
23-08-2026
Oleh Chandra Asri Group Editorial Team
Saat ini, banyak bisnis mulai memerhatikan efisiensi energi dalam proses operasional demi mendukung praktik yang lebih berkelanjutan serta menjaga penggunaan energi tetap optimal. Salah satu upaya untuk memantau efisiensi energi adalah memanfaatkan energy management system (EMS).
Artikel ini membahas tujuan, komponen, dan fungsi energy management system dalam proses operasional. Simak informasi berikut ini untuk mempelajarinya.
Energy management system (EMS) adalah serangkaian perangkat keras dan lunak yang berfungsi untuk memantau, mengatur, dan mengoptimalkan penggunaan energi di pembangkit listrik, fasilitas, dan gedung, termasuk alat-alat operasional yang digunakan.
Tujuan utama EMS adalah memastikan mesin dan alat bekerja secara efisien, mengurangi emisi karbon, serta membatasi biaya operasional yang berkaitan dengan konsumsi energi. Tentunya, setiap analisis yang dilakukan berbasis data sehingga perusahaan dapat merumuskan strategi efisiensi energi dengan lebih terarah.
EMS biasanya mengikuti standar ISO 50001 dalam penerapannya. Standar dari International Organization for Standardization ini mengatur pengelolaan energi secara efisien dan sistematis melalui pengembangan kebijakan energi, pengukuran dan peningkatan kinerja energi secara berkelanjutan, identifikasi peluang penghematan energi, serta peningkatan efisiensi operasional.
Terkait ISO 50001, PT Chandra Asri Pacific Tbk menerima penghargaan Energy Management Insight Award atas program manajemen energi yang sesuai dengan sertifikasi ISO 50001. CAP ditunjuk oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia sebagai salah satu dari tiga perwakilan organisasi di Indonesia dalam The Clean Energy Ministerial Management Working Group.

EMS memiliki sejumlah fungsi dalam konsumsi energi, seperti:
Fungsi utama EMS adalah untuk memantau dan mengukur konsumsi energi secara keseluruhan dan real-time. Dengan perangkat lunak EMS, Anda dapat melihat konsumsi energi setiap ruangan atau fasilitas.
Hal ini memudahkan perusahaan untuk menemukan anomali dan menganalisis pola konsumsi energi sehingga dapat mengambil langkah pencegahan dan menyusun strategi yang lebih efektif.
EMS mengendalikan konsumsi energi dengan memanfaatkan data yang terkumpul secara real-time. Sistem ini dapat mematikan mesin atau alat ketika tidak diperlukan atau menyesuaikan suhu pendingin ruangan agar tidak terlalu boros energi.
EMS tidak hanya memantau konsumsi energi, tetapi juga menemukan peluang efisiensi energi. Sebagai contoh, EMS dapat menganalisis pola penggunaan energi dan mengidentifikasi alat yang kurang efisien. Lalu, sistem ini dapat memberikan rekomendasi bagi pengguna, misalnya memasang teknologi tertentu atau mengganti alat.
Baca juga: Levelized Cost of Energy (LCOE): Cara Menghitung & Faktornya
EMS membantu Anda dalam mengurangi penggunaan energi secara signifikan yang dapat berdampak pada berkurangnya emisi karbon dari proses operasional. Sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan lebih optimal sehingga tidak ada energi yang terbuang.
Hal ini juga berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan energi sehingga Anda dapat menghemat biaya operasional karena penggunaan energi lebih terkontrol dan efisien.
Sistem ini juga berfungsi untuk mengumpulkan data secara akurat dan langsung serta merangkumnya ke dalam laporan, baik laporan tersendiri maupun bagian dari laporan hasil audit energi.
Energy management system menganalisis dan menampilkan data aliran energi secara akurat dan real-time. Umumnya, EMS memiliki sejumlah komponen, di antaranya:
Terkait SCADA, PT Krakatau Chandra Energi (KCE), sebagai anak usaha Chandra Asri Group di bidang energi, memanfaatkan SCADA untuk memastikan keandalan, efisiensi, dan keamanan dalam pengelolaan sistem kelistrikan industri. Data yang terkumpul akan dianalisis sehingga sistem pusat dapat mengendalikan fasilitas secara terintegrasi.
Selain komponen teknis, EMS juga tersusun atas komponen praktis, seperti penetapan kebijakan konsumsi energi, perencanaan energi, penerapan langkah-langkah efisiensi energi, pemantauan konsumsi energi, serta evaluasi berkala.
Baca juga: Load Shedding: Cara Kerja, Dampak, dan Cara Menghadapinya

Energy management system memberikan sejumlah manfaat bagi lingkungan, ekonomi, dan operasional. Berikut adalah beberapa di antaranya:
EMS dapat memaksimalkan efisiensi energi pada panel surya sehingga lebih hemat biaya. Hal ini dapat dicapai dengan mempelajari pola konsumsi energi, memprediksi pola selanjutnya, dan mencari potensi pengalokasian kelebihan energi alih-alih membatasinya. Artinya, EMS dapat mendukung pemanfaatan energi terbarukan pada sektor industri secara optimal.
Terkait energi terbarukan, Chandra Asri Group menyediakan solusi energi terbarukan berupa empat mekanisme panel surya, yaitu panel surya On-Grid, Off-Grid, On-Grid dengan baterai cadangan, dan hibrida, melalui KCE.
Kapasitas PLTS KCE telah mencapai 11 MWp sejak tahun 2020. Sampai saat ini, KCE telah melayani lebih dari 200 pelanggan industri dan 1.500+ pelanggan rumah tangga.
Jadi, pastikan manajemen energi di perusahaan Anda dapat beroperasi secara efektif dengan bantuan panel surya andal dari Chandra Asri Group dan KCE sebagai #YourGrowthPartner!
Baca juga: Captive Power Plant: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya