, dan tidak bereaksi dengan logam.

3. Polieter Eter Keton (PEEK)

PEEK adalah termoplastik yang dapat digunakan secara berulang hingga suhu 260°C. Plastik ini terkenal dengan kekuatan dan kekakuan yang tinggi. Tidak hanya itu, plastik semikristalin ini juga tahan terhadap tekanan yang signifikan. 

Plastik PEEK biasanya digunakan dalam industri otomotif, penerbangan, dan biomedikal, di mana produk-produk yang dihasilkan harus memiliki ketahanan terhadap panas dan kekuatan mekanis yang tinggi. 

4. Poliamida-Imida (PAI)

Poliamida-imida dapat menahan suhu hingga 260 °C. Termoplastik ini memiliki kekuatan dan kekakuan yang sangat baik saat terpapar suhu tinggi. Tidak hanya itu, plastik amorf ini juga memiliki ketahanan terhadap keausan sehingga cocok untuk kondisi yang cukup keras. PAI umumnya digunakan untuk membuat produk dengan beban operasi tinggi, seperti roda gigi dan komponen mekanis. 

5. Polibenzimidazol (PBI)

PBI adalah termoset tahan panas yang dapat menahan suhu hingga 260 °C dalam waktu lama tanpa mengalami degradasi. 

Jenis plastik ini memiliki ketahanan terhadap sebagian besar bahan kimia, sifat insulasi termal dan listrik yang baik, ketahanan mekanik dan ketahanan terhadap keausan yang tinggi, serta biokompatibilitas yang baik. PBI biasanya digunakan untuk membuat komponen dalam industri minyak dan gas, elektronik, serta kimia. 

Baca juga: Plastik Food Grade: Ketahui Ciri-Ciri dan Jenisnya 

Temukan Bahan Baku Plastik Berkualitas dari Chandra Asri Group!

Plastik tahan panas merupakan pilihan tepat untuk produk yang harus berfungsi dalam kondisi lingkungan yang menantang. Itulah mengapa jenis plastik ini sering digunakan dalam berbagai industri, mulai dari industri kimia, otomotif, penerbangan, hingga medis. 

Meski begitu, terdapat pula beberapa jenis plastik tahan panas yang digunakan untuk produk rumah tangga, seperti polipropilena dan HDPE. Keduanya memiliki ketahanan panas yang cukup baik sehingga cocok dimanfaatkan sebagai wadah makanan, botol cairan pembersih, jeriken, dan kemasan. 

Terkait polipropilena dan HDPE, Chandra Asri Group, sebagai perusahaan solusi kimia, energi, dan infrastruktur, memproduksi polipropilena berkualitas tinggi di bawah merek dagang Trilene® dan HDPE di bawah merek Asrene®. 

Bahan kimia industri kami telah melalui pemantauan dan pengujian yang ketat sebelum dikemas sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi. Tidak hanya itu, produk poliolefin kami juga sudah bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Lebih lanjut, anak perusahaan kami yang berbasis di Singapura, yaitu Aster, juga menyediakan HDPE berkualitas dan bahan baku kimia lainnya untuk dimanfaatkan oleh berbagai industri di dunia. 

Jadi, jangan ragu untuk memercayakan kebutuhan bahan baku plastik perusahaan Anda kepada Chandra Asri Group dan Aster, #YourGrowthPartner!

Baca juga: Mengenal Plasticizer dan Gunanya di Berbagai Industri 

Bagikan :
Banner