
24-08-2026
Oleh Chandra Asri Group Editorial Team
Ethylene vinyl acetate (EVA) adalah bahan sintetis yang dinilai lebih ringan daripada PVC. Kopolimer ini umumnya digunakan dalam industri kesehatan, olahraga, dan otomotif. Untuk mempelajari karakteristik dan kegunaan EVA dalam berbagai industri, baca artikel ini hingga akhir!

EVA (ethylene vinyl acetate) adalah kopolimer yang terbuat dari monomer vinil asetat dan etilena melalui proses polimerisasi. EVA merupakan kopolimer yang dikembangkan dari etilena, dengan penambahan vinil asetat untuk meningkatkan fleksibilitas dan elastisitasnya dibandingkan dengan polietilena murni. Bahan ini telah ditemukan sejak tahun 1950-an oleh perusahaan DuPont.
Umumnya, EVA memiliki tiga jenis struktur tergantung pada komposisi vinil asetat yang ditambahkan, yaitu struktur seperti karet, film, atau busa. Komposisi vinil asetat berkisar antara 10–50% dan selebihnya diisi oleh etilena. Semakin banyak komposisi vinil asetat, semakin fleksibel dan lembut produknya. Pengaturan komposisi ini memudahkan produsen untuk membuat berbagai macam produk, mulai dari kemasan hingga alas kaki.
Ethylene vinyl acetate (EVA) memiliki karakteristik dan keunggulan sebagai berikut:
Baca juga: Apa itu Polypropylene (PP)? Definisi, Jenis, & Keunggulannya

EVA digunakan secara luas dalam banyak sektor, di antaranya:
EVA umumnya digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sol sepatu olahraga, matras yoga, dan perlengkapan lainnya karena fleksibel, elastis, dan tahan terhadap keausan. Sol sepatu EVA juga lebih nyaman dan dapat menyerap getaran layaknya bantalan. Bahan ini juga digunakan untuk membuat padding pada alat pelindung, helm, dan perlengkapan olahraga air.
Industri ini menggunakan EVA untuk membuat perekat karena fleksibel dan berdaya rekat tinggi. Biasanya, perekat EVA digunakan dalam pembuatan produk kayu.
EVA digunakan untuk membuat bumper mobil, karpet, panel pintu, dan komponen cetak. EVA dipilih karena tahan terhadap lingkungan yang cukup keras, minyak, dan bahan kimia serta ringan.
EVA dapat menyerap getaran dan benturan sehingga ideal untuk membuat busa penyumbat pada kemasan produk yang mudah rusak. Bahan sintetis ini dapat menahan produk agar tidak terguncang selama proses pengiriman.
EVA umumnya ditemukan pada alat-alat medis, seperti kateter dan selang. Bahan ini dipilih karena fleksibel dan tahan terhadap bahan kimia.
EVA digunakan sebagai pelindung sel panel surya sehingga lebih tahan lama dan dapat bekerja lebih efisien.
Baca juga: Mengenal Polyethylene, Bahan Baku Plastik yang Fleksibel
EVA dan PVC adalah bahan sintetis yang sering digunakan dalam produk konsumen. Keduanya sama-sama tergolong plastik sintetis serbaguna, meski memiliki struktur kimia dan sifat fisik yang cukup berbeda. Berikut adalah informasi selengkapnya:
| Ethylene Vinyl Acetate (EVA) | Polivinil Klorida (PVC) | |
| Material | Terbuat dari polimerisasi monomer vinil asetat dan etilena. | Terbuat dari unit berulang vinil klorida. |
| Cara pembuatan | Dibuat melalui polimerisasi pada tekanan tinggi menggunakan inisiator radikal bebas, membentuk rantai kopolimer EVA. | Dibuat melalui proses polimerisasi suspensi, di mana monomer vinil klorida ditangguhkan dalam air dan dikenalkan dengan inisiator radikal bebas untuk memulai reaksi polimerisasi. |
| Karakteristik | Lembut, ringan, fleksibel, dan nyaman seperti busa. | Lebih kaku, dapat menjadi fleksibel tetapi tidak terlalu elastis, dan kuat. |
| Bobot | Lebih ringan dibandingkan dengan PVC. | Lebih berat daripada EVA. |
| Kemampuan menyerap guncangan | Lebih baik dalam menyerap benturan. | Kurang efektif dalam meredam benturan. |
| Penggunaan | EVA cocok untuk produk yang memerlukan sifat tahan benturan atau sebagai bantalan, seperti sol sepatu. | PVC cocok untuk lingkungan keras serta membutuhkan daya tahan dan kekuatan tinggi, seperti pada pipa air. |
EVA dan PVC adalah bahan kimia penting dalam berbagai produk industri, termasuk produk yang digunakan sehari-hari. Agar kinerjanya optimal dan aman digunakan, Anda perlu menggunakan bahan kimia berkualitas dari penyedia andal.
Terkait hal ini, Anda dapat memercayakannya kepada Chandra Asri Group. Sebagai perusahaan solusi kimia, energi, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara, kami menyediakan beragam bahan kimia industri, salah satunya adalah etilena yang menjadi bahan baku EVA. Selain itu, produk olefin ini juga dapat digunakan untuk membuat plastik polietilena dan turunannya, seperti HDPE dan LDPE.
Chandra Asri Group juga menawarkan berbagai macam bahan kimia lainnya, termasuk polipropilena, soda api, stirena monomer, etilena diklorida untuk PVC, dan masih banyak lagi.
Tidak hanya disokong oleh bisnis dalam negeri, kami juga merambah ke pangsa pasar yang lebih luas bersama Aster, anak usaha yang berbasis di Singapura. Aster menyediakan bahan kimia seperti propilena, stirena, HDPE, poliol, dan lain-lain.
Bersama Chandra Asri Group sebagai #YourGrowthPartner, wujudkan produk-produk industri yang andal!
Baca juga: Fiber-Reinforced Polymer (FRP): Keunggulan dan Klasifikasinya