Logo Chandra Asri
brownout

22-07-2026

Mengenal Brownout, Penyebab, dan Dampaknya pada Aktivitas

Oleh Chandra Asri Group Editorial Team

Akhir-akhir ini, Anda mungkin sering mendengar tentang blackout  ketika membahas pemadaman listrik. Namun, ternyata ada istilah lain yang patut dipelajari jika berbicara tentang pemadaman, yaitu brownout

Brownout adalah fenomena yang terjadi salah satunya karena lonjakan permintaan listrik pada periode tertentu. Lalu, apa bedanya dengan blackout? Cari tahu informasi selengkapnya di bawah ini. 

Apa Itu Brownout?

Brownout adalah pengurangan tegangan yang dipasok dari jaringan listrik secara sementara dan terencana. Ketika terjadi, alat elektronik akan bekerja kurang maksimal, misalnya lampu akan lebih redup dari biasanya atau lebih sering berkedip. 

Umumnya, brownout diberlakukan ketika permintaan listrik sedang tinggi atau terjadi kelebihan muatan pada sistem. Skema ini dijalankan untuk menghindari pemadaman listrik secara luas atau kerusakan peralatan pada jaringan listrik.

Permasalahannya, penurunan voltase dapat menurunkan performa alat elektronik atau bahkan menimbulkan kerusakan pada perangkat yang sensitif terhadap perubahan voltase, seperti mesin cuci dan kulkas. Itulah mengapa saat brownout terjadi, perangkat-perangkat tersebut sebaiknya dimatikan terlebih dahulu. 

Brownout dapat memberikan dampak langsung bagi konsumen. Penurunan tegangan menyebabkan lampu menyala lebih redup dan berbagai peralatan listrik tidak bekerja sebagaimana mestinya. Pada lemari pendingin, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan es mencair dan berpotensi menurunkan kualitas makanan yang disimpan. 

Jika terjadi dalam waktu yang lama, bisnis dapat mengalami kerugian material, penurunan penjualan, dan kesulitan melakukan proses manufaktur. 

Baca juga: 12 Jenis Pembangkit Listrik: Pengertian dan Kelebihannya! 

Penyebab Brownout

Penyebab Brownout

Brownout dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

1. Kelebihan Beban Jaringan

Di musim-musim tertentu, misalnya saat gelombang panas, permintaan listrik untuk kipas angin dan pendingin ruangan akan meningkat. Penyedia listrik harus dapat memantau beban jaringan dan jika terjadi lonjakan permintaan, tegangan dapat dikurangi secara terkontrol untuk mencegah kegagalan sistem. 

2. Keterbatasan Infrastruktur

Infrastruktur yang jarang diperbarui dapat mengalami overload jika dipaksa untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat. Alhasil, penurunan tegangan akan terjadi secara otomatis karena kenaikan suhu dan beban pada sistem. 

3. Pemeliharaan Jaringan Listrik Terencana

Brownout tidak selalu dilakukan karena ada bencana atau kerusakan. Skema ini juga dapat diterapkan saat pemeliharaan dan peningkatan jaringan listrik terencana. 

Selama proses pemeliharaan terencana, perusahaan penyedia listrik mungkin akan mematikan beberapa komponen yang berdampak pada penurunan tegangan sementara di area konsumen tertentu. 

Brownout vs. Blackout, Apa Bedanya?

Brownout dan blackout umumnya terjadi karena kelebihan beban atau kerusakan sistem jaringan. Walau begitu, keduanya memiliki skema yang berbeda. 

Brownout adalah penurunan voltase atau aliran listrik di area tertentu untuk mencegah blackout. Jadi, listrik tetap tersalurkan dan peralatan elektronik masih dapat menyala, namun kinerjanya menurun. 

Kemudian, blackout adalah interupsi jaringan skala besar yang menghentikan layanan listrik secara total. Artinya, pasokan listrik terputus dan semua alat elektronik yang membutuhkan listrik konvensional tidak dapat berfungsi. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa skema brownout memang menginterupsi aktivitas, tetapi masih dapat dikontrol. Sementara itu, blackout adalah pemadaman yang tak terkendali dan tak terhalang. 

Penanganan oleh konsumen terkait brownout dan blackout pun berbeda. Jika terjadi brownout, segera matikan dan cabut peralatan yang sensitif terhadap perubahan tegangan agar tidak menimbulkan kerusakan atau gangguan. 

Lalu, ketika mengalami blackout, segera cabut seluruh peralatan elektronik di bangunan untuk mencegah lonjakan arus listrik saat jaringan pulih. Anda dapat menyisakan satu lampu dengan saklar menyala untuk mengindikasikan pemulihan listrik.

Baca juga: 7 Contoh Energi Listrik dan Cara Menghasilkan Energinya 

Apa yang Dapat Dilakukan Ketika akan Terjadi Brownout?

Apa yang Dapat Dilakukan Ketika akan Terjadi Brownout

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika akan terjadi brownout adalah mencari sebanyak-banyaknya informasi terkait rencana brownout, khususnya jika Anda tinggal di area yang rentan mengalami brownout akibat kenaikan permintaan listrik. Perusahaan penyedia listrik mungkin akan memberikan informasi melalui media sosial atau SMS kepada pelanggan. 

Setelah memastikan informasi tersebut, Anda dapat mulai menyiapkan perlengkapan darurat, seperti makanan yang tidak mudah basi, senter, obat-obatan, perlengkapan sanitasi, dokumen penting, dan baju tambahan. 

Jika Anda perlu menjalankan bisnis atau aktivitas di dalam rumah, Anda dapat memasang generator set, namun jangan lupa untuk berhati-hati dalam mengoperasikannya untuk mencegah risiko berbahaya. 

Yang paling penting, ketika brownout terjadi, segera kurangi penggunaan listrik. Anda dapat mencabut alat elektronik yang tidak signifikan (seperti komputer dan televisi) serta mematikan pendingin ruangan, alat elektronik yang mengonsumsi banyak daya (seperti pengering), dan lampu. 

Solusi Tenaga Listrik untuk Industri dari Chandra Asri Group

Listrik termasuk kebutuhan primer karena banyak proses manufaktur yang terjadi dengan sokongan sumber listrik. Jadi, jangan sampai perusahaan Anda merugi karena pasokan listrik yang kurang memadai. 

Chandra Asri Group, sebagai perusahaan energi, kimia, dan infrastruktur, menyediakan tenaga listrik melalui anak usahanya, yaitu PT Krakatau Chandra Energi (KCE). Layanan penyediaan listrik adalah bisnis inti KCE yang didukung oleh pembangkit listrik dengan total kapasitas 120 MW. 

KCE telah melayani 200+ pelanggan industri dan 1.500+ pelanggan rumah tangga. Fasilitas penyediaan listrik dari KCE andal, efisien, dan dapat mendukung kebutuhan energi kini dan nanti. Jadikan kami #YourGrowthPartner sekarang!

Baca juga: Captive Power Plant: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Bagikan :
Banner