
29-07-2026
Oleh Chandra Asri Group Editorial Team
Tahukah Anda? Energi terbarukan ternyata tidak terbatas pada energi surya, air, dan angin saja. Terdapat satu jenis sumber energi lain yang bisa dimanfaatkan untuk rumah tangga dan industri, yaitu biofuel.
Biofuel dapat menjadi alternatif bahan bakar fosil, seperti bensin dan solar. Lalu, apa saja contoh biofuel yang dapat digunakan? Simak artikel ini hingga akhir untuk mempelajarinya.

Biofuel adalah bahan bakar yang dihasilkan dari material organik, seperti alga, hewan, limbah organik, dan tanaman. Sebagai salah satu sumber energi terbarukan, biofuel dikembangkan untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Biofuel dapat berasal dari biomassa atau kayu yang dibakar sehingga menghasilkan panas untuk menggerakkan generator penghasil listrik. Lebih dari 90% biofuel yang diproduksi di dunia berasal dari hasil pangan, seperti jagung, tebu, minyak sawit, dan minyak kedelai. Fermentasi pati dan gula dari hasil pangan ini menghasilkan etanol yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan bakar. Selain itu, biofuel juga dapat dibuat dari minyak jelantah dan lemak hewan.
Sebagian besar biofuel cair yang beredar di pasaran saat ini digunakan sebagai bahan bakar kendaraan. Biofuel dapat dicampurkan dengan solar atau bensin pada konsentrasi tertentu.
Dalam 20 tahun terakhir, produksi biofuel dunia meningkat hingga tujuh kali lipat. Menurut Our World in Data, total biofuel yang diproduksi pada tahun 2024 mencapai 1.424,52 TWh, dengan Amerika Serikat dan Brasil sebagai negara dengan produksi biofuel terbesar.
Indonesia turut andil sebagai salah satu dari 5 negara/kawasan yang menghasilkan lebih dari 80% biofuel dunia, dengan produksi sebesar 127 TWh pada tahun 2024.

Biofuel dapat dibuat menggunakan berbagai metode konversi, seperti termokimia dan biokimia. Metode konversi termokimia menggunakan panas untuk mengubah biomassa, seperti proses gasifikasi, pembakaran, dan pirolisis.
Selanjutnya, konversi biokimia menggunakan proses biologis, seperti pencernaan anaerob, untuk mengubah biomassa menjadi biofuel. Proses ini biasanya diterapkan pada sampah organik, limbah pertanian, dan kotoran hewan.
Baca juga: Mengenal Energi Bersih, Manfaatnya, dan Jenis-Jenisnya
Biofuel terus mengalami perkembangan hingga munculnya beberapa generasi. Berikut adalah jenis biofuel yang perlu Anda ketahui:
Contoh produk biofuel adalah bioetanol, biodiesel (dari minyak nabati), dan biogas (dari dekomposisi limbah organik secara anaerob). Selain itu, terdapat pula metanol, dimetil eter, gas metana, dan butanol yang saat ini terus dikembangkan agar menjadi biofuel yang bisa dimanfaatkan secara luas.
Baca juga: Potensi Energi Terbarukan di Indonesia dan Tantangannya

Biofuel menawarkan sejumlah manfaat bagi pengguna dan lingkungan, di antaranya:
Biofuel dapat mendukung transisi dan kemandirian energi karena mengurangi ketergantungan penuh pada bahan bakar fosil. Dengan mengembangkan biofuel, negara dapat meningkatkan keberagaman sumber energi di tengah permintaan energi yang terus meningkat.
Biofuel memang masih menghasilkan karbon dioksida, tetapi emisi tersebut dapat didaur ulang. Tanaman pati yang biasanya digunakan sebagai bahan baku biofuel dapat menyerap emisi tersebut dari udara, kemudian tanaman dipanen untuk dijadikan bahan bakar.
Biofuel tidak hanya berasal dari minyak nabati, tetapi juga minyak bekas pakai, sisa makanan, dan limbah pertanian. Jadi, biofuel tidak hanya menghasilkan bahan bakar terbarukan, tetapi juga mengolah limbah dan sampah menjadi produk bernilai guna.
Pengembangan biofuel dapat menciptakan berbagai lapangan kerja, khususnya di bidang pertanian, industri, dan R&D (research and development). Hal ini juga dapat mendukung kemajuan ekonomi di area pengembangan.
Selain menciptakan lapangan kerja, pengembangan biofuel juga mendorong inovasi teknologi ramah lingkungan agar dapat digunakan di berbagai sektor.
Itulah informasi tentang biofuel, manfaat, dan contohnya. Produksi biofuel di Indonesia cukup masif sehingga perlu terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan secara luas serta mendukung pelestarian Bumi.
Biofuel merupakan salah satu upaya yang mendukung prinsip ekonomi sirkular karena mengolah limbah dan sampah organik menjadi bahan bakar terbarukan. Artinya, limbah dan sampah yang seharusnya berakhir di tempat pembuangan akhir kini memiliki rantai hidup baru sebagai produk bernilai.
Selain biofuel dari limbah organik dan tanaman berpati, bahan bakar berbasis ekonomi sirkular lainnya adalah minyak pirolisis yang dihasilkan dari sampah plastik. Contohnya adalah PLUSRI.
Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) yang dikembangkan oleh Chandra Asri Group dan IPST ASARI ini diolah dari puluhan ribu kilogram sampah plastik sehingga menghasilkan puluhan ribu liter minyak pirolisis. BBMT ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan energi, mulai dari transportasi hingga rumah tangga.
Chandra Asri Group, sebagai #YourGrowthPartner, selalu berfokus pada kualitas layanan dan produk, serta berkomitmen untuk terus berkontribusi pada lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui inovasi ramah lingkungan dan berbasis ekonomi sirkular.
Terobosan ini membantu mengurangi timbulan sampah, merangkul masyarakat lokal untuk melihat sampah plastik sebagai peluang ekonomi baru, serta diharapkan mendukung ekonomi hijau di Kota Cilegon dan area lainnya.
Baca juga: 7 Manfaat Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Industri!
.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)